Hermès Rajut Siluet Kuda dari 400 Helai Benang Sutra di Arceau Cheval Natté

Hermès kembali membuktikan bahwa dunia watchmaking dapat menjadi kanvas bagi warisan craftsmanship maison lewat Arceau Cheval Natté. Kali ini, bukan enamel, engraving, atau miniature painting yang menjadi pusat perhatian, melainkan tekstil.

Hampir 400 helai benang sutra dirangkai satu per satu untuk membentuk siluet geometris kepala kuda pada dial. Motif tersebut awalnya dirancang oleh Tong Ren untuk aksesori rumah Hermès sebelum diterjemahkan ke dalam sebuah jam tangan berdiameter 38mm.

Dua Interpretasi Warna

Arceau-Cheval-natte-copyright-David-Marchon-3.jpg

Arceau Cheval Natté hadir dalam dua interpretasi.

Versi pertama menggunakan palet warna primer cerah yang mempertahankan karakter desain asli Tong Ren. Versi kedua tampil lebih dramatis melalui kombinasi hitam, merah, dan cokelat.

Meski berbeda secara visual, keduanya menggunakan teknik tekstil yang sama untuk membangun siluet kuda.

Marquetry Sutra Bertemu Champlevé dan Berlian

Arceau-Cheval-natte-copyright-David-Marchon-4.jpg
Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Teknik utama pada dial adalah silk-thread marquetry. Benang sutra diposisikan satu per satu untuk membentuk komposisi geometris.

Konstruksi tersebut kemudian dibingkai menggunakan elemen champlevé dan bagian yang dihiasi berlian. Menariknya, berlian tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi tambahan, tetapi ditempatkan sedemikian rupa sehingga berinteraksi langsung dengan komposisi anyaman.

Hasilnya membuat dial terlihat seperti karya tekstil miniatur yang dipindahkan ke pergelangan tangan.

Case Rose Gold 38mm

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Arceau Cheval Natté menggunakan case rose gold berdiameter 38mm yang juga dihiasi berlian.

Strap alligator dibuat secara handmade di atelier Hermès sendiri, mempertahankan pendekatan craftsmanship yang sama dengan dial.

Masing-masing colorway dibatasi hanya 24 unit, sehingga total produksi mencapai 48 jam tangan.

Kaliber H1912 di Balik Caseback

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Di balik karya métiers d’art tersebut terdapat Kaliber H1912, automatic self-winding movement Hermès.

Caseback sapphire memungkinkan movement terlihat dari luar. Salah satu detail dekoratifnya adalah pola khas “sprinkling of Hs”, yang menjaga identitas Hermès tetap terlihat bahkan ketika perhatian utama jam berada di bagian dial.

Arceau sebagai Kanvas Métiers d’Art

Case Arceau pertama kali dirancang Henri d’Origny pada 1978 dan sejak saat itu berkembang menjadi salah satu kanvas utama Hermès untuk mengeksplorasi métiers d’art.

Pada Cheval Natté, pendekatan tersebut mencapai tingkat kesulitan tersendiri. Benang sutra tidak memberikan ruang untuk kesalahan seperti material dial yang lebih mudah dikontrol.

Hampir 400 segmen harus ditempatkan pada sudut yang tepat agar kepala kuda tetap terbaca sebagai bentuk yang memiliki gerakan, bukan sekadar kumpulan blok warna.

Harga dan Ketersediaan

 

Hermès belum mengungkapkan harga resmi Arceau Cheval Natté dan memposisikannya sebagai karya haute horlogerie métiers d’art yang sangat eksklusif.

Masing-masing interpretasi warna dibatasi 24 unit.

Kesimpulan

Arceau Cheval Natté menunjukkan keunggulan yang muncul ketika warisan tekstil sebuah maison benar-benar diterjemahkan ke dalam watchmaking.

Hermès tidak sekadar menambahkan motif tekstil ke sebuah jam. Maison ini membawa teknik menyusun benang ke dalam skala mikro, lalu menggabungkannya dengan champlevé, berlian, precious metal, dan mechanical movement.

Hasil akhirnya adalah sebuah Arceau yang terasa seperti pertemuan antara atelier tekstil dan haute horlogerie—sebuah pengingat bahwa craftsmanship Hermès memang berawal jauh sebelum jam tangan menjadi bagian dari identitasnya.

Sumber:

https://www.watchcollectinglifestyle.com/home/hermes-arceau-cheval-natte-horse-stitched-watch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *