Tiffany & Co. Rayakan 160 Tahun Chronograph Pertamanya Lewat Timer Titanium-Platinum Edisi 100 Unit

Dunia jam tangan mewah tidak selalu dimulai dari manufaktur tradisional. Jauh sebelum Tiffany & Co. dikenal sebagai salah satu nama terbesar dalam perhiasan Amerika, rumah ini sudah memiliki sejarah panjang dalam urusan pengukuran waktu. Pada 1866, Tiffany memperkenalkan stopwatch pertamanya yang dikenal sebagai “Tiffany & Co. Timing Watch”, yang kemudian lebih sederhana disebut sebagai Timer.

Kini, 160 tahun kemudian, Tiffany & Co. kembali menengok sejarah tersebut lewat interpretasi terbaru Timer. Setelah lebih dulu memperkenalkan versi platinum yang hanya dibuat 60 unit pada 2026, rumah perhiasan asal New York ini menghadirkan versi baru dengan kombinasi titanium dan platinum, kali ini dibatasi hanya 100 unit.

Hasilnya bukan sekadar jam anniversary. Timer terbaru menunjukkan bagaimana Tiffany mencoba menggabungkan karakter teknis sebuah chronograph dengan bahasa desain dan craftsmanship yang selama ini lebih identik dengan dunia jewelry.

Kontras Titanium Ringan dan Platinum Berat

tiffany&co timer platinum 3

Timer terbaru menggunakan case berdiameter 40mm dengan konstruksi yang menarik perhatian karena memadukan dua material yang memiliki karakter sangat berbeda.

Bagian utama case dibuat dari grade 5 titanium dengan finishing satin-brushed. Material ini memberikan bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan konstruksi platinum penuh, sekaligus menghasilkan tampilan teknis yang lebih kontemporer.

Kontrasnya datang dari bezel platinum polished yang mengelilingi dial. Permukaan platinum yang mengilap memberikan aksen mewah pada struktur titanium yang lebih matte.

Desain pusher juga menjadi salah satu detail menarik. Bentuknya melengkung mengikuti garis case dan sekaligus berfungsi sebagai crown guard, sebuah pendekatan yang mengingatkan pada bahasa desain koleksi CT60 milik Tiffany.

Dengan water resistance hingga 100 meter, Timer ini juga memiliki spesifikasi yang cukup praktis untuk sebuah chronograph mewah yang tidak hanya dibuat sebagai objek koleksi.

Dial Biru Sunray dengan Aksen Tiffany Blue

tiffany&co timer platinum 4
Image credit: Time and Tide Watches

Jika material case memberikan kontras antara sporty dan mewah, dial membawa identitas Tiffany dengan cara yang lebih halus.

Dial menggunakan warna biru gelap dengan finishing sunburst, kemudian dipadukan dengan aksen Tiffany Blue pada sejumlah elemen penting. Warna khas Tiffany tersebut muncul pada skala detik chronograph, penanda pada subdial, serta jendela tanggal yang ditempatkan secara tersembunyi di posisi 6.

Layout-nya mempertahankan format three-register chronograph klasik. Indeks menggunakan applied steel, sementara jarum dibuat dari emas putih sehingga keseluruhan dial tetap memiliki karakter elegan meskipun fungsi chronograph menjadi fokus utama.

Pendekatan ini membuat Tiffany Blue tidak mendominasi seluruh tampilan. Warna tersebut justru berfungsi sebagai semacam signature visual yang baru terlihat ketika diperhatikan lebih dekat.

Movement Zenith El Primero dengan Rotor Bird on a Rock

tiffany&co timer platinum 6
Image credit: Time and Tide Watches

Di balik dial tersebut terdapat salah satu movement chronograph paling bersejarah dalam watchmaking modern: Zenith El Primero.

Diperkenalkan pada 1969, El Primero merupakan salah satu movement chronograph automatic terintegrasi pertama di dunia dan terkenal dengan frekuensi tinggi 5Hz. Untuk Timer ini, movement tersebut mendapatkan sejumlah modifikasi khusus Tiffany dengan power reserve sekitar 50 jam.

Namun, kejutan terbesar justru terlihat dari caseback.

Rotor openworked dihiasi replika miniatur “Bird on a Rock”, salah satu desain paling ikonik Tiffany yang diciptakan oleh Jean Schlumberger. Burung kecil tersebut berukuran hanya sekitar 1,4 cm dan dibuat dari emas 18K, kemudian dipahat serta dikerjakan dengan tangan.

Motif Bird on a Rock sendiri pertama kali diperkenalkan pada 1965 dan selama lebih dari enam dekade berkembang menjadi salah satu simbol paling mudah dikenali dari dunia jewelry Tiffany.

Pada Timer ini, simbol tersebut tidak ditempatkan sebagai ornamen eksternal yang langsung terlihat. Ia justru disembunyikan di dalam movement, menjadikan caseback sebagai semacam easter egg bagi pemiliknya.

Anniversary Watch dengan DNA Tiffany yang Kuat

tiffany&co timer platinum 2
Image credit: Time and Tide Watches

Menariknya, edisi titanium-platinum ini bukan satu-satunya interpretasi Timer yang diperkenalkan Tiffany pada 2026.

Sebelumnya, Tiffany menghadirkan versi dengan case platinum penuh yang hanya dibuat 60 unit. Versi terbaru memperbesar jumlah produksi menjadi 100 unit sekaligus menawarkan karakter yang lebih ringan dan sporty melalui penggunaan titanium.

Keduanya tetap membawa gagasan yang sama: menghidupkan kembali sejarah Tiffany dalam pengukuran waktu, tetapi dengan standar finishing dan estetika kontemporer.

Bagi Tiffany, ini juga menjadi cara untuk menunjukkan bahwa sejarah watchmaking mereka tidak berhenti pada jam-jam vintage atau stopwatch abad ke-19. Heritage tersebut masih bisa diterjemahkan ke dalam sebuah chronograph modern dengan movement kelas atas dan detail métiers d’art yang sangat personal.

Harga dan Ketersediaan

tiffany&co timer platinum 5
Image credit: Time and Tide Watches

Tiffany & Co. belum mengungkapkan harga publik untuk Timer titanium-platinum ini. Jam tersebut akan tersedia mulai September 2026 melalui butik Tiffany & Co.

Produksinya dibatasi hanya 100 unit, sehingga positioning-nya jelas lebih dekat ke collectible haute horlogerie dibandingkan produk reguler dalam lini jam Tiffany.

Kesimpulan

Timer titanium-platinum ini memperlihatkan strategi Tiffany & Co. yang semakin serius dalam membangun identitasnya di dunia watchmaking.

Kombinasi titanium ringan, bezel platinum, dial biru gelap, El Primero, serta miniatur Bird on a Rock membuatnya berada di persimpangan antara chronograph olahraga, haute horlogerie, dan high jewelry.

Yang paling menarik justru bagaimana Tiffany tidak perlu menempatkan logonya secara berlebihan untuk menunjukkan identitas. Cukup melihat rotor di balik caseback, dan pemiliknya akan menemukan satu detail kecil yang langsung menghubungkan jam ini dengan sejarah jewelry Tiffany selama puluhan tahun.

Dengan hanya 100 unit, Timer terbaru ini bukan sekadar perayaan 160 tahun sebuah stopwatch. Ia juga menjadi pernyataan bahwa Tiffany & Co. ingin sejarah watchmaking-nya kembali diperhitungkan.

Sumber:

The new Christopher Ward C60 Trident Biscay looks back across six decades of diving

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *