Menangkap “Kupu-Kupu Ungu” di Dalam Girard-Perregaux Neo Constant Escapement

Di dalam sebuah jam mekanis, tenaga bukanlah sesuatu yang bisa begitu saja dilepaskan secara bebas. Pegas utama menyimpan energi dalam jumlah besar, tetapi energi tersebut berkurang seiring movement berjalan. Tantangan bagi watchmaker adalah memastikan balance wheel tetap menerima impuls yang stabil meskipun tenaga dari mainspring terus berubah.

Girard-Perregaux mencoba menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan yang sangat tidak biasa. Lewat Neo Constant Escapement, manufaktur Swiss yang telah berdiri selama lebih dari dua abad itu menggunakan bilah silikon fleksibel berwarna ungu yang terlihat seperti “kupu-kupu” kecil di tengah movement.

Di balik bentuknya yang menarik perhatian, komponen tersebut memiliki fungsi serius: menyimpan dan melepaskan energi secara konsisten ke balance wheel. Hasilnya adalah sebuah sistem constant force yang dirancang untuk mengatasi salah satu persoalan paling tua dalam mechanical watchmaking.

Desain Openworked yang Memperlihatkan “Kupu-Kupu” Ungu

Image credit: Fratello Watches

Secara visual, Neo Constant Escapement langsung terlihat berbeda dari kebanyakan haute horlogerie modern.

Case berukuran 45mm x 14,8mm dibuat dari pink gold 18 karat dengan kombinasi finishing brushed dan polished. Ukurannya memang besar, tetapi konstruksi openworked membuat perhatian lebih banyak tertuju pada movement daripada material case itu sendiri.

Bagian atas movement dipenuhi roda-roda yang tersusun dalam konfigurasi industrial dan terbuka. Di bagian bawah terdapat dua bridge emas yang menjadi ciri khas desain Girard-Perregaux.

Di antara arsitektur tersebut terlihat balance wheel dan bilah silikon berwarna ungu.

Warna ungu bukan sekadar pilihan estetika. Komponen silikon tersebut merupakan inti dari sistem Constant Escapement, sehingga sengaja dibiarkan terlihat melalui konstruksi skeletonized.

Sapphire crystal berbentuk box dengan lapisan anti-reflektif memungkinkan konstruksi tersebut dilihat dari berbagai sudut, sementara caseback sapphire memberikan pandangan tambahan dari sisi belakang.

Dengan water resistance 30 meter, Neo Constant Escapement jelas bukan jam yang dirancang untuk aktivitas air. Fokusnya adalah demonstrasi teknologi dan craftsmanship.

Calibre GP09200: Constant Escapement yang Bekerja Seperti Pegas Energi Mini

Image credit: Fratello Watches

Di sinilah alasan mengapa “kupu-kupu ungu” tersebut menjadi bagian terpenting dari jam ini.

Girard-Perregaux menggunakan Calibre GP09200, movement yang menerapkan konsep constant force escapement. Tujuannya sederhana: memberikan impuls yang lebih konsisten kepada balance wheel meskipun tenaga yang tersedia dari mainspring berubah sepanjang siklus power reserve.

Komponen utamanya adalah sebuah bilah silikon dengan ketebalan sekitar 14 mikron, atau kira-kira enam kali lebih tipis daripada rambut manusia.

Ada pula pegas escapement dengan ketebalan sekitar 120 mikron.

Bilah tersebut dapat ditekuk dan menyimpan energi sesaat sebelum melepaskannya kembali ke balance wheel. Dengan demikian, balance wheel tidak hanya menerima energi secara langsung dari mainspring.

Sistem ini menggunakan dua escape wheel yang secara bergantian membantu mengatur sekaligus mengisi kembali tegangan pada bilah silikon.

Hasil akhirnya adalah pendekatan terhadap constant force yang tidak bergantung pada sistem tradisional seperti remontoire atau chain-and-fusée.

Justru di sinilah teknologi silikon menjadi penting. Material tersebut memungkinkan Girard-Perregaux membuat komponen yang sangat tipis, fleksibel, dan mampu bekerja dengan karakteristik mekanis yang sulit dicapai menggunakan material konvensional.

Dari Eksperimen 2013 hingga Generasi Neo

Image credit: Fratello Watches

Teknologi Constant Escapement bukanlah eksperimen baru bagi Girard-Perregaux.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada 2013, ketika manufaktur tersebut memperkenalkan pendekatan berbeda terhadap persoalan constant force yang telah menjadi perhatian watchmaker selama berabad-abad.

Sejak saat itu, sistem tersebut telah muncul dalam sejumlah interpretasi, termasuk edisi khusus Only Watch dan varian yang mengeksplorasi kombinasi material carbon dan silicon.

Versi Neo Constant Escapement merupakan generasi terbaru dari konsep tersebut.

Salah satu penyempurnaannya berada pada mekanisme arming rocker. Girard-Perregaux mengembangkan sistem locking baru untuk membuat proses pengisian kembali energi pada bilah silikon berlangsung secara lebih terkontrol.

Dengan kata lain, Neo bukan sekadar mengganti warna atau material dari generasi sebelumnya. Ada upaya untuk terus menyempurnakan arsitektur mekanis yang menjadi inti teknologi tersebut.

Ketika Silikon Menjadi Bagian dari Haute Horlogerie

Image credit: Fratello Watches

Silikon sering diasosiasikan dengan modernisasi movement: ringan, tahan terhadap magnetisme, dan mampu diproduksi dengan tingkat presisi tinggi.

Namun pada Neo Constant Escapement, material tersebut memainkan peran yang jauh lebih fundamental.

Bilah silikon bukan sekadar komponen anti-magnetik atau pengganti material tradisional. Ia menjadi reservoir energi mini yang bekerja di pusat sistem escapement.

Pendekatan ini memperlihatkan filosofi Girard-Perregaux yang cukup berbeda dari sekadar memperindah movement lama.

Alih-alih hanya menambahkan finishing atau komplikasi baru, manufaktur ini mencoba mengubah cara energi berpindah dari mainspring menuju regulating organ.

Dan menariknya, seluruh eksperimen tersebut justru dibuat sangat mudah terlihat.

Tidak ada upaya menyembunyikan mekanismenya di balik dial. Openworked architecture membuat roda, bridge, balance wheel, hingga “kupu-kupu” ungu tersebut menjadi bagian dari pertunjukan visual jam.

Harga dan Ketersediaan

Image credit: Fratello Watches

Girard-Perregaux Neo Constant Escapement hadir dengan referensi 93510-52-3552-5CX.

Harga resmi diberikan atas permintaan, sesuai karakter jam yang berada di segmen haute horlogerie dan diproduksi secara sangat terbatas.

Untuk kelas timepiece seperti ini, harga bukan hanya mencerminkan material seperti pink gold, tetapi juga biaya pengembangan movement, teknologi silikon, konstruksi escapement yang sangat khusus, serta proses finishing dan perakitan yang dibutuhkan untuk sebuah mekanisme eksperimental.

Girard-Perregaux dan Upaya Mengendalikan Waktu

Pada akhirnya, daya tarik Neo Constant Escapement bukan sekadar pada warna ungu yang membuat movement terlihat seperti memiliki kupu-kupu mekanis di dalamnya.

Yang jauh lebih menarik adalah masalah yang ingin dipecahkannya.

Mechanical watch pada dasarnya adalah mesin yang terus kehilangan energi. Mainspring berkurang tegangannya, sementara balance wheel membutuhkan impuls yang konsisten untuk mempertahankan osilasinya.

Girard-Perregaux mencoba menciptakan sebuah “penyangga” energi di antara keduanya melalui bilah silikon yang sangat tipis.

Di sinilah Neo Constant Escapement terasa seperti haute horlogerie dalam bentuk paling murninya: bukan membuat sesuatu yang lebih rumit hanya demi terlihat rumit, tetapi mencari solusi baru untuk persoalan yang sudah menghantui watchmaker sejak awal sejarah jam mekanis.

Dan ketika solusi tersebut berwarna ungu, terbuka di tengah movement, serta bergerak seperti “kupu-kupu” kecil setiap kali jam bekerja, teknologi itu sekaligus berubah menjadi bagian dari identitas visualnya.

 

Sumber:

Hands-On With The Girard-Perregaux Neo Constant Escapement — Could We Catch The Purple “Butterfly” Inside?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *