McLaren kembali menetapkan standar baru di dunia otomotif performa tinggi melalui peluncuran McLaren W1, hypercar terbaru yang menjadi penerus langsung dua model legendaris, McLaren F1 dan McLaren P1. Dengan teknologi yang terinspirasi dari Formula 1, tenaga lebih dari 1.200 horsepower, serta produksi yang sangat terbatas, W1 menjadi salah satu mobil paling eksklusif yang pernah dibuat...
Sorotan Pasar Vintage: Hamilton Cross Country, Heuer Titanium Quartz, hingga Movado Super Sub Sea Chronograph
Pasar jam tangan vintage tidak pernah benar-benar kehabisan kejutan. Di satu sisi ada model klasik yang sudah lama dikenal kolektor, sementara di sisi lain muncul referensi-referensi aneh dan langka yang justru semakin menarik ketika sejarahnya mulai digali. Dalam edisi terbaru kolom mingguan “Bring a Loupe”, Hodinkee kembali mengumpulkan sejumlah jam vintage yang menarik perhatian di...
Piaget Hadirkan Polo Minute Repeater, Ultra-Tipis dengan Suara Dentang Sekeras 64 Desibel
Minute repeater biasanya identik dengan dua hal yang sulit dipadukan: komplikasi mekanis yang sangat rumit dan konstruksi yang tebal. Piaget mencoba membuktikan bahwa keduanya tidak selalu harus berjalan beriringan. Lewat Polo Minute Repeater Ref. G0A51038, Piaget menghadirkan jam ultra-tipis dengan kemampuan membunyikan waktu melalui dentangan mekanis yang mencapai 64 desibel. Angka tersebut membuat suaranya cukup...
Bell & Ross Hadirkan BR-X5 Meteorite, Dial dari Batu Luar Angkasa Berusia 4,5 Miliar Tahun
Bell & Ross kembali membawa bahasa desain aviation ke wilayah yang lebih eksperimental lewat BR-X5 Meteorite. Diperkenalkan untuk Geneva Watch Days, model terbaru ini mempertahankan karakter sporty BR-X5, tetapi mengganti tampilan dial konvensional dengan material yang secara harfiah berasal dari luar angkasa. Case stainless steel bernuansa monokromatik kini dipadukan dengan dial meteorit abu-abu dari Muonionalusta,...
5 Momen Langka Ketika Desainer Perhiasan Ikut Mendesain Jam Tangan Mewah
Dunia perhiasan dan watchmaking sebenarnya sudah lama berjalan beriringan. Namun, ketika sebuah jam tangan dibuat, desain biasanya tetap berada di tangan tim internal manufaktur. Karena itu, kolaborasi langsung dengan desainer perhiasan ternama menjadi sesuatu yang relatif langka. Menariknya, beberapa kolaborasi paling unik justru lahir dari era ketika batas antara jewelry, sculpture, dan watchmaking belum seketat...
ArtyA Genève Hadirkan Complexity Métiers d’Art, Dua Tourbillon Miring yang Dibalut Kerajinan Tangan Penuh Warna
Dunia haute horlogerie semakin sulit dipisahkan dari seni, terutama ketika sebuah movement yang sudah ekstrem secara teknis kemudian dijadikan kanvas untuk métiers d’art. ArtyA Genève mengambil pendekatan tersebut lewat Complexity Métiers d’Art, versi artistik dari Complexity yang sebelumnya diperkenalkan sebagai jam dengan dua tourbillon miring yang terhubung melalui differential sentral. Jika versi awalnya sudah menarik...
Longines Hadirkan Chrono Monopusher Pertama di Master Collection, Warisan 115 Tahun yang Akhirnya Kembali
Longines kembali menggali salah satu bab paling penting dalam sejarah chronograph-nya. Setelah melakukan pembaruan besar pada Master Collection sepanjang 2026, manufaktur asal Saint-Imier tersebut kini memperkenalkan Chrono Monopusher—sebuah chronograph dengan seluruh fungsi start, stop, dan reset yang dikendalikan melalui satu tombol di crown. Konsep tersebut bukan sekadar eksperimen desain. Longines memiliki sejarah panjang dengan monopusher...
Omega Rombak Speedmaster 38mm, Kini Makin Mirip Moonwatch Lewat Tujuh Referensi Baru
Selama bertahun-tahun, Omega Speedmaster 38mm berada dalam posisi yang agak unik. Ukurannya membuatnya menarik bagi mereka yang menginginkan Speedmaster lebih ringkas, tetapi desainnya justru terasa cukup jauh dari karakter Moonwatch yang membuat nama Speedmaster begitu ikonik. Sejak diperkenalkan pada 2017 sebagai penerus Speedmaster Reduced, generasi tersebut bahkan sempat mendapat kritik karena sejumlah elemen desainnya terasa...
Sylvain Pinaud Perkenalkan Tourbillon Perdana, Berputar Lebih Cepat dari Kebanyakan Tourbillon Lain
Di dunia independent watchmaking, tourbillon bukan lagi sekadar komplikasi untuk menunjukkan kemampuan teknis. Ketika hampir setiap manufaktur besar sudah memiliki interpretasinya sendiri, tantangannya justru bagaimana membuat tourbillon yang terasa benar-benar berbeda. Sylvain Pinaud menjawab tantangan tersebut dengan tourbillon pertamanya yang memiliki satu keunikan langsung terlihat: cage-nya berputar setiap 30 detik, dua kali lebih cepat dari...
Minase Kembali ke Akar Lewat Mastercraft J3, Titik Masuk Baru dengan Harga Paling Terjangkau
Di tengah industri jam tangan yang semakin ramai dengan desain kompleks dan spesifikasi teknis tinggi, Minase justru memilih kembali ke bentuk yang lebih sederhana. Manufaktur asal Jepang ini memperkenalkan Mastercraft J3, sebuah reinterpretasi modern dari salah satu referensi awal mereka, M3. Menariknya, J3 bukan hanya membawa kembali bahasa desain klasik Minase. Model ini juga menjadi...
