Perjalanan menjadi kolektor jam tangan biasanya dimulai dari nama-nama yang sudah sangat dikenal. Rolex, Omega, Patek Philippe, Audemars Piguet—brand yang mudah ditemukan di majalah, forum, media sosial, bahkan film dan pergelangan tangan selebriti.
Namun, semakin lama seseorang mengoleksi, semakin berubah pula pertanyaannya. Bukan lagi sekadar, “Jam apa yang paling terkenal?”, melainkan, “Apa yang masih bisa membuat saya penasaran?”
Di titik inilah nama seperti Parmigiani Fleurier mulai terasa menarik. Bukan karena brand ini lebih mahal atau lebih eksklusif dari nama-nama besar, melainkan karena pendekatannya terasa lebih personal: desain yang tidak berteriak, detail yang baru terlihat dari dekat, dan watchmaking yang mengharuskan pemiliknya benar-benar meluangkan waktu untuk mengapresiasi.
Bahkan Fratello Watches melihat Parmigiani sebagai salah satu tujuan menarik bagi kolektor yang mulai mencari sesuatu di luar pilihan mainstream.
Warisan Restorasi Sang Pendiri

Parmigiani Fleurier didirikan pada 1996 oleh Michel Parmigiani, tetapi cerita brand ini sebenarnya jauh lebih tua daripada tanggal tersebut.
Sebelum membangun maison dengan namanya sendiri, Parmigiani dikenal sebagai seorang ahli restorasi jam antik. Pengalaman tersebut kemudian menjadi fondasi penting bagi cara ia memahami watchmaking: bukan hanya membuat sesuatu yang baru, tetapi memahami mengapa sesuatu dari masa lalu dibuat dengan cara tertentu.
Parmigiani sendiri menggambarkan restorasi sebagai sumber pengetahuan. Keahliannya dalam memulihkan timepiece vintage, termasuk koleksi milik keluarga Sandoz, memberikan pemahaman mengenai teknik dan sejarah watchmaking yang kemudian dibawa ke dalam desain jam modern.
Tidak mengherankan jika karya-karya awal Parmigiani Fleurier terasa berbeda dari banyak brand baru pada zamannya. Model seperti Toric sejak 1996 sudah menunjukkan pendekatan desain yang menggabungkan proporsi klasik dengan detail yang cukup eksentrik.
Bahkan Toric QP Retrograde menjadi jam tangan pertama yang diluncurkan di bawah nama Parmigiani Fleurier dan memperkenalkan elemen seperti alternating gadroons dan knurling yang kemudian menjadi bagian dari bahasa desain maison.
Warisan tersebut penting karena menjelaskan satu hal: Parmigiani Fleurier bukan brand yang baru menemukan identitasnya ketika Tonda PF muncul. Ia hanya membutuhkan waktu untuk menemukan bentuk modern yang paling tepat untuk identitas tersebut.
Lima Tahun Terakhir Menjadi Titik Balik

Jika ada satu periode yang mengubah persepsi terhadap Parmigiani Fleurier di kalangan kolektor modern, lima tahun terakhir adalah kandidat terkuatnya.
Titik pentingnya datang pada 2021 ketika Parmigiani memperkenalkan Tonda PF. Koleksi ini membawa bahasa desain yang jauh lebih bersih: integrated bracelet, bezel bertekstur, case yang ergonomis, dial Grain d’Orge guilloché, dan pendekatan branding yang sangat minimalis.
Yang menarik, Tonda PF tidak mencoba menjadi versi lain dari Royal Oak atau Nautilus.
Justru sebaliknya. Ia mengambil kategori integrated-bracelet luxury sports watch, lalu mengolahnya dengan karakter Parmigiani sendiri. Finishing yang halus, detail dial bertingkat, dan proporsi yang relatif tenang membuat jam ini terasa lebih seperti quiet luxury daripada statement piece.
Salah satu review bahkan menggambarkan Tonda PF Micro-Rotor sebagai contoh discrete luxury: dari luar terlihat sederhana, sementara bezel platinum dan micro-rotor di dalamnya baru terasa berarti bagi orang yang memperhatikannya.
Kemudian pada 2024, Parmigiani menghidupkan kembali Toric, koleksi yang memiliki hubungan langsung dengan sejarah awal brand.
Toric generasi baru mengambil pendekatan yang bahkan lebih tradisional: case emas atau platinum, dial emas, movement manual-winding, serta finishing yang sangat artisanal.
Kombinasi Tonda PF pada 2021 dan Toric pada 2024 inilah yang membuat transformasi Parmigiani terasa begitu jelas. Fratello bahkan menyebutnya sebagai “one-two punch” yang sangat kuat bagi brand tersebut.
Desain yang Detail Tanpa Harus Berbeda demi Berbeda

