Citizen Perkecil Tsuyosa 60 Automatic ke 37mm, Kini Lebih Unisex

Sejak pertama diperkenalkan pada 2022, Citizen Tsuyosa menjadi salah satu pemain menarik di segmen value proposition berkat kombinasi desain integrated-style, automatic movement, dan harga yang relatif accessible. Nama “Tsuyosa” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “kekuatan”. Setelah Citizen memperkenalkan Tsuyosa 60 Automatic sebagai penyempurnaan terhadap formula original, kini koleksi tersebut mendapatkan versi yang lebih...

Chopard Rayakan 50 Tahun Happy Diamonds Lewat Re-edisi Berlian Melayang yang Setia pada Original

Lima dekade setelah pertama kali diperkenalkan pada 1976, Chopard Happy Diamonds kembali melalui Happy Diamonds Heritage, sebuah re-edisi yang mempertahankan estetika ikonik original: case cushion-shaped, dial onyx hitam, dan berlian yang dapat bergerak bebas di antara dua lapisan sapphire. Untuk edisi 50 tahun ini, Chopard menghadirkan dua ukuran, yaitu 34 mm dengan movement manual-winding dan...

Bremont Perkecil Terra Nova Jumping Hour ke 35mm, Ukuran yang Akhirnya “Pas”

Lebih dari dua tahun setelah Bremont melakukan rebranding besar-besaran, koleksi Terra Nova mulai memperlihatkan arah desain yang semakin matang dan koheren. Salah satu rilisan yang paling menarik perhatian di Geneva Watch Days adalah Terra Nova Jumping Hour 35mm, sebuah versi yang membawa komplikasi jumping hour ke ukuran yang jauh lebih kecil. Bagi Worn & Wound,...

Frederique Constant Hadirkan Moneta Handwinding, Kini dengan Movement Mekanis Sepenuhnya

Frederique Constant memperluas keluarga Moneta dengan menghadirkan versi yang sepenuhnya mekanis. Setelah Classics Moneta Moonphase debut pada 2024 dengan movement quartz, Moneta Handwinding hadir sebagai reinterpretasi yang lebih serius bagi penggemar jam mekanis: sebuah dress watch bergaya vintage dengan movement manual-winding dan proporsi yang tetap ringkas. Daya tarik utama Moneta justru datang dari detail yang...

Daniel Roth Hadirkan Extra Plat Gilt Asli, Dial Hitam yang Ungkap Emas di Baliknya

Di tengah kebangkitan kembali nama Daniel Roth di bawah LVMH, brand ini semakin berani mengeksplorasi detail-detail yang membuat koleksi vintage-nya begitu istimewa. Terbaru, Daniel Roth memperkenalkan Extra Plat Rose Gold Gilt, sebuah dress watch yang menawarkan interpretasi modern terhadap teknik dial gilt. Namun, istilah gilt pada jam ini bukan sekadar nama atau efek warna. Kilau...

Panerai Rayakan 100 Tahun Butik Florence Lewat Luminor Firenze 8 Giorni

Panerai merayakan satu abad butik legendarisnya di Piazza San Giovanni, Florence, melalui dua edisi terbatas Luminor Firenze 8 Giorni. Butik tersebut pertama kali dibuka pada 1926 dengan nama “Orologeria Svizzera” dan menjadi bagian penting dari sejarah Panerai di Florence. Untuk memperingati momen tersebut, Panerai kembali melihat ke masa lalu melalui desain yang terinspirasi dari prototipe...

Patek Philippe Beri Wajah Baru In-Line Perpetual Calendar Lewat Dial “Gradient Silver”

Ada jam tangan yang berubah total setelah mendapat komplikasi baru. Ada pula yang cukup mengganti warna dial untuk terasa seperti jam yang berbeda. Patek Philippe Ref. 5236P-011 termasuk kategori kedua. Sekilas, perubahan pada In-Line Perpetual Calendar ini memang terlihat sederhana. Namun, pergantian dial dari versi sebelumnya menjadi gradient silver memberikan karakter yang jauh lebih vintage...

Longines Hidupkan Kembali Majetek, Jam Pilot Legendaris Angkatan Udara Cekoslowakia era 1935

Longines punya hubungan panjang dengan dunia penerbangan. Jauh sebelum pilot watch menjadi kategori populer seperti sekarang, manufaktur asal Saint-Imier ini sudah terlibat dalam perkembangan navigasi udara, termasuk melalui kolaborasinya dengan Charles Lindbergh dan ahli astronavigasi Philip Van Horn Weems pada era 1920-an dan 1930-an. Salah satu chapter paling menarik dari sejarah tersebut adalah Majetek, jam...

Minase Kembali ke Akar Lewat Mastercraft J3, Titik Masuk Baru dengan Harga Paling Terjangkau

Di tengah industri jam tangan yang semakin ramai dengan desain kompleks dan spesifikasi teknis tinggi, Minase justru memilih kembali ke bentuk yang lebih sederhana. Manufaktur asal Jepang ini memperkenalkan Mastercraft J3, sebuah reinterpretasi modern dari salah satu referensi awal mereka, M3. Menariknya, J3 bukan hanya membawa kembali bahasa desain klasik Minase. Model ini juga menjadi...

Longines Hadirkan Chrono Monopusher Pertama di Master Collection, Warisan 115 Tahun yang Akhirnya Kembali

Longines kembali menggali salah satu bab paling penting dalam sejarah chronograph-nya. Setelah melakukan pembaruan besar pada Master Collection sepanjang 2026, manufaktur asal Saint-Imier tersebut kini memperkenalkan Chrono Monopusher—sebuah chronograph dengan seluruh fungsi start, stop, dan reset yang dikendalikan melalui satu tombol di crown. Konsep tersebut bukan sekadar eksperimen desain. Longines memiliki sejarah panjang dengan monopusher...