Anordain Perkenalkan Model 1 Porcelain, Skala Produksi Naik Tanpa Kehilangan Sentuhan Artisanal

Bagi Anordain, membuat jam tangan bukan sekadar soal merancang case dan memasang movement. Brand asal Glasgow, Skotlandia, ini justru membangun reputasinya lewat satu bagian yang paling sulit diproduksi secara konsisten: dial enamel buatan tangan.

Konsekuensinya, popularitas Anordain juga membawa masalah tersendiri. Permintaan terhadap jam-jamnya begitu tinggi hingga calon pembeli harus menghadapi waiting list yang bisa berlangsung bertahun-tahun.

Kini Anordain mencoba mencari jalan tengah lewat Model 1 Porcelain. Alih-alih menggunakan enamel seperti yang selama ini menjadi identitas utamanya, model baru ini memakai dial porselen yang tetap dibuat secara individual dengan teknik tradisional. Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengubah filosofi artisanal yang membuat Anordain menarik bagi kolektor.

Font Kustom Terinspirasi Angka Breguet

Salah satu perubahan paling mudah terlihat pada Model 1 Porcelain justru bukan material dial, melainkan angka-angkanya.

Anordain bekerja sama dengan desainer grafis asal Amsterdam, Kia Tasbihgou, untuk menciptakan font khusus. Bentuknya merupakan interpretasi yang lebih playful terhadap angka klasik bergaya Breguet.

Inspirasi tersebut berawal dari percakapan pendiri Anordain, Lewis Heath, mengenai detail pada jam saku Breguet. Alih-alih menyalin begitu saja bentuk angka historis tersebut, Anordain dan Tasbihgou mengolahnya menjadi bahasa tipografi baru yang terasa lebih eksperimental.

Hasilnya membuat Model 1 Porcelain terlihat familiar sekaligus berbeda dari Model 1 sebelumnya. Angka-angka tetap memiliki akar klasik, tetapi proporsi dan bentuknya memberikan karakter yang lebih kontemporer.

Menariknya, font ini kemudian tidak hanya menjadi elemen grafis. Bentuknya ikut memengaruhi desain jarum jam.

Proses Pembuatan Dial Porselen Cara Tradisional

Di sinilah Model 1 Porcelain menjadi lebih menarik.

Porselen yang digunakan Anordain bukan sekadar material industrial yang dipotong dari lembaran besar. Setiap dial dibuat secara individual, dengan clay diaplikasikan ke dial blank sebelum melalui proses pembakaran.

Metode ini memang lebih lambat dan memiliki tingkat kegagalan yang sangat tinggi. Menurut Anordain, tingkat reject dapat mencapai 90 persen selama proses produksi.

Namun dibandingkan enamel, porselen memberikan peluang untuk meningkatkan kapasitas.

Tujuh pengrajin enamel Anordain secara kolektif hanya mampu menghasilkan sekitar 50 dial enamel per bulan. Sementara itu, seorang spesialis porselen dapat memproduksi sekitar 30–40 dial dalam periode yang sama.

Angka tersebut menjadi penting bagi sebuah brand yang menghadapi permintaan jauh lebih besar daripada kemampuan produksinya.

Jadi, Model 1 Porcelain bukan sekadar eksperimen material. Ia merupakan bagian dari strategi Anordain untuk mengurangi tekanan waiting list tanpa harus berubah menjadi produsen massal.

Ironisnya, tingkat kegagalan hingga 90 persen justru menunjukkan bahwa kata “artisanal” pada jam ini bukan sekadar jargon pemasaran.

Case 38mm dan Jarum dengan Sentuhan Breguet

Image credit: Watches by SJX

Secara keseluruhan, Model 1 Porcelain tetap mempertahankan proporsi yang relatif compact dan understated.

Case stainless steel polished memiliki diameter 38mm dengan ketebalan sekitar 11mm. Ukuran tersebut membuatnya tetap berada di wilayah dressy-casual yang selama ini menjadi karakter kuat Model 1.

Namun, bagian yang mendapatkan revisi cukup besar adalah handset.

Jarum baru masih menggemakan bentuk syringe hands yang sudah menjadi salah satu ciri Anordain, tetapi jarum jam mendapatkan sentuhan yang lebih dekat dengan estetika Breguet.

Detail paling menarik terdapat pada cincin di bagian jarum jam. Bentuknya mengambil inspirasi dari angka “0” asimetris dalam font baru yang dirancang Tasbihgou.

Dengan demikian, tipografi dan handset tidak berdiri sebagai dua elemen terpisah. Keduanya menggunakan bahasa visual yang sama.

Dua Pilihan Movement

Image credit: Watches by SJX

Untuk movement, Anordain menawarkan dua pilihan.

Versi standar menggunakan La Joux-Perret G101, movement automatic yang menjadi basis mekanis utama Model 1 Porcelain.

Bagi kolektor yang menginginkan sentuhan lebih eksklusif, tersedia opsi La Joux-Perret A1. Secara teknis, movement ini identik dengan G101, tetapi mendapatkan dekorasi khusus Anordain.

Bridge dan openworked rotor dihiasi motif spiral yang dirancang secara eksklusif untuk brand tersebut. Upgrade ini menambah sekitar 15 persen dari harga versi standar.

Pendekatan tersebut cukup masuk akal untuk Model 1 Porcelain. Anordain tidak mencoba membuat movement sendiri, tetapi memberikan ruang bagi finishing untuk menambahkan karakter personal pada mekanisme yang digunakan.

Harga dan Ketersediaan

Image credit: Watches by SJX

Anordain Model 1 Porcelain dibanderol mulai USD 2.950 untuk versi dengan La Joux-Perret G101.

Sementara versi dengan movement A1 yang mendapatkan dekorasi khusus ditawarkan dengan harga sekitar USD 3.400.

Menariknya, Anordain menyiapkan 70 unit yang tersedia sekarang di luar waiting list reguler. Pelanggan lama mendapatkan akses prioritas selama 24 jam sebelum penjualan dibuka kepada pelanggan baru.

Strategi ini memungkinkan Anordain menawarkan sesuatu yang relatif lebih mudah didapat tanpa menghilangkan eksklusivitas yang selama ini melekat pada produknya.

Kesimpulan

Model 1 Porcelain menunjukkan bahwa ekspansi produksi tidak selalu harus berarti meninggalkan pendekatan artisanal.

Anordain memang mencari metode yang lebih efisien dibandingkan enamel, tetapi proses pembuatan dial porselennya sendiri tetap jauh dari industrialisasi massal. Setiap dial masih dibuat secara individual, melewati pembakaran, dan memiliki risiko kegagalan yang sangat tinggi.

Di sisi desain, font Breguet yang diinterpretasikan ulang, handset baru, serta pilihan movement dengan finishing khusus membuat Model 1 Porcelain tidak terasa seperti sekadar versi “lebih mudah diproduksi” dari jam Anordain.

Justru sebaliknya, model ini bisa menjadi eksperimen penting bagi masa depan brand: bagaimana memperbesar skala tanpa kehilangan alasan mengapa orang pertama kali jatuh cinta pada Anordain.

Sumber:

https://watchesbysjx.com/2026/08/anordain-model-1-porcelain.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *