Blancpain Hadirkan Lady B, Perhiasan Mekanis Mini untuk Rayakan 70 Tahun Ladybird

Blancpain dikenal luas melalui warisan watchmaking teknisnya, termasuk dive watch ikonis Fifty Fathoms. Namun, sejarah brand ini juga memiliki babak penting yang berpusat pada perempuan. Di pertengahan abad ke-20, Betty Fiechter memimpin Blancpain—sebuah pencapaian bermakna pada masa ketika kesempatan perempuan dalam dunia profesional masih sangat terbatas. Terinspirasi dari Ladybird era 1950-an, Blancpain kini memperkenalkan Lady...

Parmigiani Fleurier Padukan Emas Rose dan Warna Milano Blue di Tonda PF Skeleton Terbaru

Parmigiani Fleurier kembali mengeksplorasi konsep skeleton dalam salah satu interpretasi paling mewah dari Tonda PF. Kali ini, Tonda PF Skeleton hadir dalam kombinasi case dan bracelet rose gold dengan treatment Milano Blue pada struktur openworked movement. Alih-alih menggunakan warna kontras yang mencolok, Parmigiani Fleurier memilih saturasi biru pekat yang memberikan kedalaman visual terhadap warna emas...

Hermès Rajut Siluet Kuda dari 400 Helai Benang Sutra di Arceau Cheval Natté

Hermès kembali membuktikan bahwa dunia watchmaking dapat menjadi kanvas bagi warisan craftsmanship maison lewat Arceau Cheval Natté. Kali ini, bukan enamel, engraving, atau miniature painting yang menjadi pusat perhatian, melainkan tekstil. Hampir 400 helai benang sutra dirangkai satu per satu untuk membentuk siluet geometris kepala kuda pada dial. Motif tersebut awalnya dirancang oleh Tong Ren...

Louis Vuitton Escale Twin Zone, Solusi Cerdas Menampilkan Dua Zona Waktu Sekaligus Menyembunyikannya

Louis Vuitton kembali memperluas koleksi jam tangannya lewat Escale Twin Zone, sebuah dual time watch yang mengambil pendekatan berbeda dari GMT konvensional. Alih-alih mengandalkan jarum 24 jam tambahan, jam ini menggunakan dua set jarum jam dan menit 12 jam yang dapat bekerja secara independen. Yang membuatnya menarik, set jarum untuk zona waktu kedua dapat disejajarkan...

Daniel Roth Hadirkan Extra Plat Gilt Asli, Dial Hitam yang Ungkap Emas di Baliknya

Di tengah kebangkitan kembali nama Daniel Roth di bawah LVMH, brand ini semakin berani mengeksplorasi detail-detail yang membuat koleksi vintage-nya begitu istimewa. Terbaru, Daniel Roth memperkenalkan Extra Plat Rose Gold Gilt, sebuah dress watch yang menawarkan interpretasi modern terhadap teknik dial gilt. Namun, istilah gilt pada jam ini bukan sekadar nama atau efek warna. Kilau...

CVSTOS Hadirkan Ceramic Watch Pertamanya dalam 20 Tahun Lewat Kolaborasi dengan Petarung UFC Arman Tsarukyan

CVSTOS kembali membawa dunia jam tangan mewah ke arena olahraga melalui kolaborasi keduanya dengan seorang atlet. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan petenis Karen Khachanov, kali ini independent Swiss watchmaker tersebut menggandeng petarung UFC lightweight Arman Tsarukyan. Namun, kolaborasi ini tidak berhenti pada pemberian nama atlet untuk sebuah varian warna. Pendiri CVSTOS, Sassoun Sirmakes, bersama direktur...

A. Lange & Söhne Kembalikan Proporsi Klasik 1815 Up/Down Lewat Dial Biru Pertamanya

Di tengah tren industri jam tangan yang cenderung menghadirkan case semakin besar, A. Lange & Söhne justru mengambil arah sebaliknya. Manufaktur asal Saxony, Jerman, memperkenalkan dua edisi khusus terbaru 1815 Up/Down dengan case yang kembali ke ukuran lebih ringkas, sekaligus menghadirkan dial biru untuk pertama kalinya dalam lini 1815 Up/Down. Tersedia dalam pilihan emas putih...

Girard-Perregaux Masukkan Tourbillon dan Micro-Rotor ke Laureato Setipis 10mm

Girard-Perregaux kembali menunjukkan kemampuan teknisnya melalui Laureato Fifty Tourbillon Micro-Rotor 39mm, sebuah model yang menggabungkan dua komplikasi sekaligus—tourbillon dan automatic micro-rotor—ke dalam case stainless steel dengan ketebalan hanya 10mm. Peluncuran ini hadir setelah Laureato merayakan ulang tahun ke-50 pada 2025. Memasuki 2026, Girard-Perregaux menjadikan Laureato Fifty sebagai bagian permanen dari koleksi, sekaligus memperkuat posisinya melalui...

Urban Jürgensen UJ-2, Jam Time-Only yang Menyimpan Escapement Paling Elegan di Dunia Watchmaking

Kebangkitan Urban Jürgensen menjadi salah satu kisah paling menarik dalam dunia horologi modern. Setelah kembali dihidupkan di bawah kepemimpinan Kari Voutilainen dan Alex Rosenfield, manufaktur bersejarah asal Denmark-Swiss ini langsung mencuri perhatian melalui UJ-1 Tourbillon, sebuah mahakarya yang memperlihatkan kemampuan teknis dan artistik pada level tertinggi. Namun, di balik kemegahan tourbillon tersebut, justru Urban Jürgensen...

Roger Dubuis Satukan Format Biretrograde Klasik dengan Perpetual Calendar di Excalibur Terbaru

Roger Dubuis kembali membuka arsip desainnya lewat Excalibur Biretrograde Perpetual Calendar, sebuah complicated watch yang mempertemukan salah satu format paling khas dalam sejarah awal manufaktur dengan bahasa desain Excalibur yang lebih flamboyan. Bagi Roger Dubuis, biretrograde calendar bukan sekadar komplikasi tambahan. Format ini sudah menjadi bagian dari identitas teknis maison sejak era awal berdirinya. Pada...