Sylvain Pinaud Perkenalkan Tourbillon Perdana, Berputar Lebih Cepat dari Kebanyakan Tourbillon Lain

Di dunia independent watchmaking, tourbillon bukan lagi sekadar komplikasi untuk menunjukkan kemampuan teknis. Ketika hampir setiap manufaktur besar sudah memiliki interpretasinya sendiri, tantangannya justru bagaimana membuat tourbillon yang terasa benar-benar berbeda. Sylvain Pinaud menjawab tantangan tersebut dengan tourbillon pertamanya yang memiliki satu keunikan langsung terlihat: cage-nya berputar setiap 30 detik, dua kali lebih cepat dari tourbillon satu menit pada umumnya.

Bagi Pinaud, rilisan ini juga menjadi langkah penting dalam evolusi atelier independennya. Watchmaker asal Sainte-Croix ini sebelumnya memperkenalkan Origine pada 2021 dan Monopoussoir Chronograph pada 2018. Kini, melalui tourbillon perdana tersebut, Pinaud membawa pendekatan asimetris khasnya ke dalam mekanisme yang jauh lebih kompleks.

Desain Asimetris Khas Origine, Kini dengan Dial In-House

Image credit: Hodinkee

Sekilas, identitas desainnya masih mudah dikenali sebagai karya Sylvain Pinaud. Layout dial mempertahankan karakter asimetris dari Origine, dengan subdial jam dan menit ditempatkan sedikit ke satu sisi sementara running seconds berada di posisi sekitar pukul 9.

Namun, di balik tampilan yang familiar, hampir seluruh konstruksinya berbeda.

Salah satu perubahan menarik terdapat pada dial. Jika Origine menggunakan dial dari pemasok eksternal, kali ini Pinaud membuat dial secara in-house. Bagian tengahnya menggunakan batu opal putih, memberikan permainan cahaya yang lembut dan sedikit menyerupai tampilan enamel.

Pendekatan ini memperkuat karakter handmade yang selama ini menjadi salah satu daya tarik karya Pinaud. Alih-alih membuat dial yang terlihat semakin rumit, ia justru menggunakan material dan tata letak untuk menciptakan kedalaman visual.

Case 39mm dengan Pilihan Titanium dan Platinum

Image credit: Hodinkee

Ukuran case juga sedikit diperkecil dibanding Origine. Tourbillon terbaru ini memiliki diameter 39mm, turun dari 40mm pada Origine.

Konstruksinya memperlihatkan perpaduan antara elemen black-polished steel dan permukaan dengan hand-grained finishing. Kontras antara permukaan yang sangat reflektif dan bagian yang sengaja dibuat matte menjadi bagian penting dari estetika Pinaud.

Ada beberapa pilihan material yang tersedia. Versi titanium menawarkan karakter yang lebih ringan dan teknis, termasuk penggunaan titanium pada movement. Sementara itu, dua varian lainnya menggunakan platinum dengan karakter dial yang berbeda.

Salah satunya hadir dengan dial onyx hitam dan jarum rose gold, sementara varian lainnya menggunakan dial agate putih. Dengan demikian, perbedaan antarversi bukan sekadar material case, tetapi juga memberikan karakter visual yang cukup jauh satu sama lain.

Tourbillon 30 Detik yang Berputar Dua Kali Lebih Cepat

Image credit: Hodinkee

Inilah bagian yang paling menarik.

Sebagian besar tourbillon modern menggunakan cage yang menyelesaikan satu putaran dalam 60 detik. Pinaud memilih konfigurasi yang jauh lebih cepat: cage tourbillon pada model ini menyelesaikan satu putaran hanya dalam 30 detik.

Hasilnya bukan sekadar spesifikasi teknis di atas kertas. Dari sisi visual, gerakan cage menjadi jauh lebih dinamis dan mudah terlihat melalui bukaan dial.

Pinaud juga menggunakan cage titanium, yang membantu mengurangi bobotnya sekitar 20%. Bobot yang lebih rendah memungkinkan mekanisme bergerak dengan karakter yang lebih responsif, sekaligus menjadi bagian dari pendekatan teknis Pinaud terhadap komplikasi ini.

Di baliknya terdapat sistem double-barrel yang menghasilkan power reserve hingga 100 jam. Artinya, meskipun tourbillon dibuat bergerak lebih cepat, mekanisme tetap dirancang untuk mempertahankan cadangan energi yang panjang.

Zero-Reset Membuat Tourbillon Ini Semakin Unik

Komplikasi lain yang menarik adalah sistem zero-reset.

Ketika crown ditarik, jarum detik akan kembali ke posisi nol. Mekanisme ini membuat proses penyetelan waktu menjadi lebih presisi karena pengguna dapat menyinkronkan jarum detik dengan referensi waktu secara lebih mudah.

Cara kerja sistem tersebut juga sengaja dibuat terlihat. Melalui sebuah bukaan berbentuk hati, pengguna dapat melihat heart-shaped cam yang menjadi bagian dari mekanisme zero-reset.

Detail seperti ini sangat sesuai dengan filosofi Pinaud: fungsi teknis tidak harus disembunyikan di balik movement plate. Sebaliknya, mekanisme justru dijadikan bagian dari pengalaman visual jam.

Tiga Varian, Masing-Masing Hanya 10 Unit

Image credit: Hodinkee

Sylvain Pinaud akan memproduksi tourbillon ini dalam tiga limited series.

Versi pertama menggunakan titanium untuk case sekaligus movement, memberikan karakter paling ringan dan teknis. Dua versi lainnya menggunakan platinum, masing-masing dibedakan melalui konfigurasi dial onyx hitam atau agate putih.

Setiap varian dibatasi hanya 10 unit, sehingga total produksinya sangat kecil.

Angka tersebut juga mencerminkan posisi Pinaud sebagai independent watchmaker yang produksinya memang berada jauh di luar skala manufaktur Swiss mainstream.

Harga CHF 180.000

Image credit: Hodinkee

Tourbillon perdana Sylvain Pinaud ini dibanderol CHF 180.000.

Harganya lebih dari dua kali lipat dibanding Origine, tetapi peningkatan tersebut juga mencerminkan kompleksitas mekanisme yang jauh lebih tinggi, termasuk tourbillon 30 detik, zero-reset, double barrel, serta konstruksi movement yang dikembangkan secara khusus.

Rilisan ini diperkenalkan bertepatan dengan Watches and Wonders 2026, menjadi salah satu langkah terbesar Pinaud sejak mendirikan atelier independennya.

Dari Watchmaker Solo Menjadi Atelier Independen

Image credit: Hodinkee

Yang membuat tourbillon ini menarik bukan hanya mekanismenya, tetapi juga posisi Pinaud sendiri dalam industri.

Ia berasal dari keluarga watchmaker dan sebelumnya sempat bekerja untuk Franck Muller di Jenewa sebelum membangun namanya sendiri. Dari proyek-proyek awal seperti Monopoussoir Chronograph hingga Origine, Pinaud secara bertahap membangun bahasa desain yang cukup mudah dikenali.

Kini, ateliernya telah berkembang menjadi tim yang hampir mencapai 10 orang.

Tourbillon terbaru ini menjadi bukti bahwa perkembangan tersebut tidak membuat pendekatan artisanal Pinaud menghilang. Justru sebaliknya, semakin kompleks mekanismenya, semakin banyak ruang yang diberikan untuk memperlihatkan bagaimana desain, finishing, dan engineering dapat bekerja bersama.

Kesimpulan

Tourbillon perdana Sylvain Pinaud bukan sekadar tambahan komplikasi dalam koleksinya. Dengan cage yang berputar setiap 30 detik, sistem zero-reset, double barrel, dan konstruksi titanium yang ringan, Pinaud menemukan cara untuk memberikan identitas yang berbeda pada salah satu komplikasi paling familiar dalam haute horlogerie.

Lebih penting lagi, rilisan ini menunjukkan sejauh mana atelier Pinaud telah berkembang. Dari seorang watchmaker independen dengan pendekatan sangat personal, kini ia mulai membangun manufaktur kecil yang mampu menangani komplikasi semakin kompleks tanpa kehilangan karakter handmade yang membuat namanya menarik bagi kolektor.

Sumber: 

https://www.hodinkee.com/articles/the-sylvain-pinaud-tourbillon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *