Geneva Watch Days 2026 kembali menjadi salah satu panggung paling menarik dalam kalender watchmaking dunia. Digelar pada 2–6 September 2026, ajang ini mempertemukan 71 brand dari perusahaan besar hingga independent watchmaker dalam format yang tersebar di berbagai lokasi di Jenewa. Berbeda dari Watches and Wonders yang identik dengan peluncuran besar dari brand-brand mapan, Geneva Watch...
Tag: watch collector indonesia
Girard-Perregaux Masukkan Tourbillon dan Micro-Rotor ke Laureato Setipis 10mm
Girard-Perregaux kembali menunjukkan kemampuan teknisnya melalui Laureato Fifty Tourbillon Micro-Rotor 39mm, sebuah model yang menggabungkan dua komplikasi sekaligus—tourbillon dan automatic micro-rotor—ke dalam case stainless steel dengan ketebalan hanya 10mm. Peluncuran ini hadir setelah Laureato merayakan ulang tahun ke-50 pada 2025. Memasuki 2026, Girard-Perregaux menjadikan Laureato Fifty sebagai bagian permanen dari koleksi, sekaligus memperkuat posisinya melalui...
Alpina Ubah Dive Watch-nya Jadi Alat Navigasi Lewat Kolaborasi Route du Rhum
Kolaborasi antara jam tangan dan ajang olahraga sering kali mengikuti formula yang cukup mudah ditebak: ganti warna dial, tambahkan logo atau ukiran khusus, batasi produksi, lalu selesai. Namun, Alpina mengambil pendekatan yang sedikit berbeda lewat Seastrong Diver Extreme Automatic Route du Rhum Destination Guadeloupe. Dibuat untuk menyambut edisi ke-13 Route du Rhum, balap layar solo...
Zenith Chronomaster Solo Sport vs Breitling Chronomat: Mana yang Lebih Layak Dipilih?
Geneva Watch Days 2026 baru saja usai, tetapi salah satu rilisan yang paling menarik perhatian justru datang dari Zenith dengan pendekatan yang cukup tidak biasa. Melalui Chronomaster Solo Sport, Zenith mengambil basis desain Chronomaster Sport yang terkenal sebagai chronograph lalu menghilangkan fungsi chronograph tersebut sepenuhnya. Hasilnya adalah sebuah sporty three-hand watch dengan karakter movement frekuensi...
Hublot Hadirkan Big Bang Soft Touch, Jam Tangan yang Bisa “Dirasakan” Selain Dilihat
Selama lebih dari dua dekade, Hublot dikenal melalui filosofi Art of Fusion, yaitu keberanian menggabungkan material, teknologi, dan estetika yang sebelumnya tidak selalu ditemukan dalam satu jam tangan. Kini, Hublot mendorong konsep tersebut ke arah yang lebih sensorik melalui Big Bang Original Soft Touch. Alih-alih sekadar memberikan lapisan baru pada permukaan jam, Hublot menggunakan senyawa...
Speake-Marin Hadirkan Ripples Portobello, Dial Lavender yang Berubah Warna Mengikuti Cahaya
Speake-Marin Ripples Portobello menjadi bukti terbaru bahwa Speake-Marin memperlakukan warna sebagai bagian serius dari desain, bukan sekadar gimmick sebuah edisi terbatas. Kali ini, inspirasi justru datang dari sebuah tempat: Portobello Road di Notting Hill, London, dengan jajaran kios pasar dan rumah bertingkat pastel yang menjadi karakter kawasan tersebut. Hasilnya adalah sebuah Ripples dengan dial lavender...
Vacheron Constantin Gandeng Enam Seniman Independen Lewat Tribute to the Animal Kingdom
Bagaimana jika sebuah jam tangan dibuat bukan hanya oleh watchmaker, engraver, atau enamel artist, melainkan oleh seniman yang biasanya sama sekali tidak bekerja di industri horologi? Pertanyaan tersebut menjadi inti proyek terbaru Vacheron Constantin. Dalam ajang Homo Faber, manufaktur asal Jenewa ini memperkenalkan Tribute to the Animal Kingdom, enam concept watch yang seluruhnya terinspirasi dunia...
Parmigiani Fleurier, Langkah Selanjutnya Bagi Kolektor yang Sudah Melewati Rolex dan Patek Philippe
Perjalanan menjadi kolektor jam tangan biasanya dimulai dari nama-nama yang sudah sangat dikenal. Rolex, Omega, Patek Philippe, Audemars Piguet—brand yang mudah ditemukan di majalah, forum, media sosial, bahkan film dan pergelangan tangan selebriti. Namun, semakin lama seseorang mengoleksi, semakin berubah pula pertanyaannya. Bukan lagi sekadar, “Jam apa yang paling terkenal?”, melainkan, “Apa yang masih bisa...
Sylvain Pinaud Perkenalkan Tourbillon Perdana, Berputar Lebih Cepat dari Kebanyakan Tourbillon Lain
Di dunia independent watchmaking, tourbillon bukan lagi sekadar komplikasi untuk menunjukkan kemampuan teknis. Ketika hampir setiap manufaktur besar sudah memiliki interpretasinya sendiri, tantangannya justru bagaimana membuat tourbillon yang terasa benar-benar berbeda. Sylvain Pinaud menjawab tantangan tersebut dengan tourbillon pertamanya yang memiliki satu keunikan langsung terlihat: cage-nya berputar setiap 30 detik, dua kali lebih cepat dari...
Omega Rombak Speedmaster 38mm, Kini Makin Mirip Moonwatch Lewat Tujuh Referensi Baru
Selama bertahun-tahun, Omega Speedmaster 38mm berada dalam posisi yang agak unik. Ukurannya membuatnya menarik bagi mereka yang menginginkan Speedmaster lebih ringkas, tetapi desainnya justru terasa cukup jauh dari karakter Moonwatch yang membuat nama Speedmaster begitu ikonik. Sejak diperkenalkan pada 2017 sebagai penerus Speedmaster Reduced, generasi tersebut bahkan sempat mendapat kritik karena sejumlah elemen desainnya terasa...
