Chronoswiss kembali menunjukkan pendekatan kreatifnya dalam dunia horologi melalui peluncuran Small Second Jasper dan Small Second Serpentine, dua edisi terbatas yang menjadi tonggak baru bagi brand independen asal Jerman yang kini bermarkas di Lucerne, Swiss.
Kedua model ini menandai penggunaan pertama dial batu alam dalam era “Modern Mechanical” Chronoswiss, sebuah fase baru yang menekankan kombinasi antara watchmaking tradisional, desain kontemporer, dan eksplorasi material yang tidak biasa.
Lebih dari sekadar menghadirkan tampilan berbeda, Chronoswiss menjadikan batu alam sebagai media untuk menceritakan perjalanan identitas brand—menghubungkan asal-usulnya di Jerman dengan rumah barunya di Swiss melalui dua jenis batu yang memiliki makna historis dan geografis.
Cerita di Balik Pemilihan Batu Alam

Chronoswiss tidak memilih material dial ini secara kebetulan.
Model Small Second Jasper menggunakan jasper yang berasal dari Idar-Oberstein, Jerman, wilayah yang telah lama dikenal sebagai pusat pengolahan batu mulia di Eropa. Pemilihan jasper menjadi penghormatan terhadap akar Chronoswiss sekaligus sang pendiri, Gerd Rüdiger Lang, yang membangun identitas merek di Jerman sebelum memasuki babak baru di Swiss.
Sementara itu, Small Second Serpentine menggunakan serpentine yang bersumber dari Swiss, merepresentasikan lokasi Atelier Lucerne, tempat Chronoswiss mengembangkan koleksi-koleksi modernnya saat ini.
Melalui dua jenis batu tersebut, Chronoswiss menghadirkan narasi tentang masa lalu dan masa kini yang menyatu dalam satu koleksi. Pendekatan ini membuat kedua jam tangan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki cerita yang memperkuat nilai koleksinya.
Setiap Dial Memiliki Karakter yang Berbeda

Karena menggunakan batu alam asli, setiap dial dipotong langsung dari material alami dengan pola urat dan warna yang berbeda.
Artinya, tidak ada dua unit yang benar-benar identik, menjadikan setiap jam tangan bersifat unik.
Pada Small Second Jasper, dial menampilkan tekstur matte yang berpadu dengan subdial hand-guilloché berlapis black galvanic finish, menghasilkan kontras yang elegan dan modern.
Sebaliknya, Small Second Serpentine hadir dengan permukaan polished yang memperlihatkan karakter alami batu secara lebih dramatis. Model ini dipadukan dengan subdial berfinishing 5N serta case bi-metallic yang mengombinasikan stainless steel dan emas merah 18 karat, memberikan nuansa yang lebih hangat dan mewah.
Perbedaan karakter kedua batu tersebut membuat masing-masing model memiliki identitas visual yang kuat tanpa mengubah bahasa desain khas Chronoswiss.
Case Khas Chronoswiss yang Tetap Dipertahankan

Kedua model menggunakan case berdiameter 40 mm dengan ketebalan 11,5 mm serta lug-to-lug 50 mm, proporsi yang seimbang untuk berbagai ukuran pergelangan tangan.
Case dibuat menggunakan konstruksi 17 bagian, sebuah ciri khas Chronoswiss yang memungkinkan detail finishing dilakukan secara lebih presisi.
Elemen desain ikonis seperti fluted bezel dan onion crown tetap dipertahankan, memperkuat identitas visual Chronoswiss yang telah dikenal selama puluhan tahun.
Kombinasi desain klasik dengan material dial yang tidak biasa menciptakan keseimbangan antara tradisi dan inovasi.
Menggunakan Kaliber C.6000

Di balik kedua model ini bekerja Calibre C.6000, movement automatic hasil pengembangan Chronoswiss bersama La Joux-Perret.
Movement ini memiliki spesifikasi:
- Automatic movement
- Frekuensi 28.800 vph (4 Hz)
- Power reserve 55 jam
- Rotor tungsten openworked
Melalui caseback transparan, pemilik dapat menikmati dekorasi movement berupa Côtes de Genève arabesque, salah satu finishing khas Chronoswiss yang memberikan tampilan mekanikal lebih artistik.
Kaliber C.6000 dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa modern dan estetika haute horlogerie yang menjadi ciri koleksi Chronoswiss saat ini.
Edisi Terbatas dan Harga

Chronoswiss memproduksi kedua model ini dalam jumlah yang sangat terbatas.
Baik Small Second Jasper maupun Small Second Serpentine masing-masing hanya dibuat sebanyak 50 unit, sehingga total produksinya hanya 100 unit di seluruh dunia.
Harga resminya adalah:
- Chronoswiss Small Second Jasper: CHF 11.500 atau EUR 12.700 (sekitar Rp236 juta).
- Chronoswiss Small Second Serpentine: CHF 16.900 atau EUR 18.500 (sekitar Rp347 juta).
Keterbatasan produksi, penggunaan batu alam asli, serta cerita di balik pemilihan material menjadikan kedua model ini sebagai koleksi yang menarik bagi para kolektor jam tangan independen.
Ketika Material Menjadi Bagian dari Cerita

Melalui Small Second Jasper dan Serpentine, Chronoswiss menunjukkan bahwa sebuah jam tangan tidak harus mengandalkan komplikasi rumit untuk memiliki daya tarik yang kuat.
Pemilihan batu alam dari dua wilayah berbeda—Jerman dan Swiss—menjadi simbol perjalanan identitas Chronoswiss, menghubungkan warisan sang pendiri dengan masa depan atelier di Lucerne. Dipadukan dengan craftsmanship khas, movement modern, dan produksi yang sangat terbatas, koleksi ini menjadi contoh bagaimana desain sederhana dapat menyampaikan narasi yang kaya sekaligus memperkuat nilai sebuah jam tangan mekanis.
Sumber: Fratello Watches
