Alpina Ubah Dive Watch-nya Jadi Alat Navigasi Lewat Kolaborasi Route du Rhum

Kolaborasi antara jam tangan dan ajang olahraga sering kali mengikuti formula yang cukup mudah ditebak: ganti warna dial, tambahkan logo atau ukiran khusus, batasi produksi, lalu selesai. Namun, Alpina mengambil pendekatan yang sedikit berbeda lewat Seastrong Diver Extreme Automatic Route du Rhum Destination Guadeloupe. Dibuat untuk menyambut edisi ke-13 Route du Rhum, balap layar solo...

Zenith Chronomaster Solo Sport vs Breitling Chronomat: Mana yang Lebih Layak Dipilih?

Geneva Watch Days 2026 baru saja usai, tetapi salah satu rilisan yang paling menarik perhatian justru datang dari Zenith dengan pendekatan yang cukup tidak biasa. Melalui Chronomaster Solo Sport, Zenith mengambil basis desain Chronomaster Sport yang terkenal sebagai chronograph lalu menghilangkan fungsi chronograph tersebut sepenuhnya. Hasilnya adalah sebuah sporty three-hand watch dengan karakter movement frekuensi...

Anordain Perkenalkan Model 1 Porcelain, Skala Produksi Naik Tanpa Kehilangan Sentuhan Artisanal

Bagi Anordain, membuat jam tangan bukan sekadar soal merancang case dan memasang movement. Brand asal Glasgow, Skotlandia, ini justru membangun reputasinya lewat satu bagian yang paling sulit diproduksi secara konsisten: dial enamel buatan tangan. Konsekuensinya, popularitas Anordain juga membawa masalah tersendiri. Permintaan terhadap jam-jamnya begitu tinggi hingga calon pembeli harus menghadapi waiting list yang bisa...

Patek Philippe Beri Wajah Baru In-Line Perpetual Calendar Lewat Dial “Gradient Silver”

Ada jam tangan yang berubah total setelah mendapat komplikasi baru. Ada pula yang cukup mengganti warna dial untuk terasa seperti jam yang berbeda. Patek Philippe Ref. 5236P-011 termasuk kategori kedua. Sekilas, perubahan pada In-Line Perpetual Calendar ini memang terlihat sederhana. Namun, pergantian dial dari versi sebelumnya menjadi gradient silver memberikan karakter yang jauh lebih vintage...

Minase Kembali ke Akar Lewat Mastercraft J3, Titik Masuk Baru dengan Harga Paling Terjangkau

Di tengah industri jam tangan yang semakin ramai dengan desain kompleks dan spesifikasi teknis tinggi, Minase justru memilih kembali ke bentuk yang lebih sederhana. Manufaktur asal Jepang ini memperkenalkan Mastercraft J3, sebuah reinterpretasi modern dari salah satu referensi awal mereka, M3. Menariknya, J3 bukan hanya membawa kembali bahasa desain klasik Minase. Model ini juga menjadi...

Review Rolex Oyster Perpetual 36 Jubilee Dial: Detail Rumit di Balik Jam “Termurah” Rolex

Di tengah semakin banyaknya jam mewah yang mengandalkan nama besar dan harga tinggi, Rolex justru menunjukkan sesuatu yang menarik lewat Oyster Perpetual 36 dengan dial Jubilee terbaru. Model ini memang berada di salah satu titik masuk paling rendah dalam katalog Rolex, tetapi detail produksinya jauh dari sederhana. Dial Jubilee yang menjadi daya tarik utama bukan...

BA111OD Hadirkan Chapter 7 Skeleton, Jam Terbuka Penuh dengan Harga Terjangkau

puluhan hingga ratusan juta rupiah. Semakin banyak merek independen yang berupaya menghadirkan desain open-worked kepada pasar yang lebih luas tanpa mengorbankan kualitas mekanis. Salah satunya adalah BA111OD, brand independen asal Neuchâtel, Swiss, yang kini memperluas koleksi Chapter 7melalui peluncuran Chapter 7 Skeleton. Model terbaru ini mempertahankan karakter sport-chic dari lini Chapter 7, namun membuka hampir...

Glashütte Original Perbarui Senator Chronograph, Kini Lebih Ramping dalam Dua Karakter Berbeda

Glashütte Original memperbarui Senator Chronograph dengan generasi terbaru yang hadir dalam dua karakter berbeda: Senator Chronograph bergaya klasik dan Senator Chronograph Navigator yang mengambil pendekatan pilot watch. Keduanya menggunakan basis teknis yang sama, tetapi kini hadir dengan case yang lebih ramping dan proporsi yang lebih wearable. Case Lebih Kecil dan Tipis Generasi terbaru Senator Chronograph...