Dominique Renaud Pulse60, Ketika Detak Jam Melambat Menyerupai Detak Jantung Manusia

Di saat industri watchmaking terus berlomba meningkatkan frekuensi, Dominique Renaud justru memilih arah yang hampir berlawanan. Melalui Pulse60, watchmaker di balik Renaud & Papi—bengkel komplikasi legendaris yang kemudian diakuisisi Audemars Piguet—menghadirkan movement yang berdetak hanya pada 1Hz atau 7.200 vibrations per hour, kurang lebih menyerupai ritme detak jantung manusia saat beristirahat.

Pulse60 menjadi movement baru yang membawa nama Dominique Renaud sendiri pada dial. Setelah sebelumnya dikenal melalui berbagai eksperimen horologi ekstrem, Renaud kini membangun sebuah arsitektur yang justru menarik perhatian dengan gerakannya yang sangat lambat.

Di tengah era ketika Zenith dan TAG Heuer mendorong frekuensi hingga 50Hz dan 5Hz sudah menjadi angka yang umum dijadikan nilai jual pada mechanical watch modern, Pulse60 menawarkan pengalaman yang berbeda. Balance wheel berukuran besar bergerak perlahan setiap detik, membuat mekanisme yang biasanya terlalu cepat untuk diamati berubah menjadi sesuatu yang hampir meditatif.

Balance Wheel Raksasa yang Menghipnotis

Dominique Renaud Pulse60-3.jpg
Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Pulse60 menggunakan balance wheel berdiameter 20mm yang bergerak perlahan melintasi bagian bawah dial sekali setiap detik.

Inilah elemen yang paling mudah mencuri perhatian ketika Pulse60 dilihat secara langsung. Balance wheel yang berukuran sangat besar tersebut tidak bergerak cepat seperti pada mechanical watch konvensional, tetapi mengayun dengan ritme yang bisa benar-benar diikuti oleh mata.

Dengan frekuensi 1Hz, balance melakukan satu osilasi penuh setiap detik. Gerakannya terlihat jelas di balik struktur bridge, termasuk hairspring yang ikut “bernapas” mengikuti setiap ayunan.

Secara visual, perpaduan antara mekanisme berkecepatan rendah dan desain deluxe-industrial menciptakan karakter yang sulit ditemukan pada mechanical watch lain. Tidak ada kesan terburu-buru. Justru karena bergerak lambat, mekanisme Pulse60 menjadi sesuatu yang dapat diamati dalam waktu lama.

Watch Collecting Lifestyle bahkan mencatat bahwa pengalaman melihat balance wheel tersebut secara langsung jauh lebih memukau dibandingkan melihatnya melalui foto. Pulse60 memang dirancang dengan mekanisme yang baru benar-benar terasa ketika gerakannya disaksikan secara langsung.

Material dan Dimensi — Tanpa Lug, Menyatu ke Strap

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Pulse60 menggunakan case Grade 5 titanium berukuran 40mm × 12mm dengan konstruksi lugless yang membuat strap terlihat seperti menyatu langsung dengan case.

Desain case menjadi bagian penting dari karakter Pulse60. Tidak terdapat conventional lugs yang menonjol dari sisi case. Sebaliknya, integrated rubber strap langsung keluar dari bagian samping case sehingga menciptakan siluet yang lebih bersih.

Case utama dibuat dari Grade 5 titanium, sementara tersedia pula versi bi-material yang menggabungkan titanium dengan pink gold 18K.

Diameter 40mm sebenarnya masih tergolong moderat untuk sebuah watch dengan movement sekompleks Pulse60. Namun ketika dipegang langsung, bentuknya terasa jauh lebih besar dari angka tersebut.

Lug-to-lug yang relatif compact membantu jam tetap nyaman di pergelangan tangan, sementara desain tanpa lug membuat transisi antara case dan strap terasa lebih natural.

Di bagian atas, domed sapphire crystal dengan lapisan anti-reflektif membuat profil jam terlihat lebih lembut. Bentuk kristal tersebut juga memainkan cahaya dari berbagai sudut, sehingga Pulse60 memiliki karakter visual yang sulit ditangkap secara sempurna melalui foto.

Water resistance berada di angka 30 meter, sesuai dengan karakter Pulse60 yang lebih menonjolkan mechanical architecture dibandingkan fungsi sebagai sport atau dive watch.

Movement Kaliber BUA2024 — Escapement Proprietary untuk Amplitudo Ekstrem

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Jantung Pulse60 adalah Kaliber BUA2024 atau Balancier Ultra Amplitude, movement manual-winding yang dirancang sejak awal untuk beroperasi pada frekuensi hanya 1Hz.

BUA2024 merupakan movement berdiameter 33mm dengan power reserve sekitar empat hari atau 96 jam. Alih-alih mengambil movement konvensional lalu menurunkan frekuensinya, Dominique Renaud membangun arsitektur ini dari awal dengan mempertimbangkan konsekuensi mekanis dari gerakan yang sangat lambat.

Frekuensi rendah biasanya membuat mechanical movement lebih rentan terhadap gangguan eksternal. Dengan lebih sedikit osilasi dan impulse, setiap gangguan terhadap balance memiliki potensi pengaruh yang lebih besar terhadap performa.

Renaud merespons persoalan tersebut melalui konstruksi escapement proprietary dan balance berukuran sangat besar.

Balance berdiameter 20mm dipadukan dengan hairspring sekitar 15mm. Dimensi tersebut lebih mendekati proporsi yang ditemukan pada marine chronometer dibandingkan movement wristwatch konvensional.

Ukuran dan inertia balance membantu membuatnya lebih tahan terhadap gangguan. Dominique Renaud menyebut sistem tersebut mampu mencapai amplitudo lebih dari 360 derajat tanpa knocking, dengan batas teoritis mendekati 700 derajat.

Pada unit yang diuji, amplitudo tercatat sekitar 400 derajat—angka yang menunjukkan seberapa ekstrem karakter movement ini.

Di bagian belakang, movement terlihat sepenuhnya melalui sapphire caseback. Finishing menggunakan horizontal satin-brushing dan black polishing pada bagian openworked escapement bridge. Crown wheel, ratchet, serta sistem double-roller menjadi beberapa detail yang dapat diamati langsung dari belakang case.

Tampilan Dead Half-Seconds yang “Berdetak” Alami

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Frekuensi 1Hz membuat Pulse60 menghasilkan fenomena dead half-seconds secara alami, sementara tiga register membagi fungsi jam-menit, detik, dan torque indicator secara jelas.

Indikasi jam dan menit ditempatkan pada posisi pukul 12. Di posisi pukul 9 terdapat small seconds, sementara torque indicator berada di posisi pukul 3.

Karena movement beroperasi pada 1Hz, jarum small seconds bergerak dalam karakter yang sangat berbeda dari mechanical watch dengan frekuensi lebih tinggi. Efek ini menghasilkan dead half-seconds yang oleh Dominique Renaud disebut sebagai “natural dead half-seconds”.

Yang menarik, efek tersebut tidak membutuhkan mekanisme tambahan khusus untuk menciptakan gerakannya. Fenomena tersebut merupakan konsekuensi langsung dari frekuensi rendah yang digunakan movement.

Torque indicator di posisi pukul 3 juga memiliki hubungan dengan sejarah teknis Dominique Renaud. Sistem tersebut membaca torque mainspring secara langsung dari barrel, sebuah pendekatan yang pertama kali dikembangkan Renaud ketika masih berada di Renaud & Papi.

Di bagian belakang, sapphire caseback membuka pandangan terhadap arsitektur movement. Dua bridge geometris menjadi elemen visual utama, sementara sistem crown wheel, ratchet, dan offset double-roller escapement terlihat terbuka.

Pada akhirnya, Pulse60 membuat indikator waktu terasa seperti sebuah pertunjukan mekanis. Jam tidak hanya menunjukkan waktu, tetapi memperlihatkan bagaimana waktu tersebut “berdetak”.

Harga dan Ketersediaan

Dominique Renaud Pulse60-4.jpg
Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Dominique Renaud Pulse60 dibanderol CHF 49.000 untuk versi titanium dan CHF 59.000 untuk versi titanium dan pink gold 18K, belum termasuk pajak.

Versi titanium dihargai CHF 49.000 atau sekitar USD 62.500, sementara versi bi-material titanium dan pink gold berada di angka CHF 59.000 atau sekitar USD 75.000.

Keduanya tersedia melalui pre-order melalui retailer resmi Dominique Renaud.

Dengan harga tersebut, Pulse60 ditempatkan langsung di wilayah independent haute horlogerie. Namun daya tariknya bukan sekadar nama watchmaker atau rarity, melainkan arsitektur movement yang benar-benar berbeda dari pendekatan mainstream.

Alih-alih menjadikan kecepatan sebagai simbol kemajuan mekanis, Dominique Renaud justru menjadikan perlambatan sebagai tantangan engineering utama.

Kesimpulan

Dominique Renaud Pulse60 membuktikan bahwa inovasi dalam watchmaking tidak selalu harus berarti bergerak semakin cepat.

Ketika industri mengejar frekuensi tinggi dan balance wheel yang berosilasi begitu cepat hingga sulit diamati, Renaud justru membawa mechanical watch kembali ke ritme yang hampir manusiawi. Balance wheel 20mm yang bergerak sekali setiap detik menjadi pusat pengalaman, sementara Kaliber BUA2024 menunjukkan bagaimana frekuensi 1Hz dapat dijadikan dasar untuk membangun arsitektur movement yang sepenuhnya baru.

Dengan power reserve 96 jam, proprietary escapement, amplitudo yang secara teoritis dapat mencapai hampir 700 derajat, serta desain case lugless yang membuat strap menyatu langsung dengan case, Pulse60 terasa seperti eksperimen horologi yang sengaja mengambil jalan berbeda.

Dan mungkin justru di situlah kekuatannya. Pulse60 tidak berusaha memenangkan perlombaan menuju frekuensi tertinggi. Ia memilih untuk memperlambat waktu sampai mekanismenya dapat benar-benar dilihat, dipahami, dan dinikmati.

Punya Koleksi Independent Watchmaking Seperti Ini?

Jam tangan dari independent watchmaker bereputasi seperti Dominique Renaud memiliki karakter kolektor yang sangat khusus. Jika ingin memanfaatkan nilai dari koleksi tersebut tanpa harus langsung menjualnya, gadai jam tangan di deGadai.com dapat menjadi salah satu opsi untuk mengoptimalkan nilai aset.

Prosesnya dirancang agar cepat, aman, dan transparan, dengan kesempatan untuk menebus kembali koleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber

Watch Collecting Lifestyle — Insider: Dominique Renaud Pulse60—Up Close With a 1 Hz Heartbeat You Can’t Stop Watching

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *