Era 1990-an mungkin tidak selalu dianggap sebagai periode paling glamor dalam sejarah Omega. Namun, justru dekade ini melahirkan sejumlah model yang hari ini terasa semakin menarik: desainnya sudah modern, teknologi produksinya lebih matang, tetapi karakter vintage-nya belum sepenuhnya hilang.
Bagi kolektor yang mencari jam tangan mekanis untuk benar-benar dipakai, bukan sekadar disimpan, era tersebut menawarkan kombinasi yang sulit ditolak. Beberapa model bahkan masih relatif terjangkau dibandingkan harga jam tangan modern dengan spesifikasi serupa.
Dalam seri pilihannya, Fratello Watches menyoroti lima Omega dari era 1990-an yang menurut mereka paling layak diperhatikan. Dua di antaranya adalah Omega yang hingga kini masih menjadi referensi penting di dunia horologi: Seamaster Professional 300M dan Speedmaster Professional.
1. Omega Seamaster Professional 300M Ref. 2531.80

Kalau harus memilih satu Omega yang paling mudah merepresentasikan era 1990-an, Seamaster Professional 300M ref. 2531.80 mungkin menjadi kandidat terkuat.
Diperkenalkan pada dekade tersebut, model ini membawa kombinasi yang kemudian menjadi identitas Seamaster modern: bezel diver berwarna biru, dial biru dengan motif gelombang, bracelet terintegrasi, serta helium escape valve di sisi case.
Ref. 2531.80 juga dikenal luas sebagai “Bond watch”, setelah muncul di pergelangan Pierce Brosnan sebagai James Bond dalam GoldenEye dan film-film Bond berikutnya. Status tersebut membuatnya memiliki nilai pop culture yang jauh melampaui spesifikasi teknisnya.
Yang menarik, desainnya masih terasa sangat wearable hingga sekarang. Dengan ukuran sekitar 41mm, konstruksi stainless steel, dan water resistance 300 meter, ini bukan sekadar jam nostalgia.
Di pasar sekunder, unit dalam kondisi bagus dapat ditemukan di kisaran €2.500–4.000, tergantung kondisi, kelengkapan, dan tahun produksi. Itu membuatnya menjadi salah satu cara relatif terjangkau untuk memiliki Omega klasik yang benar-benar bisa dipakai setiap hari.
2. Omega Speedmaster Professional Ref. 3570.50

Jika Seamaster mewakili sisi sporty Omega pada era 1990-an, maka Speedmaster Professional ref. 3570.50 mewakili sisi historisnya.
Model ini merupakan salah satu versi modern dari Moonwatch, dengan desain yang sangat dekat dengan formula Speedmaster Professional yang sudah dikenal selama puluhan tahun. Dial hitam, tiga subdial, bezel tachymeter, dan bracelet stainless steel membuatnya hampir tidak lekang oleh waktu.
Salah satu daya tarik terbesarnya adalah kaliber 1861, movement manual-winding yang memiliki hubungan langsung dengan keluarga movement yang digunakan dalam perjalanan sejarah Speedmaster.
Bagi pengguna harian, konfigurasi manual-wind justru menjadi bagian dari pengalaman. Memutar crown setiap beberapa hari bukan sekadar aktivitas teknis, tetapi ritual kecil yang membuat hubungan antara pemilik dan jam terasa lebih personal.
Ref. 3570.50 juga menarik karena berada di titik pertemuan antara vintage dan modern. Ia memiliki sejarah yang sangat panjang, tetapi konstruksinya cukup kontemporer untuk digunakan sebagai daily watch tanpa rasa terlalu “rapuh”.
3. Omega Seamaster Professional Chronograph

Chronograph juga menjadi salah satu komplikasi yang menarik dari Omega era 1990-an. Pada periode ini, Omega mulai membangun kembali citranya sebagai produsen jam sport modern dengan berbagai model Seamaster yang lebih teknis.
Seamaster Professional Chronograph menawarkan kombinasi antara kemampuan diver dan fungsi chronograph, membuatnya jauh lebih kompleks dibanding Seamaster time-only biasa.
Desainnya memang lebih besar dan lebih ramai dibanding ref. 2531.80. Namun justru karakter tersebut membuatnya terasa sangat khas era 1990-an—sebuah periode ketika jam tangan sport mulai berani tampil lebih besar dan teknis tanpa kehilangan fungsi utama.
Untuk kolektor, model-model seperti ini menarik karena tidak memiliki tingkat popularitas yang sama dengan Speedmaster atau Seamaster 300M. Artinya, seseorang bisa mendapatkan karakter Omega vintage-modern tanpa harus masuk ke model yang paling banyak diburu pasar.
4. Omega Constellation ’95

Era 1990-an juga penting bagi lini Constellation. Model-model Constellation ’95 membawa desain yang jauh lebih modern dibanding generasi sebelumnya, tetapi tetap mempertahankan elemen khas keluarga tersebut.
Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah claws pada bezel yang menjadi identitas Constellation modern. Dipadukan dengan dial yang relatif bersih dan bracelet terintegrasi, jam ini menawarkan karakter yang lebih dressy dibanding Seamaster maupun Speedmaster.
Bagi pengguna yang mencari Omega untuk kantor atau pakaian formal, Constellation dari era tersebut bisa menjadi alternatif menarik. Ia cukup mewah untuk terlihat berbeda, tetapi tidak memiliki tingkat pengenalan publik seperti Rolex Datejust.
Inilah salah satu alasan jam tangan 1990-an semakin menarik bagi kolektor: desainnya sudah cukup modern untuk dipakai hari ini, tetapi harganya belum tentu mengikuti harga vintage dari dekade-dekade sebelumnya.
5. Omega De Ville Prestige

Pilihan terakhir membawa kita ke sisi Omega yang lebih elegan: De Ville Prestige.
Berbeda dengan Speedmaster yang identik dengan motorsport dan eksplorasi luar angkasa atau Seamaster yang punya hubungan kuat dengan dunia penyelaman, De Ville menawarkan pendekatan yang jauh lebih tenang.
Desain dial yang sederhana, indeks klasik, serta proporsi case yang relatif konservatif membuatnya cocok digunakan sebagai dress watch sekaligus jam harian.
Justru karena tidak terlalu agresif menunjukkan identitas sport, De Ville menjadi pilihan menarik bagi kolektor yang menginginkan Omega dengan karakter understated. Ia tidak langsung dikenali dari jauh, tetapi memiliki kualitas finishing dan sejarah brand yang sama.
Untuk pasar vintage-modern, model seperti ini juga memperlihatkan bagaimana Omega pada 1990-an memiliki pilihan yang jauh lebih luas daripada dua lini yang paling populer saat ini.
Mengapa Omega 1990-an Masih Menarik?
Ada satu kesamaan dari kelima jam tersebut: mereka tidak terasa seperti barang museum.
Itulah keunggulan besar jam tangan dari era 1990-an. Dibandingkan jam vintage yang benar-benar tua, konstruksi dan movement-nya sudah cukup modern untuk menghadapi penggunaan sehari-hari. Namun dibandingkan banyak jam modern, desainnya masih memiliki karakter periode yang kuat.
Dekade tersebut juga menjadi periode penting bagi Omega dalam membangun kembali posisi brand sebagai salah satu pemain utama Swiss watchmaking. Hasilnya adalah berbagai jam yang hari ini berada di titik menarik antara vintage appeal, modern usability, dan harga yang relatif rasional.
Bagi kolektor baru, ini membuat Omega 1990-an layak dipertimbangkan bukan hanya karena faktor nostalgia, tetapi karena memang masuk akal untuk dipakai.
Kesimpulan
Lima Omega dari era 1990-an ini menunjukkan bahwa mencari jam tangan vintage tidak selalu berarti harus mundur hingga tahun 1960-an atau 1970-an.
Seamaster Professional 300M ref. 2531.80 menawarkan kombinasi sejarah Bond dan kemampuan diver, Speedmaster Professional ref. 3570.50 membawa warisan Moonwatch, sementara lini Seamaster Chronograph, Constellation, dan De Ville memperlihatkan sisi lain Omega yang sering terlupakan.
Tiga dekade kemudian, banyak di antaranya masih terlihat relevan, masih mudah dikenakan, dan—yang paling menarik bagi calon kolektor—belum selalu dihargai setinggi jam tangan modern dengan nama yang sama.
Sumber:
