Bianchet Hadirkan UltraFino Tonneau dalam Balutan Full Ceramic, Tourbillon Seringan 8 Gram

Bianchet kembali mengeksplorasi batas antara ultra-thin watchmaking, integrated sports watch, dan haute horlogerie lewat UltraFino Tonneau Ceramic. Sejak debut pada 2025, UltraFino Tonneau menjadi model penting bagi brand independen asal Swiss tersebut karena menggabungkan konstruksi ultra-tipis, automatic movement, tourbillon, dan integrated bracelet dalam satu desain tonneau.

Sebelumnya, Bianchet telah menawarkan UltraFino Tonneau dalam material seperti titanium, sapphire, dan carbon fibre. Kini, material yang digunakan bergeser ke salah satu bahan yang semakin identik dengan kategori integrated sports watch: ceramic.

Versi terbaru ini hadir dalam dua karakter yang sama-sama berani, yaitu White dan Deep Blue. Namun, di balik pilihan warna tersebut terdapat konstruksi yang tetap berfokus pada satu hal: bagaimana membuat sebuah tourbillon automatic tetap seringan mungkin tanpa mengorbankan karakter visualnya.

Desain Case Tonneau yang Ramping

Image credit: Monochrome Watches

UltraFino Tonneau Ceramic memiliki case berukuran 40mm x 47,5mm dengan ketebalan hanya 8,9mm. Proporsi tersebut membuatnya relatif ramping untuk sebuah jam dengan tourbillon automatic dan bracelet terintegrasi.

Bianchet menawarkan dua kombinasi warna.

Versi pertama menggunakan ceramic putih dengan gasket biru tua sebagai aksen kontras. Sementara versi Deep Blue menggunakan ceramic biru tua dengan gasket hitam yang memberikan tampilan lebih stealthy.

Permukaan case mendapatkan kombinasi vertical brushing dan polished bevel, menciptakan permainan cahaya yang cukup kompleks pada siluet tonneau. Sapphire crystal digunakan di bagian depan dan belakang sehingga konstruksi movement dapat dilihat dari kedua sisi.

Untuk pemakaian sehari-hari, case ini memiliki water resistance hingga 50 meter.

Material Ceramic dan Tourbillon yang Terbuka Penuh

Image credit: Monochrome Watches

Berbeda dari jam tangan dengan dial konvensional, UltraFino Tonneau praktis tidak memiliki dial dalam pengertian tradisional.

Seluruh movement dibiarkan terbuka sehingga bridge, plate, roda gigi, dan tourbillon menjadi bagian utama dari tampilan jam. Pendekatan ini membuat material ceramic pada case justru berfungsi sebagai bingkai bagi mekanisme di dalamnya.

Pada versi Deep Blue, bridge dan plate mendapatkan finishing PVD hitam yang menghasilkan tampilan lebih gelap dan monokromatik.

Sementara itu, versi White menggunakan PVD cobalt blue pada movement. Warna biru tersebut menciptakan kontras yang jauh lebih kuat terhadap case ceramic putih.

Treatment serupa juga diterapkan pada flying tourbillon di posisi 6 o’clock, sehingga elemen mekanis tersebut tidak sekadar menjadi fungsi teknis, tetapi juga menjadi titik fokus visual.

Movement Kaliber UT01 — Tourbillon Automatic Seringan 8 Gram

Image credit: Monochrome Watches

Di balik konstruksi tersebut terdapat Kaliber UT01, movement automatic tourbillon yang menjadi salah satu bagian paling ekstrem dari UltraFino Tonneau.

Movement ini memiliki ketebalan hanya 3,85mm dan bobot sekitar 8 gram. Hampir seluruh konstruksinya dibuat dari titanium untuk mempertahankan bobot serendah mungkin.

Flying tourbillon menggunakan cage dengan ketebalan sekitar 2,66mm dan melakukan satu putaran setiap menit. Movement beroperasi pada frekuensi 21.600 vph dan menawarkan power reserve hingga 60 jam.

Sistem winding menggunakan rotor berbentuk Golden Ratio, sebuah detail desain yang sesuai dengan filosofi Bianchet yang banyak menggunakan prinsip proporsi matematis dalam desainnya.

Meski sangat tipis dan ringan, UT01 diklaim mampu menahan guncangan hingga 5.000 G. Dengan demikian, angka 8 gram tersebut bukan sekadar gimmick untuk mengejar spesifikasi ultra-light, tetapi bagian dari pendekatan engineering yang lebih menyeluruh.

Bracelet Ceramic dengan Sistem Quick-Release

Image credit: Monochrome Watches

Karakter integrated sports watch UltraFino Tonneau semakin kuat melalui penggunaan ceramic integrated bracelet yang dibuat senada dengan case.

Bracelet ini mempertahankan garis tonneau dari case hingga ke pergelangan sehingga keseluruhan jam terlihat seperti satu objek yang utuh.

Bianchet juga menyertakan strap karet tambahan dalam presentation box. Untuk versi Deep Blue, strap tersebut berwarna hitam, sedangkan versi White mendapatkan strap cobalt blue.

Sistem quick-release memungkinkan perpindahan antara bracelet dan strap dilakukan dengan lebih praktis, tanpa harus mengorbankan tampilan integrated case yang menjadi identitas utama model ini.

Harga dan Ketersediaan

Image credit: Monochrome Watches

Bianchet UltraFino Tonneau Ceramic dibanderol CHF 72.500, belum termasuk pajak.

Berbeda dari beberapa limited edition Bianchet sebelumnya, versi Ceramic ini menjadi bagian dari koleksi permanen. Artinya, eksplorasi ceramic bukan sekadar eksperimen sesaat, melainkan bagian dari arah pengembangan UltraFino Tonneau ke depan.

Kesimpulan

UltraFino Tonneau Ceramic menunjukkan bagaimana Bianchet terus menggunakan material sebagai cara untuk mengeksplorasi karakter berbeda dari sebuah desain yang sama.

Case ceramic memberikan kesan lebih solid dan kontemporer, sementara movement UT01 justru bergerak ke arah sebaliknya: semakin tipis, semakin ringan, dan semakin terbuka.

Dengan ketebalan case hanya 8,9mm dan movement tourbillon automatic yang berbobot sekitar 8 gram, Bianchet berhasil mempertahankan formula yang membuat UltraFino Tonneau menarik sejak awal—menggabungkan integrated bracelet, desain tonneau, dan komplikasi tourbillon dalam paket yang ekstrem secara teknis.

Pada akhirnya, UltraFino Tonneau Ceramic bukan hanya tentang ceramic. Ia menjadi demonstrasi bahwa bagi brand independen seperti Bianchet, material baru adalah alasan untuk kembali menguji seberapa jauh sebuah konsep ultra-thin bisa dikembangkan.

Sumber:

https://monochrome-watches.com/bianchet-ultrafino-tonneau-full-ceramic-versions-white-blue-2026-introducing-price/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *