Selama bertahun-tahun, Omega Speedmaster 38mm berada dalam posisi yang agak unik. Ukurannya membuatnya menarik bagi mereka yang menginginkan Speedmaster lebih ringkas, tetapi desainnya justru terasa cukup jauh dari karakter Moonwatch yang membuat nama Speedmaster begitu ikonik. Sejak diperkenalkan pada 2017 sebagai penerus Speedmaster Reduced, generasi tersebut bahkan sempat mendapat kritik karena sejumlah elemen desainnya terasa terlalu berbeda dari DNA Speedmaster klasik.
Kini Omega mencoba memperbaiki arah tersebut. Melalui tujuh referensi Speedmaster 38mm baru, brand asal Biel ini membawa kembali sejumlah elemen visual yang lebih familiar bagi penggemar Moonwatch—mulai dari bentuk subdial hingga tipografi dan bezel. Hasilnya adalah Speedmaster 38mm yang terasa lebih sporty, lebih klasik, dan secara desain lebih dekat dengan keluarga Speedmaster yang selama ini dikenal.
Desain Dial Baru yang Lebih Dekat dengan Moonwatch

Perubahan terbesar langsung terlihat dari dial.
Pada generasi sebelumnya, Speedmaster 38mm menggunakan subdial berbentuk oval yang menjadi salah satu ciri paling kontroversialnya. Omega kini menghapus elemen tersebut dan menggantinya dengan subdial bulat, mengikuti bahasa desain chronograph Speedmaster yang jauh lebih tradisional.
Perubahan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi efeknya cukup besar. Subdial bulat membuat dial terlihat lebih seimbang dan secara visual langsung mengingatkan pada Moonwatch serta berbagai Speedmaster vintage.
Omega juga menggunakan tipografi yang terasa lebih retro, sementara bezel dibuat lebih lebar sehingga semakin menyerupai proporsi Speedmaster klasik.
Menariknya, arah desain tersebut sebenarnya sudah sempat terlihat sebelumnya melalui Speedmaster 38 Milano Cortina 2026. Edisi khusus tersebut dapat dianggap sebagai semacam preview terhadap bahasa desain yang kini diterapkan lebih luas pada koleksi Speedmaster 38mm.
Case 38mm dengan Tujuh Pilihan Konfigurasi

Secara ukuran, generasi baru ini tetap mempertahankan diameter 38mm, tetapi memiliki ketebalan sekitar 14,75mm.
Omega menawarkan kombinasi material yang cukup luas, mulai dari stainless steel hingga model bicolour dengan penggunaan 18K Moonshine Gold atau Sedna Gold.
Pilihan dial juga menjadi salah satu daya tarik utama karena total terdapat tujuh referensi baru.
Paletnya mencakup warna:
- Hitam
- Putih
- Silvery opaline
- Ivory cappuccino
- Ice blue
- White mother-of-pearl
Beberapa konfigurasi juga mendapatkan bezel berlian, terutama varian ice blue dan white mother-of-pearl.
Dengan demikian, Omega tidak hanya memosisikan Speedmaster 38mm sebagai Moonwatch versi lebih kecil. Koleksi ini juga dibuat cukup luas untuk menjangkau pembeli yang menginginkan karakter dressier atau lebih mewah tanpa meninggalkan identitas chronograph Speedmaster.
Movement Berbasis Kaliber Longines dengan Co-Axial Escapement

Di balik perubahan desain, Speedmaster 38mm tetap membawa pendekatan mekanis yang berbeda dari Moonwatch Professional.
Movement-nya berasal dari basis kaliber Longines yang berakar pada Valjoux 7753, kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Omega dengan berbagai teknologi khas manufaktur tersebut.
Salah satu tambahan terpenting adalah Co-Axial escapement, bersama konstruksi chronograph column-wheel dan peningkatan cadangan tenaga.
Pendekatan ini membuat movement Speedmaster 38mm memiliki karakter teknis yang cukup menarik di kelas harganya. Ia memang bukan kaliber Moonwatch 3861, tetapi bukan pula sekadar movement chronograph generik yang diberi nama Omega.
Perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari positioning Speedmaster 38mm: menawarkan pengalaman memiliki Speedmaster dengan ukuran lebih kecil, tetapi tetap membawa teknologi mekanis Omega yang cukup serius.
Harga Mulai USD 6.500

Harga generasi baru Speedmaster 38mm dimulai dari sekitar USD 6.500 untuk varian dial hitam tanpa tanggal.
Di sisi lain, konfigurasi yang lebih mewah seperti mother-of-pearl dengan bezel berlian dapat mencapai sekitar USD 15.000.
Dengan rentang tersebut, Omega pada dasarnya menciptakan spektrum yang cukup lebar. Pembeli dapat memilih Speedmaster 38mm yang relatif sederhana dan sporty, atau masuk ke konfigurasi yang lebih mendekati kategori luxury jewellery watch.
Ketujuh referensi tersebut tersedia melalui butik dan retailer resmi Omega.
Speedmaster yang Lebih Mudah Didekati

Perubahan ini pada akhirnya bukan hanya soal membuat Speedmaster lebih kecil.
Selama ini, Moonwatch Professional berukuran sekitar 42mm menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan Speedmaster paling dekat dengan sejarah penerbangan luar angkasa Omega. Namun, ukuran tersebut tidak selalu ideal untuk setiap pergelangan tangan.
Speedmaster 38mm menawarkan jalan tengah: ukurannya lebih compact, tetapi generasi terbaru ini tidak lagi terasa seperti Speedmaster yang sengaja dibuat dengan bahasa desain berbeda.
Justru dengan subdial bulat, bezel lebih tegas, dan tipografi yang lebih vintage, Omega membuat hubungan visualnya dengan keluarga Speedmaster klasik menjadi jauh lebih kuat.
Kesimpulan
Generasi baru Omega Speedmaster 38mm terasa seperti koreksi arah yang cukup jelas dari Omega. Brand ini mempertahankan ukuran yang lebih compact, tetapi menghilangkan sejumlah elemen desain yang membuat generasi sebelumnya terasa terlalu jauh dari DNA Speedmaster.
Tujuh referensi baru tersebut kini menawarkan kombinasi yang lebih menarik: proporsi lebih kecil, desain lebih klasik, pilihan material lebih luas, dan movement Co-Axial yang tetap memiliki identitas teknis Omega.
Bagi enthusiast yang merasa Moonwatch 42mm terlalu besar tetapi tidak ingin kehilangan karakter Speedmaster, generasi baru ini akhirnya menjadi alternatif yang jauh lebih meyakinkan.
Sumber:
https://www.hodinkee.com/articles/a-new-generation-of-the-omega-speedmaster-38-mm
