Longines punya hubungan panjang dengan dunia penerbangan. Jauh sebelum pilot watch menjadi kategori populer seperti sekarang, manufaktur asal Saint-Imier ini sudah terlibat dalam perkembangan navigasi udara, termasuk melalui kolaborasinya dengan Charles Lindbergh dan ahli astronavigasi Philip Van Horn Weems pada era 1920-an dan 1930-an.
Salah satu chapter paling menarik dari sejarah tersebut adalah Majetek, jam pilot yang dipesan khusus oleh Angkatan Udara Cekoslowakia mulai 1935. Hampir satu abad kemudian, Longines kembali menghidupkan desain tersebut melalui Pilot Majetek modern—kali ini dengan pendekatan yang jauh lebih setia pada karakter model aslinya dibanding reissue Heritage 1935 yang diperkenalkan pada 2014.
Desain Case Cushion yang Membesar namun Tetap Setia pada Aslinya

Secara visual, karakter paling mudah dikenali dari Majetek tetap dipertahankan: case stainless steel berbentuk cushion dengan siluet yang tegas dan lug yang terintegrasi dengan bentuk case.
Namun, ukurannya kini membesar menjadi 43mm, dibanding sekitar 40mm pada model asli 1935. Longines juga membuat lug lebih membulat agar keseluruhan profil terasa lebih sesuai dengan proporsi jam modern.
Salah satu detail kecil yang menarik berada di sisi case. Terdapat pelat komemoratif bertuliskan “1935”, merujuk pada tahun ketika desain Majetek original didaftarkan ke kantor paten di Bern.
Jadi meskipun dimensinya berubah, Longines tidak mencoba mengubah identitas dasar Majetek menjadi pilot watch modern generik.
Bezel Berputar dengan Indikator Waktu Mulai

Salah satu fitur paling khas Majetek adalah bezel fluted coin-edge dengan indikator segitiga luminous.
Pada konteks aslinya, fitur ini bukan sekadar dekorasi. Bezel digunakan pilot untuk menandai waktu tertentu, misalnya ketika memulai sebuah misi, sehingga elapsed time dapat dipantau secara cepat.
Longines bahkan mengembangkan sistem tersebut sebagai bagian dari inovasi navigasi penerbangannya. Pada model modern, konstruksinya dibuat lebih praktis: bezel kini dapat berputar secara independen di bawah sapphire crystal.
Perubahan ini juga membantu jam mencapai water resistance 100 meter, sesuatu yang tentu tidak menjadi prioritas utama pada instrumen penerbangan tahun 1930-an.
Dengan demikian, fitur historis tetap dipertahankan, tetapi mekanismenya disesuaikan dengan standar penggunaan jam modern.
Dial Hitam Klasik dengan Sentuhan Modern

Longines mempertahankan tampilan dial hitam matte yang menjadi salah satu karakter visual Majetek.
Angka Arabic menggunakan material Super-LumiNova dengan warna “old radium”, menciptakan kesan vintage tanpa benar-benar menggunakan material luminous bersejarah yang sudah tidak digunakan pada jam modern.
Jarum juga mengalami sedikit perubahan. Model asli menggunakan bentuk cathedral hands yang sangat identik dengan pilot watch era tersebut, sementara versi baru memakai jarum baton yang lebih streamlined untuk meningkatkan keterbacaan.
Namun, satu elemen penting tetap dipertahankan: subdial detik berukuran besar yang recessed di bagian bawah dial.
Kombinasi tersebut membuat jam tetap mudah dikenali sebagai Majetek, meskipun keseluruhan tampilannya sudah disesuaikan dengan standar modern.
Movement Kaliber L893.6 dengan Sertifikasi COSC

Di balik desain vintage tersebut terdapat Longines Caliber L893.6, movement automatic yang membawa teknologi modern ke dalam sebuah jam yang secara visual terinspirasi instrumen hampir 90 tahun lalu.
Movement ini menggunakan silicon balance spring yang lebih tahan terhadap pengaruh medan magnet dan menawarkan power reserve hingga 72 jam.
Yang menarik, sertifikasi COSC pada jam ini tidak berhenti pada movement saja. Seluruh watch head mendapatkan sertifikasi chronometer, dengan spesifikasi akurasi antara -4 hingga +6 detik per hari.
Pendekatan ini membuat Majetek modern berada di persimpangan menarik: tampilannya berasal dari era ketika pilot watch masih merupakan alat navigasi serius, sementara jantung mekanisnya menggunakan teknologi yang jauh lebih maju.
Warisan yang Menginspirasi: Nasib Para Pilot Cekoslowakia

Di balik Majetek terdapat sejarah penerbangan yang jauh lebih dramatis daripada sekadar desain vintage.
Sekitar 3.000 unit Majetek dipasok kepada Angkatan Udara Cekoslowakia sepanjang periode 1935 hingga 1948. Jam tersebut kemudian melewati periode yang sangat bergolak ketika Cekoslowakia diduduki Nazi Jerman.
Sebagian pilot Cekoslowakia berhasil melarikan diri dan bergabung dengan Royal Air Force (RAF) Inggris. Salah satu nama yang paling terkenal adalah Josef František, pilot asal Cekoslowakia yang tercatat menembak jatuh 17 pesawat Jerman hanya dalam 28 hari selama September 1940.
Konteks inilah yang membuat Majetek berbeda dari sekadar retro watch. Desainnya memang berasal dari sebuah instrumen militer, tetapi benda tersebut juga menjadi bagian kecil dari sejarah para pilot yang menggunakannya dalam periode paling berbahaya dalam sejarah penerbangan Eropa.
Harga dan Ketersediaan

Longines Pilot Majetek hadir dalam beberapa konfigurasi.
Versi dengan strap kulit cokelat atau hijau gelap dibanderol USD 3.750, sementara box set yang dilengkapi tambahan strap NATO khaki hijau dibanderol USD 3.850.
Model ini menggunakan referensi L2.838.4.53.0/2/8.
Dengan harga tersebut, Majetek menempati posisi yang relatif menarik untuk sebuah heritage pilot watch dengan movement automatic bersertifikasi COSC dan power reserve 72 jam.
Kesimpulan
Longines tidak sekadar mengambil nama Majetek lalu memasukkannya ke dalam case modern. Versi terbaru ini justru berusaha mempertahankan sebanyak mungkin elemen yang membuat model 1935 begitu istimewa: case cushion, bezel navigasi, dial hitam, angka luminous, hingga subdial detik oversized.
Perubahannya terutama hadir pada bagian yang memang dibutuhkan untuk kehidupan modern—ukuran 43mm, bezel yang lebih praktis, water resistance 100 meter, serta movement L893.6 dengan silicon balance spring dan sertifikasi COSC.
Hasilnya adalah sebuah reissue yang berhasil berada di antara dua dunia: estetika instrumen penerbangan tahun 1930-an dan reliabilitas jam mekanis modern. Dan dibandingkan pendekatan Heritage 1935 sebelumnya, Pilot Majetek terbaru terasa jauh lebih dekat dengan semangat desain originalnya.
Sumber:
