Bell & Ross Hadirkan BR-X5 Meteorite, Dial dari Batu Luar Angkasa Berusia 4,5 Miliar Tahun

Bell & Ross kembali membawa bahasa desain aviation ke wilayah yang lebih eksperimental lewat BR-X5 Meteorite. Diperkenalkan untuk Geneva Watch Days, model terbaru ini mempertahankan karakter sporty BR-X5, tetapi mengganti tampilan dial konvensional dengan material yang secara harfiah berasal dari luar angkasa.

Case stainless steel bernuansa monokromatik kini dipadukan dengan dial meteorit abu-abu dari Muonionalusta, material yang diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Di balik tampilannya yang relatif understated, jam ini membawa konstruksi case kompleks dan movement manufaktur berbasis Kenissi.

BR-X5 sendiri merupakan bagian dari evolusi desain Bell & Ross dari BR-01 yang diperkenalkan pada 2005, BR-05 pada 2019, hingga BR-X5 yang menggunakan movement manufaktur berbasis Kenissi sejak 2022.

Konstruksi Case 12 Bagian yang Kokoh

BR-X5 Meteorite menggunakan case stainless steel berukuran 41 mm dengan ketebalan 12,8 mm.

Bell & Ross membangun case tersebut menggunakan konstruksi sandwich yang terdiri dari 12 bagian berbeda. Seluruh komponen dirakit mengelilingi wadah internal kedap air yang berfungsi melindungi movement.

Konstruksi tersebut bukan sekadar permainan desain. Beberapa bagian case dan crown guard dibuat hollowed atau dilubangi untuk mengurangi bobot, tetapi tetap mempertahankan struktur yang dibutuhkan untuk melindungi movement.

Dengan water resistance hingga 100 meter, BR-X5 Meteorite tetap diposisikan sebagai sport watch yang dapat digunakan secara praktis, bukan sekadar objek koleksi dengan material eksotis.

Dial dari Meteorit Muonionalusta Asli

Inilah bagian yang membuat BR-X5 Meteorite berbeda.

Dial-nya dibuat dari meteorit Muonionalusta asli, salah satu meteorit yang dikenal berasal dari inti asteroid purba dan memiliki usia sekitar 4,5 miliar tahun.

Meteorit tersebut jatuh di wilayah yang sekarang menjadi Swedia utara sekitar satu juta tahun lalu dan ditemukan pada 1906. Materialnya kemudian diproses menjadi dial, tetapi Bell & Ross tidak menggunakan sekadar lapisan tipis meteorit di atas base dial.

Pada model ini, dial dipahat langsung dari material meteorit tersebut.

Hasilnya adalah pola Widmanstätten yang muncul secara alami. Pola geometris tersebut terbentuk melalui proses pendinginan yang sangat lambat di dalam tubuh asteroid selama jutaan tahun.

Karena struktur kristal tersebut tidak pernah terbentuk dengan pola yang persis sama, setiap potongan meteorit menghasilkan dial dengan karakter visual berbeda.

Dengan demikian, dua BR-X5 Meteorite secara teknis memiliki desain yang sama, tetapi pola pada dial masing-masing tidak akan benar-benar identik.

Movement Kaliber BR-CAL.323 dari Kenissi

Di balik dial meteorit tersebut terdapat BR-CAL.323, movement automatic berbasis manufaktur Kenissi yang menjadi salah satu fondasi teknis BR-X5.

Movement ini memiliki sertifikasi COSC, frekuensi 28.800 vph, serta power reserve sekitar 70 jam.

Bell & Ross kemudian kembali memasukkan elemen aviation ke dalam cara informasi ditampilkan.

Indikator tanggal tiga digit pada posisi pukul 3 dibuat menyerupai altimeter pesawat, sementara indikator power reserve pada posisi pukul 9 mengambil inspirasi dari fuel gauge.

Jadi, meskipun material dial membawa cerita tentang luar angkasa, cara jam menyampaikan informasi tetap berakar kuat pada dunia penerbangan yang menjadi identitas Bell & Ross.

Meteorit dan Aviation dalam Satu Jam

Menariknya, penggunaan meteorit sebenarnya cukup populer dalam watchmaking modern. Namun pendekatan Bell & Ross terasa sedikit berbeda karena material tersebut tidak berdiri sendiri sebagai gimmick.

BR-X5 sejak awal memiliki bahasa desain yang sangat terhubung dengan instrumen kokpit: angka yang mudah dibaca, indikator teknis, serta struktur case yang terlihat fungsional.

Material Muonionalusta kemudian memberikan lapisan cerita yang kontras. Dari kejauhan, warnanya terlihat tenang dan monokromatik. Baru ketika diperhatikan lebih dekat, pola kristal alami pada permukaannya mengungkap bahwa material tersebut memiliki sejarah yang jauh lebih tua daripada manusia—bahkan lebih tua daripada Bumi dalam bentuknya sekarang.

Edisi Terbatas dan Ketersediaan

Bell & Ross menawarkan BR-X5 Meteorite dalam dua pilihan konfigurasi: integrated steel bracelet atau strap karet hitam berventilasi.

Produksinya dibatasi hanya 250 unit.

Untuk saat ini, harga resmi belum diumumkan. Detail mengenai harga dan ketersediaan akan mengikuti pengumuman Bell & Ross berikutnya.

Sebuah BR-X5 dengan Cerita dari Luar Angkasa

BR-X5 Meteorite memperlihatkan bagaimana Bell & Ross dapat mengeksplorasi material yang sangat eksotis tanpa meninggalkan bahasa desain yang sudah menjadi identitasnya.

Case 12 bagian, indikator bergaya instrumen penerbangan, dan movement Kenissi menjaga jam ini tetap berada di dunia aviation watch. Namun dial Muonionalusta membawa cerita yang jauh lebih tua—material berusia sekitar 4,5 miliar tahun yang terbentuk jauh sebelum kehidupan modern muncul.

Hasil akhirnya bukan BR-X5 yang sengaja dibuat mencolok. Justru dalam format monokromatiknya, BR-X5 Meteorite menjadi salah satu eksperimen Bell & Ross yang paling understated, dengan detail paling menarik baru terlihat ketika seseorang cukup dekat untuk memperhatikannya.

Sumber:

https://monochrome-watches.com/bell-ross-br-x5-meteorite-introducing/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *