Chronoswiss Hadirkan Neo Digiteur Pastel Code, Sisi Lembut dari Jam Tanpa Jarum yang Nyentrik

Chronoswiss kembali mengeksplorasi salah satu konsep paling tidak konvensional dalam dunia jam mekanis lewat Neo Digiteur Pastel Code. Jika kebanyakan jam tangan identik dengan jarum jam dan menit, koleksi ini justru menampilkan waktu melalui tiga jendela angka yang bekerja secara mekanis. Konsep tersebut bukan hal baru bagi Chronoswiss. Pada 2005, brand ini memperkenalkan Digiteur MSA...

Tissot PRX 40mm Kini Hadir dengan Dial Mother-of-Pearl, Buktikan Kemewahan Tak Harus Mahal

Setelah sebelumnya hadir pada ukuran 35mm, Tissot PRX Powermatic 80 40mm kini mendapatkan dial mother-of-pearl putih untuk pertama kalinya. Dengan case stainless steel, integrated bracelet, serta movement otomatis berpower reserve 80 jam, varian baru ini menawarkan tampilan lebih mewah tanpa meninggalkan positioning PRX sebagai jam Swiss yang relatif terjangkau. Dial Mother-of-Pearl dengan Pola Tapisserie Khas...

BA111OD Hadirkan Chapter 7 Skeleton, Jam Terbuka Penuh dengan Harga Terjangkau

puluhan hingga ratusan juta rupiah. Semakin banyak merek independen yang berupaya menghadirkan desain open-worked kepada pasar yang lebih luas tanpa mengorbankan kualitas mekanis. Salah satunya adalah BA111OD, brand independen asal Neuchâtel, Swiss, yang kini memperluas koleksi Chapter 7melalui peluncuran Chapter 7 Skeleton. Model terbaru ini mempertahankan karakter sport-chic dari lini Chapter 7, namun membuka hampir...

Girard-Perregaux Sempurnakan Laureato Fifty dengan Dial Solid Emas Rose

Girard-Perregaux melanjutkan perayaan 50 tahun koleksi Laureato dengan menghadirkan Laureato Fifty versi terbaru yang memadukan case stainless steel dan dial solid rose gold 18K. Model ini melengkapi edisi dial enamel biru yang diperkenalkan sebelumnya, sekaligus menawarkan interpretasi yang lebih hangat dan elegan dari salah satu sports watch ikonis milik manufaktur asal Swiss tersebut. Desain Dial...

Moritz Grossmann Rayakan 200 Tahun Sang Pendiri Lewat Tefnut 36 Beraksen Turquoise

Moritz Grossmann melanjutkan rangkaian perayaan 200 tahun kelahiran Carl Moritz Grossmann (1826–1885) melalui Tefnut 36 Silver-Plated by Friction Turquoise Blue. Hadir dalam case stainless steel berukuran 36 mm, jam tangan edisi terbatas ini memadukan teknik silver-plating by friction yang berasal dari abad ke-19 dengan aksen turquoise yang memberikan sentuhan kontemporer. Desain Dial dengan Teknik Silver-Plating...

Maen Hadirkan Trio Dial Batu Alam untuk Manhattan 37 Ultra-Thin, Tampilan Baru yang Makin Elegan

Maen memperluas koleksi Manhattan 37 Ultra-Thin dengan tiga varian dial batu alam yang menghadirkan karakter berbeda pada siluet terinspirasi era 1970-an. Microbrand asal Swedia ini menawarkan Black Onyx, Golden Swan, dan Snowflake Obsidian, sekaligus mempertahankan case ultra-thin 37 mm yang menjadi ciri khas Manhattan. Desain Dial Batu Alam Tiga Varian Trio terbaru Manhattan 37 Ultra-Thin...

Armin Strom Hadirkan Orbit Midnight Purple, Ketika Fungsi Tanggal Diubah Jadi Pertunjukan Mekanis

Armin Strom memperkenalkan Orbit Midnight Purple, interpretasi terbaru dari koleksi Orbit yang pertama kali diluncurkan pada 2022 dengan konsep date-on-demand yang unik. Pada edisi terbaru ini, warna ungu khas Armin Strom tidak hanya hadir pada dial, tetapi meluas hingga ke mainplate movement, menciptakan tampilan yang lebih dramatis sekaligus memperkuat identitas visual brand independen asal Swiss...

Grøne Oldenzaal Rilis Horologium, Dress Watch Terjangkau dari “Saudara” Grönefeld

Nama Grönefeld telah lama dikenal sebagai salah satu independent watchmaker paling bergengsi di dunia. Melalui karya-karya berfinishing tingkat haute horlogerie, dua bersaudara asal Belanda, Bart Grönefeld dan Tim Grönefeld, berhasil membangun reputasi sebagai “Horological Brothers” dengan produksi yang sangat terbatas dan harga yang mencapai ratusan ribu euro. Pada 2024, keduanya memperkenalkan proyek baru bernama Grøne...