6 Dress Watch Klasik dengan Sentuhan Kontemporer, dari yang Terjangkau hingga Haute Horlogerie

Dress watch merupakan salah satu kategori paling klasik dalam dunia horologi. Dari jam tipis dengan dial sederhana hingga kreasi haute horlogerie yang penuh detail mekanis, kategori ini telah melahirkan sejumlah jam tangan yang tetap relevan selama puluhan tahun.

Namun, menjadi klasik tidak berarti harus selalu konvensional. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak watchmaker yang mencoba menerjemahkan kembali konsep dress watch melalui proporsi baru, material kontemporer, teknik dekorasi yang tidak biasa, hingga movement yang sengaja dirancang berbeda.

Berikut enam dress watch dengan pendekatan kontemporer yang menarik perhatian, mulai dari model yang relatif accessible hingga kreasi independen dengan harga puluhan ribu Swiss franc.

Frederique Constant Classics Moneta — Dress Watch Klasik dengan Dial Salmon

Frederique Constant Classics Moneta memadukan case compact 38,5mm dengan dial salmon bergradasi, bezel fluted tersembunyi, dan movement manual-winding dengan power reserve 63 jam.

Moneta merupakan salah satu contoh bagaimana desain dress watch klasik dapat diterjemahkan dengan pendekatan yang lebih modern tanpa kehilangan karakter elegannya.

Case stainless steel berdiameter 38,5mm memiliki ketebalan 10,13mm. Salah satu detail yang paling menarik terletak pada bezel fluted yang ditempatkan di bawah kristal sapphire, bukan sebagai elemen terluar case seperti pada banyak jam klasik.

Konstruksi tersebut memberikan efek visual berbeda ketika terkena cahaya sekaligus mempertahankan profil case yang relatif bersih.

Dial salmon dengan gradasi yang semakin gelap ke arah tepi kemudian memberikan sentuhan vintage. Indeks applied bergaya diamond-cut dipadukan dengan jarum dauphine, sementara small seconds ditempatkan pada posisi pukul 6.

Di baliknya terdapat Kaliber FC-435, movement manual-winding dengan 29 jewels, frekuensi 28.800 vph, dan power reserve hingga 63 jam. Caseback sapphire memungkinkan dekorasi Côtes de Genève pada movement terlihat dari belakang.

Frederique Constant memproduksi Classics Moneta ini secara terbatas sebanyak 999 unit dengan harga CHF 1.995.

Alexandre Martin 1965 — Debut Independen dengan Dial Berlapis

Alexandre Martin 1965 merupakan debut independen yang menggabungkan case 38mm, dial tiga bagian berbasis emas, dan movement vintage CYMA 586 yang mendapatkan pengerjaan ulang secara ekstensif.

Berbeda dari Frederique Constant yang berasal dari maison dengan sejarah panjang, Alexandre Martin 1965 hadir sebagai pernyataan awal dari independent watchmaker.

Jam ini memiliki case berdiameter 38mm dengan ketebalan hanya 9,35mm, mempertahankan proporsi yang sesuai dengan karakter dress watch klasik.

Salah satu daya tarik utamanya berada pada konstruksi dial. Dial terdiri dari tiga bagian dengan dasar berbahan emas, menciptakan kedalaman visual tanpa perlu mengandalkan komplikasi yang berlebihan.

Di balik dial tersebut terdapat CYMA 586, sebuah movement vintage yang mendapatkan proses rework secara ekstensif agar dapat digunakan kembali dalam konteks jam modern.

Pendekatan seperti ini memberikan karakter yang berbeda dari penggunaan movement baru. Alih-alih menyembunyikan usia movement, Alexandre Martin menjadikannya bagian dari cerita jam.

Alexandre Martin 1965 diproduksi hanya dalam 12 unit berbahan steel dengan harga CHF 65.000.

Venezianico Redentore Levius — Titanium dan Guilloché Biru

Venezianico Redentore Levius menggabungkan case titanium grade 5 berukuran 38mm, dial guilloché biru yang dikerjakan dengan tangan, dan movement manual-winding buatan OISA dari Italia.

Venezianico membawa dress watch ke arah yang lebih kontemporer melalui penggunaan titanium grade 5.

Case berdiameter 38mm memiliki ketebalan hanya 8,9mm, membuatnya cukup ramping untuk kategori dress watch. Material titanium memberikan karakter ringan sekaligus tampilan yang berbeda dari penggunaan precious metal atau stainless steel konvensional.

Namun, daya tarik utama Redentore Levius berada pada dial-nya.

Permukaan dial dihiasi pola guilloché biru yang dikerjakan secara manual. Teknik tersebut menghasilkan permainan cahaya yang berubah ketika dial dilihat dari sudut berbeda.

Movement manual-winding V5000 kemudian menjadi jantung mekanis jam. Kaliber tersebut dibuat oleh OISA, manufaktur movement asal Italia, dan menawarkan power reserve hingga 60 jam.

Dengan kombinasi material ringan, finishing dial tradisional, dan movement buatan Italia, Redentore Levius menawarkan interpretasi dress watch yang cukup berbeda dari pendekatan Swiss yang lebih umum.

Model ini ditawarkan dengan harga EUR 4.750.

Marcu Initial — Motif Pine-Needle dan Movement dengan 75 Sudut Polished

Marcu Initial adalah debut Jérôme Marcu yang menggunakan case titanium 40mm, dial bermotif pine-needle, serta movement JM01 dengan 75 sudut polished pada arsitektur mekanisnya.

Marcu Initial membawa pendekatan independent watchmaking yang lebih eksperimental.

Jam ini memiliki case titanium berdiameter 40mm dengan ketebalan 13,10mm. Ukurannya sedikit lebih berani dibandingkan proporsi dress watch tradisional, tetapi tetap menggunakan berbagai elemen yang menjaga karakter elegan.

Dial menampilkan motif pine-needle yang memberikan identitas visual kuat. Pola tersebut membuat permukaan dial terasa lebih hidup ketika terkena cahaya.

Namun, perhatian terbesar justru tertuju pada movement JM01.

Movement ini memiliki arsitektur yang dirancang khusus dan dihiasi dengan 75 sudut polished. Finishing tersebut menunjukkan pendekatan yang sangat berorientasi pada detail, terutama karena sebagian besar pekerjaan dilakukan untuk menciptakan efek visual pada komponen yang dapat dinikmati melalui caseback.

Marcu Initial diproduksi terbatas hanya 33 unit dengan harga CHF 59.000.

Kiwame Tokyo Yane — Dress Watch Rectangular Terinspirasi Atap Kuil

Kiwame Tokyo Yane merupakan jam rectangular pertama Kiwame Tokyo yang mengambil inspirasi dari bentuk atap kuil di Asakusa dan menggunakan movement Miyota 6T27.

Jika sebagian besar dress watch dalam daftar ini mempertahankan bentuk case bulat, Kiwame Tokyo memilih jalur yang berbeda.

Tokyo Yane menjadi jam rectangular pertama dari brand tersebut. Inspirasi desainnya berasal dari atap kuil di kawasan Asakusa, Tokyo, sehingga bentuk case memiliki hubungan langsung dengan arsitektur tradisional Jepang.

Case steel dibuat compact agar tetap nyaman digunakan sebagai dress watch. Bentuk rectangular tersebut memberikan karakter yang lebih formal dibandingkan jam sporty berbentuk tonneau atau cushion.

Di baliknya terdapat movement Miyota 6T27, sebuah pilihan yang menjaga konstruksi tetap relatif sederhana dan accessible.

Batch pertama Tokyo Yane berjumlah 400 unit dan telah sold out. Kiwame Tokyo berencana membuka kembali penjualan pada Januari 2027 dengan harga USD 730.

Dibandingkan lima jam lain dalam daftar ini, Tokyo Yane berada pada titik harga yang jauh lebih terjangkau. Namun, pendekatan desainnya memperlihatkan bahwa independent watchmaking tidak selalu harus hadir dengan harga puluhan ribu franc Swiss.

Berneron Mirage 38 Miroir — Dress Watch dengan Movement yang Dibalik

Berneron Mirage 38 Miroir menghadirkan pendekatan paling eksperimental dalam daftar ini melalui movement yang dibalik dan mirrored, hourset terbalik, serta konstruksi case precious metal.

Berneron Mirage merupakan contoh bagaimana konsep dress watch dapat didorong jauh melewati batas konvensional.

Salah satu ciri utamanya adalah konstruksi movement yang dibalik dan menggunakan permukaan mirrored. Bahkan orientasi display waktunya sengaja dibuat berbeda: jam ditempatkan di bagian atas sementara menit berada di bawah.

Pendekatan tersebut membuat pengguna harus membiasakan diri membaca waktu dengan cara yang berbeda. Namun justru ketidakbiasaan inilah yang menjadi bagian dari identitas Mirage.

Case tersedia dalam 18K white gold atau yellow gold, dengan konstruksi yang menempatkan movement dan finishing sebagai bagian penting dari pengalaman visual.

Produksinya sangat terbatas, yaitu 36 unit per tahun selama periode 10 tahun. Harganya mencapai CHF 72.500 untuk versi strap dan CHF 130.250 untuk versi dengan bracelet emas.

Berneron Mirage 38 Miroir menunjukkan bagaimana independent watchmaking dapat mengambil sesuatu yang sangat familiar—sebuah dress watch—kemudian mengubah hampir seluruh cara kita berinteraksi dengannya.

Kesimpulan

Enam dress watch ini menunjukkan bahwa kategori dress watch masih terus berkembang, dengan pendekatan mulai dari reinterpretasi desain klasik hingga eksperimen mekanis yang sangat radikal.

Frederique Constant menawarkan pendekatan yang relatif accessible melalui Moneta dengan dial salmon dan movement manual-winding. Alexandre Martin membawa kembali movement vintage melalui CYMA 586, sementara Venezianico menggabungkan titanium dan guilloché dengan movement buatan Italia.

Marcu kemudian menunjukkan sisi independent watchmaking yang lebih dekoratif melalui movement JM01, Kiwame Tokyo membawa inspirasi arsitektur Jepang ke dalam case rectangular, dan Berneron mendorong konsep tersebut lebih jauh melalui movement mirrored serta display waktu yang tidak konvensional.

Dari harga ratusan hingga puluhan ribu franc Swiss, keenam model tersebut membuktikan bahwa dress watch tidak harus selalu identik dengan dial sederhana dan case tipis berwarna emas. Justru, interpretasi kontemporer membuat kategori ini kembali memiliki ruang untuk bereksperimen.

Punya Salah Satu Dress Watch Ini?

Dress watch dari brand heritage maupun independent watchmaker dapat menjadi bagian dari koleksi bernilai, terutama ketika model tersebut memiliki produksi terbatas, craftsmanship khusus, atau karakter desain yang unik.

Jika Anda memiliki salah satu jam dalam koleksi tersebut, nilainya dapat dimanfaatkan tanpa harus langsung melepas kepemilikan. Melalui layanan gadai jam tangan di deGadai.com, kolektor dapat mempertimbangkan opsi untuk mengoptimalkan nilai aset koleksi dengan kesempatan menebusnya kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber

Monochrome Watches — 6 Dress Watches for Every Budget: Frederique Constant, Alexandre Martin, Venezianico, Marcu, Kiwame Tokyo & Berneron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *