A. Lange & Söhne Kembalikan Proporsi Klasik 1815 Up/Down Lewat Dial Biru Pertamanya

Di tengah tren industri jam tangan yang cenderung menghadirkan case semakin besar, A. Lange & Söhne justru mengambil arah sebaliknya. Manufaktur asal Saxony, Jerman, memperkenalkan dua edisi khusus terbaru 1815 Up/Down dengan case yang kembali ke ukuran lebih ringkas, sekaligus menghadirkan dial biru untuk pertama kalinya dalam lini 1815 Up/Down. Tersedia dalam pilihan emas putih...

Tiffany & Co. Rayakan 160 Tahun Chronograph Pertamanya Lewat Timer Titanium-Platinum Edisi 100 Unit

Dunia jam tangan mewah tidak selalu dimulai dari manufaktur tradisional. Jauh sebelum Tiffany & Co. dikenal sebagai salah satu nama terbesar dalam perhiasan Amerika, rumah ini sudah memiliki sejarah panjang dalam urusan pengukuran waktu. Pada 1866, Tiffany memperkenalkan stopwatch pertamanya yang dikenal sebagai “Tiffany & Co. Timing Watch”, yang kemudian lebih sederhana disebut sebagai Timer....

Jam Tangan Mewah Bisa Dipalsukan, Jadi Bagaimana Brand Membuktikan Keasliannya? 

Pemalsuan jam tangan mewah telah berkembang menjadi industri ilegal bernilai miliaran dolar yang merugikan produsen, kolektor, hingga konsumen. Seiring meningkatnya kualitas replika, brand-brand jam mewah pun terus mengembangkan teknologi keamanan yang semakin canggih. Kini, perlindungan terhadap keaslian sebuah jam tidak lagi hanya mengandalkan nomor seri atau sertifikat fisik. Banyak produsen menggunakan teknologi yang setara—bahkan dalam...

Frederique Constant Buktikan Kemampuan Kustomisasi Lewat Tourbillon Platinum “Julie” yang Sangat Personal

Kustomisasi jam tangan biasanya identik dengan nama-nama haute horlogerie atau atelier independen yang memang sejak awal membangun bisnis dari personal commission. Karena itu, ketika brand yang lebih dikenal lewat luxury watchmaking dengan harga relatif terjangkau menghadirkan sebuah unique piece yang dibuat khusus untuk seorang kolektor, hasilnya menjadi cukup menarik untuk diperhatikan. Frederique Constant kini memperlihatkan...

Parmigiani Fleurier, Langkah Selanjutnya Bagi Kolektor yang Sudah Melewati Rolex dan Patek Philippe

Perjalanan menjadi kolektor jam tangan biasanya dimulai dari nama-nama yang sudah sangat dikenal. Rolex, Omega, Patek Philippe, Audemars Piguet—brand yang mudah ditemukan di majalah, forum, media sosial, bahkan film dan pergelangan tangan selebriti. Namun, semakin lama seseorang mengoleksi, semakin berubah pula pertanyaannya. Bukan lagi sekadar, “Jam apa yang paling terkenal?”, melainkan, “Apa yang masih bisa...

Tudor Black Bay Chrono 39 vs Rolex Cosmograph Daytona: Mana Chronograph Sport Terbaik di 2026?

Selama bertahun-tahun, Rolex Cosmograph Daytona menjadi tolok ukur chronograph sport mewah. Namun, kehadiran Tudor Black Bay Chrono 39 membuat persaingan semakin menarik. Dengan diameter 39 mm yang lebih ringkas, desain yang lebih tipis, serta proporsi yang lebih elegan dibanding generasi Black Bay Chrono sebelumnya, banyak kolektor mulai mempertanyakan: apakah Daytona masih layak menjadi pilihan utama,...

Rolex Deepsea Challenge Milik James Cameron Dipamerkan ke Publik, Jam yang Pernah Menyentuh Dasar Palung Mariana

Bagi para kolektor jam tangan, Rolex identik dengan presisi dan ketangguhan. Namun, ada satu model yang memiliki kisah jauh melampaui dunia horologi, yaitu Rolex Deepsea Challenge eksperimental yang menemani sutradara James Cameron dalam ekspedisi solo ke titik terdalam Bumi. Kini, jam bersejarah tersebut dipamerkan di Australian National Maritime Museum di Sydney sebagai bagian dari pameran...

7 Minute Repeater Terbaik di Dunia: Komplikasi Jam Tangan yang Menjadi Puncak Seni Horologi

Di dunia horologi, minute repeater dianggap sebagai salah satu komplikasi mekanis paling rumit yang pernah diciptakan. Berbeda dengan jam tangan biasa yang menunjukkan waktu melalui jarum, minute repeater mampu membunyikan waktu sesuai permintaan melalui kombinasi dentingan nada. Saat tuas atau pusher diaktifkan, mekanisme ini akan membunyikan: Nada rendah untuk menunjukkan jumlah jam. Kombinasi nada tinggi...

Jaeger-LeCoultre Reverso Or Deco: Ketika Jam Tangan Ikonik Kembali ke Akar Art Deco-nya

Selama hampir satu abad, Jaeger-LeCoultre Reverso dikenal sebagai salah satu desain jam tangan paling ikonik di dunia. Pertama kali diperkenalkan pada 1931, Reverso diciptakan untuk para pemain polo yang membutuhkan jam tangan dengan case dapat dibalik guna melindungi dial dari benturan saat bertanding. Namun, sejarah Reverso tidak berhenti di lapangan polo. Memasuki era Art Deco,...

Sorotan Pasar Vintage: Wittnauer 235T, Cleto Munari, Blancpain Technisub, hingga Eberhard Contograf

Pasar jam tangan vintage selalu menawarkan kejutan bagi para kolektor. Selain model-model ikonik dari Rolex, Omega, atau Patek Philippe, masih banyak referensi langka dari merek lain yang memiliki nilai sejarah tinggi dan jumlah produksi terbatas. Dalam edisi terbaru kolom Bring a Loupe, empat jam tangan vintage menarik kembali menjadi sorotan karena keunikan desain, sejarah, dan...