Ada alasan mengapa Parmigiani Fleurier mulai menarik perhatian kolektor yang sudah melewati fase mengejar nama besar.
Brand ini tidak terlalu tertarik membuat jam yang terlihat berbeda hanya agar mudah dikenali.
Pendekatannya justru lebih subtil.
Ambil contoh Tonda PF. Dari jauh, desainnya mungkin terlihat sederhana. Namun ketika diperhatikan lebih dekat, baru muncul detail seperti pola Grain d’Orge, finishing bezel, transisi antara permukaan brushed dan polished, serta applied markers yang berada pada beberapa level dial.
Pada Tonda PF 2021, detail-detail tersebut bahkan menjadi salah satu kekuatan utama koleksi. Hodinkee mencatat bagaimana brushing pada case terasa sangat halus dan bagaimana perubahan level pada dial menciptakan permainan bayangan yang sulit ditangkap hanya melalui foto produk.
Hal yang sama terlihat lebih jelas pada Toric.
Secara sekilas, Toric generasi baru mungkin hanya terlihat seperti dress watch bundar klasik. Namun semakin dekat diperhatikan, semakin banyak detail yang muncul: bezel bertekstur, dial dengan finishing artisanal, case yang lembut, hingga movement berbasis emas yang sengaja dibuat untuk dapat dinikmati melalui caseback.
Ini menghasilkan jenis luxury yang berbeda.
Bukan jam yang mengatakan, “Lihat saya.”
Melainkan jam yang membuat orang berkata, “Tunggu, apa yang sebenarnya saya lihat di sini?”
Dan untuk kolektor berpengalaman, perbedaan tersebut bisa sangat berarti.
Backing dari Sandoz Family Foundation

Salah satu aspek yang sering luput ketika membahas Parmigiani Fleurier adalah struktur di belakang brand ini.
Parmigiani Fleurier berada di bawah Sandoz Family Foundation, keluarga yang juga memiliki hubungan historis dengan perjalanan Michel Parmigiani sebelum brand ini berdiri.
Hubungan tersebut bukan sekadar soal kepemilikan.
Koleksi jam dan benda horologi keluarga Sandoz menjadi bagian penting dari perjalanan Parmigiani sebagai restorateur. Bahkan salah satu jam yang ia restorasi dari koleksi Maurice-Yves Sandoz kemudian menginspirasi mekanisme Tonda Hémisphères.
Dukungan tersebut juga memberikan konteks mengapa Parmigiani dapat mempertahankan pendekatan yang relatif independen terhadap estetika dan watchmaking.
Di tengah industri yang semakin didorong oleh tren, volume produksi, dan kebutuhan untuk menciptakan produk yang langsung viral, Parmigiani masih memiliki ruang untuk membangun identitas yang lebih koheren.
Hasilnya terlihat pada dua koleksi utama mereka saat ini: Tonda PF yang modern dan understated, serta Toric yang lebih dekat dengan akar haute horlogerie tradisional.
Mengapa Parmigiani Bisa Menjadi Langkah Berikutnya bagi Kolektor?

Pada tahap awal, kolektor mungkin mencari validasi.
Rolex mudah dikenali. Patek Philippe memiliki sejarah yang hampir tidak perlu diperkenalkan. Bahkan orang yang tidak mengerti jam pun biasanya tahu bahwa sebuah Nautilus atau Aquanaut bukan barang biasa.
Namun setelah bertahun-tahun, validasi tersebut bisa kehilangan sebagian daya tariknya.
Kolektor mulai mencari sesuatu yang tidak langsung dikenali.
Bukan karena ingin menjadi berbeda dengan cara yang demonstratif, tetapi karena ingin menemukan sesuatu yang memiliki cerita lebih dalam.
Di sinilah Parmigiani Fleurier menjadi menarik.
Brand ini memiliki sejarah restorasi yang serius, manufaktur dan komplikasi yang kredibel, desain yang semakin matang, serta produksi yang tidak membanjiri pasar. Phillips juga menyoroti bagaimana koleksi seperti Toric dan Tonda PF menawarkan kombinasi antara technical excellence, desain khas, dan daya tarik kolektor.
Yang paling penting, Parmigiani tidak mengharuskan pemiliknya berhenti menyukai Rolex atau Patek Philippe.
Justru sebaliknya.
Seseorang bisa memiliki Submariner, Nautilus, atau Speedmaster dan tetap merasa bahwa ada sesuatu yang hilang dari koleksinya—sebuah jam yang tidak dipilih karena semua orang tahu nilainya, tetapi karena pemiliknya sendiri tahu mengapa ia berharga.
Itulah mungkin alasan mengapa Parmigiani Fleurier terasa seperti langkah berikutnya, bukan sekadar alternatif.
Kesimpulan

Menjadi kolektor jam tangan pada akhirnya bukan hanya tentang memiliki semakin banyak timepiece.
Ada fase ketika seseorang mulai berpindah dari recognition menuju appreciation.
Dari bertanya, “Apa yang paling terkenal?” menjadi, “Apa yang sebenarnya menarik dari jam ini?”
Parmigiani Fleurier berada tepat di wilayah tersebut.
Warisan restorasi Michel Parmigiani memberikan fondasi historis. Tonda PF membawa bahasa desain yang lebih modern dan understated sejak 2021, sementara Toric pada 2024 mengembalikan perhatian pada sisi haute horlogerie yang menjadi akar brand.
Bagi kolektor yang sudah melewati fase mengejar nama besar, Parmigiani menawarkan sesuatu yang lebih sulit diukur: jam yang tidak selalu perlu dikenali orang lain untuk terasa istimewa bagi pemiliknya.
Dan mungkin, justru di situlah tahap berikutnya dari sebuah koleksi dimulai.
Sumber:
Parmigiani Fleurier And The Collector’s Path Beyond The Obvious Brands
