Jaeger-LeCoultre Ubah Reverso Jadi Galeri Mini Lukisan Venesia Karya J.M.W. Turner

Ada jam tangan yang dibuat untuk menunjukkan waktu. Ada pula yang dibuat untuk menunjukkan seberapa jauh sebuah manufaktur bisa mengubah jam tangan menjadi karya seni. Jaeger-LeCoultre Reverso Tribute Enamel Turner Series jelas masuk kategori kedua. Melanjutkan Venice Series yang diperkenalkan pada 2024 dengan inspirasi karya Claude Monet, Jaeger-LeCoultre kini membawa empat lukisan Venesia karya pelukis...

Hermès Rajut Siluet Kuda dari 400 Helai Benang Sutra di Arceau Cheval Natté

Hermès kembali membuktikan bahwa dunia watchmaking dapat menjadi kanvas bagi warisan craftsmanship maison lewat Arceau Cheval Natté. Kali ini, bukan enamel, engraving, atau miniature painting yang menjadi pusat perhatian, melainkan tekstil. Hampir 400 helai benang sutra dirangkai satu per satu untuk membentuk siluet geometris kepala kuda pada dial. Motif tersebut awalnya dirancang oleh Tong Ren...

Gérald Genta Hadirkan Minute Repeater Bertekstur Batu Golden Obsidian yang Hangat

Nama Gérald Genta kembali menghadirkan interpretasi baru terhadap warisan desain sang legenda. Setelah dihidupkan kembali sebagai brand independen oleh atelier Louis Vuitton, La Fabrique du Temps, pada 2023, Gérald Genta kini memperkenalkan iterasi kedua dari salah satu komplikasi yang paling identik dengan sang desainer: minute repeater. Setelah versi dengan dial Black Onyx diperkenalkan sebelumnya, rilisan...

Vacheron Constantin Gandeng Enam Seniman Independen Lewat Tribute to the Animal Kingdom

Bagaimana jika sebuah jam tangan dibuat bukan hanya oleh watchmaker, engraver, atau enamel artist, melainkan oleh seniman yang biasanya sama sekali tidak bekerja di industri horologi? Pertanyaan tersebut menjadi inti proyek terbaru Vacheron Constantin. Dalam ajang Homo Faber, manufaktur asal Jenewa ini memperkenalkan Tribute to the Animal Kingdom, enam concept watch yang seluruhnya terinspirasi dunia...

ArtyA Genève Hadirkan Complexity Métiers d’Art, Dua Tourbillon Miring yang Dibalut Kerajinan Tangan Penuh Warna

Dunia haute horlogerie semakin sulit dipisahkan dari seni, terutama ketika sebuah movement yang sudah ekstrem secara teknis kemudian dijadikan kanvas untuk métiers d’art. ArtyA Genève mengambil pendekatan tersebut lewat Complexity Métiers d’Art, versi artistik dari Complexity yang sebelumnya diperkenalkan sebagai jam dengan dua tourbillon miring yang terhubung melalui differential sentral. Jika versi awalnya sudah menarik...

5 Momen Langka Ketika Desainer Perhiasan Ikut Mendesain Jam Tangan Mewah

Dunia perhiasan dan watchmaking sebenarnya sudah lama berjalan beriringan. Namun, ketika sebuah jam tangan dibuat, desain biasanya tetap berada di tangan tim internal manufaktur. Karena itu, kolaborasi langsung dengan desainer perhiasan ternama menjadi sesuatu yang relatif langka. Menariknya, beberapa kolaborasi paling unik justru lahir dari era ketika batas antara jewelry, sculpture, dan watchmaking belum seketat...