Dunia haute horlogerie semakin sulit dipisahkan dari seni, terutama ketika sebuah movement yang sudah ekstrem secara teknis kemudian dijadikan kanvas untuk métiers d’art. ArtyA Genève mengambil pendekatan tersebut lewat Complexity Métiers d’Art, versi artistik dari Complexity yang sebelumnya diperkenalkan sebagai jam dengan dua tourbillon miring yang terhubung melalui differential sentral.
Jika versi awalnya sudah menarik perhatian lewat arsitektur movement yang tidak biasa, edisi Métiers d’Art membawa konsep tersebut ke wilayah yang jauh lebih ekspresif. Transparansi case sapphire, dua tourbillon yang berdiri pada sudut berbeda, serta dekorasi handmade membuat jam ini terasa lebih seperti karya seni kinetik daripada sekadar komplikasi mekanis.
Case Sapphire Melengkung yang Provokatif

ArtyA tidak memilih konstruksi case konvensional untuk Complexity Métiers d’Art. Jam ini menggunakan sapphire transparan dengan bentuk melengkung yang menjadi bagian penting dari keseluruhan visual.
Ukurannya mencapai sekitar 42 mm secara lebar, 48 mm dari sisi terpanjang, dan 13 mm tebal. Di area puncak dua dome, ketebalannya mencapai sekitar 14,1 mm.
Bentuk tersebut memungkinkan konstruksi movement terlihat hampir sepenuhnya dari luar. Tidak ada dial tradisional yang benar-benar menutupi mekanisme. Sebaliknya, struktur mekanis, dekorasi, dan komponen yang bergerak menjadi bagian dari tampilan utama.
Pendekatan ini sangat sesuai dengan karakter ArtyA, yang sejak awal memang tidak berusaha mengikuti bahasa desain haute horlogerie yang aman dan konservatif.
Dua Tourbillon Miring di Posisi 12 dan 6

Daya tarik utama Complexity tentu berada pada konstruksi cônillon ganda.
Dua tourbillon ditempatkan pada posisi sekitar pukul 12 dan 6, masing-masing dengan kemiringan yang membuat cage tourbillon terlihat terus berubah ketika jam bergerak di pergelangan tangan. Keduanya kemudian dihubungkan melalui differential sentral.
Konsep tersebut merupakan inti dari Complexity original yang sebelumnya diperkenalkan ArtyA. Pada versi Métiers d’Art, arsitektur teknis itu tidak diubah secara fundamental, tetapi mendapatkan lapisan visual tambahan melalui dekorasi tangan.
Hasilnya adalah movement yang bukan hanya bergerak dalam tiga dimensi, tetapi juga memiliki permukaan yang sengaja dibuat untuk menangkap cahaya dari berbagai sudut.
Ketika Movement Berubah Menjadi Kanvas Seni

Di sinilah perbedaan utama Complexity Métiers d’Art dibanding Complexity biasa.
Dominique Arpa-Cirpka, mitra kreatif ArtyA, dikenal mengeksplorasi material dan teknik yang tidak lazim digunakan dalam watchmaking tradisional. Karyanya dapat melibatkan material seperti sayap kupu-kupu asli, rumput laut, gold leaf, pigmen alami, hingga serbuk berlian.
Pendekatan tersebut membuat dekorasi pada sebuah jam tidak sekadar berfungsi sebagai finishing dekoratif. Material justru menjadi bagian dari identitas karya.
Pada Complexity Métiers d’Art, filosofi tersebut diterapkan di atas movement yang sejak awal sudah memiliki konstruksi sangat kompleks. Dengan demikian, elemen artistik tidak berdiri sendiri, tetapi berinteraksi langsung dengan roda, bridge, tourbillon, dan struktur mekanis yang terlihat melalui case sapphire.
Warisan Kolaborasi dengan Philippe Dufour

Reputasi Dominique Arpa-Cirpka di dunia métiers d’art juga mendapat validasi penting dari salah satu nama paling dihormati dalam independent watchmaking.
Pada 2024, teknik métiers d’art miliknya, termasuk penggunaan sayap kupu-kupu sebagai elemen dekoratif, digunakan oleh Philippe Dufour pada salah satu versi Simplicity.
Kolaborasi tersebut memiliki arti khusus karena Dufour dikenal sangat selektif terhadap setiap elemen yang masuk ke dalam jam buatannya. Penggunaan teknik tersebut menunjukkan bahwa pendekatan Arpa-Cirpka tidak hanya dipandang sebagai dekorasi eksperimental, tetapi dapat ditempatkan berdampingan dengan tradisi finishing haute horlogerie tingkat tertinggi.
Dengan latar tersebut, Complexity Métiers d’Art terasa seperti pertemuan dua dunia: mekanisme ekstrem ArtyA dan seni dekoratif yang sangat personal.
Harga dan Ketersediaan

Untuk Complexity Métiers d’Art, ArtyA belum mengungkapkan harga maupun detail ketersediaan secara publik dalam materi yang menjadi sumber utama.
Mengingat konstruksi movement, penggunaan case sapphire, serta tingkat pengerjaan tangan yang terlibat, jam ini jelas ditempatkan di wilayah haute horlogerie dan independent watchmaking yang sangat niche.
Detail mengenai harga, jumlah produksi, dan distribusi perlu dikonfirmasi langsung kepada ArtyA.
ArtyA dan Ide bahwa Jam Tangan Bisa Menjadi Karya Seni

Complexity Métiers d’Art memperlihatkan filosofi ArtyA dengan sangat jelas: sebuah jam tidak harus memilih antara menjadi mesin presisi atau karya seni.
Dua tourbillon miring dan differential sentral memberikan fondasi teknis yang spektakuler. Case sapphire kemudian membuka seluruh konstruksi tersebut untuk dilihat, sementara teknik métiers d’art Dominique Arpa-Cirpka memberikan lapisan artistik yang membuat setiap sudut movement memiliki karakter berbeda.
Pada akhirnya, Complexity Métiers d’Art bukan dibuat untuk menjadi jam yang mudah diterima semua orang. Justru sebaliknya, daya tariknya terletak pada keberanian ArtyA untuk membawa watchmaking ke wilayah yang lebih eksperimental—tempat presisi mekanis, material tak biasa, dan ekspresi artistik bertemu dalam satu objek.
Sumber:
