Rangkuman Rilisan Jam Tangan Minggu Ini: Patek Philippe Kuasai Milan, NOMOS, Dennison, dan Lainnya

Milan menjadi salah satu pusat perhatian dunia watchmaking minggu ini. Di tengah berlangsungnya Patek Philippe Watch Art Grand Exhibition dan Milano Watch Week, sejumlah brand menghadirkan model baru, edisi terbatas, hingga kolaborasi yang memperlihatkan betapa luasnya spektrum industri jam tangan saat ini.

Dari Patek Philippe World Time Minute Repeater yang merepresentasikan haute horlogerie Swiss melalui perspektif Italia, hingga smartwatch TAG Heuer untuk New York City Marathon, rilisan minggu ini mencakup hampir seluruh spektrum watchmaking. Ada pula NOMOS, Armin Strom, Hanhart, Christopher Ward, Porsche Design, G-SHOCK, Hamilton, dan sejumlah independent watchmaker yang menawarkan pendekatan berbeda terhadap desain, mekanisme, dan harga.

Sorotan dari Milan — Patek Philippe dan Dennison

patek philippe
Image credit: Time and Tide Watches

Patek Philippe World Time Minute Repeater Milano menjadi salah satu rilisan paling eksklusif dari Milan, sementara Dennison menghadirkan ALD Checker dengan pendekatan lebih jewelry-oriented.

Patek Philippe memperkenalkan dua referensi World Time Minute Repeater khusus Milan, yaitu Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013. Keduanya menggunakan case white gold dan dial Grand Feu cloisonné enamel yang menggambarkan kota-kota dunia dengan Milan sebagai pusat komposisi.

Kedua versi memiliki interpretasi berbeda untuk siang dan malam. Versi day menampilkan nuansa yang lebih terang, sedangkan versi night menggunakan palet yang lebih gelap untuk menggambarkan Milan pada malam hari.

Di balik dial tersebut terdapat Kaliber R 27 HU, movement minute repeater otomatis dengan world time mechanism. Kombinasi komplikasi world time dan minute repeater membuat model ini menjadi salah satu contoh bagaimana Patek Philippe menggabungkan fungsi perjalanan dengan komplikasi sonnerie dalam satu jam.

Produksinya juga sangat terbatas. Masing-masing referensi hanya dibuat sebanyak lima unit, sehingga total hanya terdapat 10 jam tangan untuk kedua versi Milan tersebut.

Harga yang dilaporkan untuk Patek Philippe World Time Minute Repeater Milano mencapai sekitar EUR 794.600 sebelum pajak per unit. Patek Philippe World Time Minute Repeater Milano — Fratello Watches

Di sisi lain, Dennison membawa pendekatan yang lebih dekoratif melalui ALD Checker. Jam ini menggunakan motif checkerboard yang mengombinasikan onyx hitam dengan pavé berlian sekitar 1,17 karat.

Dengan harga GBP 6.300, ALD Checker berada jauh di bawah Patek Philippe dalam hal harga, tetapi tetap menawarkan karakter visual yang kuat melalui perpaduan material hitam dan berlian.

NOMOS, Armin Strom, dan Hanhart

nomos
Image credit: Time and Tide Watches

NOMOS, Armin Strom, dan Hanhart memperlihatkan tiga pendekatan berbeda terhadap jam mekanis: sporty worldtimer, haute horlogerie independen, dan chronograph dengan koneksi kuat ke dunia motorsport.

NOMOS Glashütte memperluas lini Club Sport melalui Club Sport Neomatik Worldtimer Dark. Model ini menggunakan dial enamel hitam glossy yang memberikan tampilan lebih dramatis dibandingkan versi Club Sport berwarna lebih terang.

Movement otomatis Neomatik menjadi inti jam ini, sementara komplikasi worldtimer memungkinkan pengguna membaca waktu di berbagai zona waktu melalui sistem ring kota dan indikator waktu.

Dengan harga sekitar EUR 4.400, Club Sport Neomatik Worldtimer Dark menawarkan kombinasi karakter sport watch, desain Bauhaus khas NOMOS, dan fungsi travel watch dalam satu model.

Armin Strom berada pada spektrum yang jauh lebih eksklusif melalui Tribute³ Au750.

Jam ini menggunakan case rose gold 18K dengan diameter 38mm dan konstruksi movement yang menjadi bagian penting dari tampilan dial. Kaliber AMW21 manual-winding memperlihatkan arsitektur barrel dan bridge yang dikerjakan secara terbuka, sementara dekorasi guilloché memberikan karakter métiers d’art pada permukaannya.

Power reserve mencapai sekitar 100 jam dan movement bekerja pada frekuensi 25.200 vph. Produksinya hanya delapan unit dengan harga sekitar CHF 69.000.

Sementara itu, Hanhart kembali mengeksplorasi hubungannya dengan Steve McQueen melalui 417 ES Steve McQueen.

Model ini mempertahankan DNA pilot chronograph Hanhart 417 ES, tetapi menambahkan tanda tangan Steve McQueen sebagai elemen utama edisi tersebut. Jam ini dibanderol sekitar EUR 2.890 dan menjadi salah satu contoh bagaimana hubungan antara watchmaking dan budaya motorsport dapat diterjemahkan menjadi edisi kolektor.

Kolaborasi dan Edisi Terbatas

Christopher Ward C1 Jump Hour Brown Strap Image 4
Image credit: Time and Tide Watches

Christopher Ward, Porsche Design, dan Konstantin Chaykin menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat membawa komplikasi mekanis ke konteks sejarah, desain industri, hingga budaya gaming.

Christopher Ward merayakan perjalanan komplikasi jump hour mereka melalui C1 Jump Hour XV. Model ini memperingati 15 tahun sejak Christopher Ward memperkenalkan komplikasi mekanis in-house pertamanya.

Konsep jump hour membuat tampilan jam berubah melalui aperture digital, sementara menit tetap dibaca melalui mekanisme tradisional. Dengan harga sekitar GBP 1.795, model ini menjadi salah satu alternatif menarik bagi kolektor yang menginginkan komplikasi berbeda tanpa masuk ke level harga haute horlogerie.

Porsche Design kemudian berkolaborasi dengan Hodinkee untuk menciptakan Chronograph 1 Utility.

Jam ini mengambil inspirasi dari chronograph instrumen Porsche Design dan menggunakan case titanium berukuran sekitar 40,8mm. Movement WERK 01.340 merupakan automatic chronograph COSC dengan arsitektur yang mengambil inspirasi fungsional dari Lemania 5100, termasuk penggunaan central chronograph minute hand.

Model ini diproduksi sebanyak 350 unit dan dibanderol US$9.650.

Sementara itu, Konstantin Chaykin menghadirkan kolaborasi yang jauh lebih tidak konvensional melalui Twins, hasil kerja sama dengan game Atomic Heart.

Seperti karya Konstantin Chaykin lainnya, jam ini memanfaatkan ekspresi wajah sebagai bagian dari indikator waktu. Kali ini, karakter dan estetika dari dunia Atomic Heart diterjemahkan ke dalam desain mechanical watch.

Harga yang tercantum mencapai sekitar CHF 20.000, menempatkannya sebagai collectible yang berada di persimpangan antara independent watchmaking, pop culture, dan gaming.

Entry-Level dan Value Proposition

monceau model 01 gts 12
Image credit: Time and Tide Watches

Earthen Company, Hamilton, Monceau, dan Ianos menunjukkan bahwa inovasi desain dan identitas historis tidak selalu membutuhkan harga setinggi haute horlogerie.

Earthen Company memperkenalkan Summit MK2 dengan pilihan ceramic case dalam warna baru. Dengan harga sekitar US$899, model ini menempatkan material yang biasanya diasosiasikan dengan jam kelas lebih tinggi ke dalam kategori yang relatif accessible.

Hamilton membawa kembali estetika cushion case melalui American Classic Cushion Mechanical. Desainnya terinspirasi dari jam cushion Hamilton era 1920-an, tetapi dikombinasikan dengan movement manual-winding modern.

Case tersedia dalam beberapa ukuran dan pilihan finishing, sementara Kaliber H-42 menawarkan power reserve sekitar 57 jam. Harga dimulai dari sekitar GBP 935, tergantung konfigurasi.

Monceau kemudian menawarkan Model 01 GTS, sebuah jam dengan pendekatan desain yang mengambil inspirasi dari warna dan dunia otomotif. Palet warnanya mengingatkan pada beberapa livery ikonik seperti Lamborghini, Porsche, dan Gulf.

Harga Model 01 GTS dimulai sekitar GBP 769, membuatnya berada di kategori accessible enthusiast watch.

Dari Yunani, Ianos memperkenalkan Amfivios, sebuah dive watch yang mengambil inspirasi dari jam militer Yunani tetapi dirancang untuk penggunaan sipil.

Dengan harga sekitar CHF 2.050, Amfivios menggabungkan karakter military dive watch dengan pendekatan modern terhadap konstruksi dan keterbacaan.

G-SHOCK dan TAG Heuer

CASIO MRG 297 210 Y nn
Image credit: Time and Tide Watches

G-SHOCK dan TAG Heuer memperlihatkan dua ekstrem berbeda dalam kategori non-traditional luxury watch, dari craftsmanship material tingkat tinggi hingga smartwatch yang dirancang untuk olahraga.

G-SHOCK merayakan 30 tahun lini MR-G melalui MRG-D5000 Blue Sapphire, salah satu interpretasi paling eksperimental dari keluarga MR-G.

Model ini menggunakan material sapphire crystal untuk konstruksi case dengan pendekatan yang berbeda dari G-SHOCK konvensional. Case transparan memberikan tampilan yang sangat berbeda sekaligus memperlihatkan bagaimana G-SHOCK mencoba membawa material high-end ke dalam desain digital ikoniknya.

Harga model ini mencapai sekitar US$80.000, menempatkannya di wilayah yang biasanya ditempati mechanical luxury watches.

Di sisi lain, TAG Heuer memperkenalkan Connected Calibre E5 Running Edition bersama New York Road Runners untuk memperingati 50 tahun perubahan rute New York City Marathon yang membawa perlombaan melintasi kelima borough New York.

Jam ini menggunakan case titanium grade 2 berukuran 45mm dan dilengkapi fitur olahraga seperti heart-rate monitoring, GPS/GNSS, SpO2, sleep tracking, serta berbagai sensor untuk aktivitas outdoor.

TAG Heuer Connected Calibre E5 Running Edition dibanderol sekitar CHF 2.100.

Berbeda dari sebagian besar produk lain dalam roundup ini, TAG Heuer Connected lebih tepat dipandang sebagai perangkat wearable premium daripada mechanical collectible. Fokus utamanya berada pada fungsi olahraga, konektivitas, dan integrasi teknologi.

Kesimpulan

monceau model 01 gts 12
Image credit: Time and Tide Watches

Rangkaian rilisan minggu ini menunjukkan betapa beragamnya arah perkembangan industri jam tangan.

Di Milan, Patek Philippe membawa kombinasi world time, minute repeater, dan cloisonné enamel ke tingkat haute horlogerie yang sangat eksklusif. Di sisi lain, Dennison menerjemahkan estetika jewelry ke dalam desain ALD Checker.

NOMOS menawarkan worldtimer dengan pendekatan Bauhaus yang lebih sporty, Armin Strom menghadirkan independent haute horlogerie dalam produksi hanya delapan unit, sementara Hanhart kembali menghubungkan sejarah chronograph-nya dengan nama Steve McQueen.

Spektrum tersebut kemudian semakin luas melalui kolaborasi Christopher Ward, Porsche Design x Hodinkee, dan Konstantin Chaykin x Atomic Heart. Di kategori yang lebih accessible, Hamilton, Earthen Company, Monceau, dan Ianos menunjukkan bahwa jam mekanis dan enthusiast watch masih memiliki ruang untuk bereksperimen.

Bahkan G-SHOCK dan TAG Heuer memperlihatkan bahwa batas antara jam tangan, material engineering, dan wearable technology semakin fleksibel.

Pada akhirnya, rilisan minggu ini tidak hanya menunjukkan perbedaan harga antarjam, tetapi juga memperlihatkan beragam alasan mengapa sebuah jam tangan menarik bagi pemakainya: komplikasi, craftsmanship, sejarah, desain, kolaborasi, material, hingga koneksi dengan budaya populer.

Memanfaatkan Nilai Koleksi Jam Tangan

Bagi kolektor, perbedaan karakter tersebut juga membuat setiap jam memiliki konteks kepemilikan yang berbeda. Sebuah Patek Philippe edisi sangat terbatas tentu berada pada kategori yang berbeda dari smartwatch TAG Heuer, sementara independent watch seperti Armin Strom atau Konstantin Chaykin memiliki daya tarik yang berasal dari kelangkaan dan karakter produksinya.

Untuk koleksi jam tangan mewah yang memang memiliki nilai pasar dan memenuhi ketentuan layanan, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah memanfaatkan nilai aset tersebut melalui layanan gadai jam tangan mewah di deGadai. Dengan pendekatan ini, koleksi tetap menjadi bagian dari kepemilikan dan dapat ditebus kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *