Ada sesuatu yang menarik ketika sebuah brand watchmaking memilih merayakan ulang tahun bukan dengan sekadar mengulang desain lama, melainkan dengan menunjukkan seberapa jauh mereka telah berkembang. Itulah yang dilakukan Fears pada 2026.
Berbarengan dengan perayaan 180 tahun sejak berdirinya perusahaan asli Fears dan satu dekade sejak Nicholas Bowman-Scargill menghidupkan kembali nama tersebut, watchmaker Inggris ini memperkenalkan komplikasi paling ambisiusnya sejauh ini: Brunswick 39 Perpetual Calendar.
Model ini menjadi perpetual calendar automatic pertama Fears di era modern sekaligus menandai langkah penting bagi brand yang selama bertahun-tahun membangun kembali reputasinya melalui jam tangan bergaya klasik dengan produksi terbatas.
Namun yang membuatnya menarik bukan hanya komplikasinya. Fears berusaha memasukkan seluruh mekanisme tersebut ke dalam proporsi yang tetap terlihat seperti sebuah Brunswick.
Empat Tahun Pengembangan untuk Mendapatkan Proporsi yang Tepat

Membuat perpetual calendar adalah satu tantangan. Membuatnya tetap terlihat ramping dan elegan adalah tantangan yang berbeda.
Pengembangan Brunswick 39 Perpetual Calendar dimulai sejak awal 2022 ketika Senior Design Manager Fears, Lee Yuen-Rapati, mulai mengembangkan sketsa untuk model ini. Empat tahun kemudian, hasil akhirnya hadir dengan case berukuran 39mm x 37mm dan ketebalan hanya 9,4mm.
Angka tersebut menarik karena komplikasi perpetual calendar biasanya membutuhkan ruang tambahan untuk menampung modul kalender beserta sistem koreksinya. Fears justru mempertahankan profil relatif tipis sambil tetap membawa bahasa desain Brunswick.
Bentuk cushion menjadi elemen yang paling mudah dikenali. Case memiliki karakter klasik dengan lug yang menyatu secara halus, sementara kombinasi finishing brushed dan polished memberikan kontras tanpa membuat desainnya terlihat terlalu ramai.
Ukuran lug-to-lug mencapai 45,4mm dengan lug width 20mm, sehingga secara keseluruhan jam ini tetap dirancang sebagai dress watch yang relatif mudah dikenakan.
Dial Silver Mink dengan Sentuhan Cyan

Fears memilih pendekatan yang cukup tenang untuk dial Brunswick 39 Perpetual Calendar.
Dial berwarna silver mink mendapatkan lightly frosted finish dan dilapisi perak murni. Permukaannya kemudian diberi cetakan hitam dan cyan, menghasilkan tampilan yang terasa klasik tetapi tidak sepenuhnya konservatif.
Pilihan warna tersebut juga membantu informasi kalender tetap mudah dibaca. Sebagai perpetual calendar, dial harus memuat cukup banyak informasi tanpa kehilangan keseimbangan visual.
Case dibuat dari 316L stainless steel dengan perpaduan permukaan brushed dan polished. Untuk melengkapi tampilannya, Fears memasangkan jam ini dengan strap walnut matte berbahan ostrich dan buckle senada.
Hasilnya cukup berbeda dari stereotip perpetual calendar yang sering hadir dalam case emas dan dial formal. Fears mempertahankan karakter Inggris yang understated dengan material steel sebagai basisnya.
Kaliber Berbasis Sellita SW300 dengan Modul Dubois Dépraz

Di balik desain yang relatif sederhana tersebut terdapat sistem kalender yang jauh lebih kompleks.
Brunswick 39 Perpetual Calendar menggunakan movement automatic berbasis Sellita SW300 yang dipadukan dengan modul perpetual calendar dari Dubois Dépraz.
Movement ini beroperasi pada frekuensi 28.800 vph dan menyediakan power reserve sekitar 47 jam.
Fungsi kalender menampilkan informasi utama seperti hari, tanggal, dan bulan, sekaligus mampu memperhitungkan siklus tahun kabisat. Secara teoritis, kalender tidak membutuhkan koreksi manual hingga tahun 2100, ketika aturan kalender Gregorian kembali membutuhkan penyesuaian.
Indikator moon phase juga menjadi bagian dari konfigurasi komplikasi tersebut.
Dengan demikian, Brunswick 39 bukan hanya sebuah watch dengan tanggal yang terlihat lebih kompleks. Ia merupakan perpetual calendar sungguhan yang dirancang untuk terus menampilkan informasi kalender secara otomatis dalam jangka panjang.
Masuk ke Eminence, Kelas Baru Fears

Ada satu keputusan strategis yang membuat peluncuran ini semakin menarik.
Fears menempatkan Brunswick 39 Perpetual Calendar di bawah Eminence Collection, sebuah kategori yang merepresentasikan tingkat watchmaking paling tinggi dalam portofolio modern brand.
Langkah tersebut menempatkan Fears dalam percakapan yang berbeda dari positioning awalnya sebagai brand Inggris yang bangkit kembali melalui jam tangan klasik berukuran relatif sederhana.
Yang lebih penting, Fears tidak menjadikannya sekadar limited edition untuk memperingati ulang tahun.
Brunswick 39 Perpetual Calendar direncanakan sebagai bagian dari koleksi inti dan bukan model terbatas. Artinya, komplikasi ini diposisikan sebagai awal dari sebuah fase baru, bukan sekadar demonstrasi kemampuan satu kali.
Keputusan tersebut cukup berani untuk sebuah independent watchmaker yang masih relatif kecil.
180 Tahun Sejarah, 10 Tahun Era Baru

Peluncuran ini memiliki dua lapisan sejarah sekaligus.
Fears pertama kali berdiri pada 1846, sehingga 2026 menandai 180 tahun sejak perusahaan tersebut didirikan. Namun brand modern yang dikenal kolektor hari ini baru mendapatkan kehidupan baru ketika Nicholas Bowman-Scargill menghidupkannya kembali pada 2016.
Dalam konteks tersebut, Brunswick 39 Perpetual Calendar terasa seperti pernyataan tentang pencapaian satu dekade terakhir.
Jika fase revival Fears sebelumnya berfokus pada membangun kembali identitas desain dan kredibilitas craftsmanship, perpetual calendar ini menunjukkan ambisi untuk membawa nama Fears ke wilayah komplikasi yang lebih tinggi.
Dan menariknya, semua itu dilakukan tanpa meninggalkan bentuk Brunswick yang sudah menjadi salah satu identitas utama brand.
Harga dan Ketersediaan

Fears belum mengumumkan harga resmi untuk Brunswick 39 Perpetual Calendar.
Jam ini direncanakan mulai dikirim pada akhir Oktober 2026 dan seluruh proses pembuatannya dilakukan secara hand-built di Inggris.
Belum adanya harga justru membuat positioning model ini cukup menarik untuk diamati. Dengan masuknya Brunswick 39 ke Eminence Collection dan penggunaan perpetual calendar, Fears jelas menempatkannya jauh di atas model-model reguler mereka.
Kesimpulan
Brunswick 39 Perpetual Calendar bukan sekadar komplikasi baru untuk merayakan ulang tahun Fears.
Jam ini menjadi penanda bahwa satu dekade setelah kebangkitannya, Fears mulai memasuki fase berbeda: dari brand revival dengan nostalgia kuat menjadi watchmaker Inggris modern yang berani bermain di wilayah haute horlogerie.
Yang paling menarik adalah cara Fears melakukannya. Alih-alih membuat perpetual calendar yang terlihat rumit dan eksperimental, brand ini justru mempertahankan case cushion Brunswick yang elegan, ukuran 39mm yang relatif wearable, serta dial silver mink yang understated.
Dengan begitu, komplikasi tinggi tidak harus selalu terlihat mencolok. Pada Brunswick 39 Perpetual Calendar, justru kemampuan menyembunyikan kompleksitas di balik desain yang tenang menjadi bagian dari daya tariknya.
Sumber:
Fears Celebrates Its (Re-)Birthday With The New Brunswick 39 — The Brand’s First Perpetual Calendar
