Maen Hadirkan Trio Dial Batu Alam untuk Manhattan 37 Ultra-Thin, Tampilan Baru yang Makin Elegan

Maen memperluas koleksi Manhattan 37 Ultra-Thin dengan tiga varian dial batu alam yang menghadirkan karakter berbeda pada siluet terinspirasi era 1970-an. Microbrand asal Swedia ini menawarkan Black Onyx, Golden Swan, dan Snowflake Obsidian, sekaligus mempertahankan case ultra-thin 37 mm yang menjadi ciri khas Manhattan.

Desain Dial Batu Alam Tiga Varian

Trio terbaru Manhattan 37 Ultra-Thin menggunakan tiga jenis batu alam yang memberikan setiap jam karakter visual unik tanpa mengubah desain minimalisnya.

Varian pertama menggunakan Black Onyx, batu dengan permukaan hitam pekat dan glossy yang memberikan tampilan paling sleek. Berikutnya adalah Golden Swan, yang menghadirkan rona hangat dengan pola urat organik yang membuat setiap dial memiliki karakter berbeda.

Pilihan ketiga adalah Snowflake Obsidian, material berupa kaca vulkanik berwarna gelap dengan bintik-bintik alami yang menjadi ciri khas batu tersebut. Karena menggunakan material alami, pola dan distribusi warna pada setiap dial dapat berbeda sehingga setiap unit memiliki tampilan yang relatif personal.

Maen juga menyederhanakan konstruksi dial dibandingkan interpretasi Manhattan lainnya. Tidak terdapat applied hour markers maupun sub-seconds, sementara indikator waktu hanya mengandalkan jarum bergaya pencil yang tipis dan minimalis.

Pendekatan tersebut membuat tekstur batu menjadi pusat perhatian. Alih-alih menambahkan banyak elemen dekoratif, Maen membiarkan material alami menjadi statement utama pada dial.

Material, Dimensi, dan Konstruksi

Manhattan 37 Ultra-Thin mempertahankan case stainless steel berukuran 37 mm dengan ketebalan hanya 7,1 mm, memberikan profil yang ramping tanpa menghilangkan karakter geometrisnya.

Case memiliki dimensi 37 mm x 47,4 mm lug-to-lug x 7,1 mm, sehingga relatif compact untuk standar jam tangan modern. Bezel oktagonal menjadi salah satu elemen desain yang paling mudah dikenali, dengan kombinasi finishing brushed dan polished yang menciptakan permainan permukaan pada case.

Ketahanan air mencapai 100 meter, membuatnya lebih fleksibel untuk penggunaan sehari-hari dibandingkan banyak dress watch ultra-thin. Proporsi yang tipis juga membuat Manhattan 37 tetap nyaman ketika dipakai bersama pakaian formal maupun casual.

Konstruksi bracelet menjadi detail menarik lainnya. Bracelet terhubung ke case melalui empat sekrup pada bagian caseback, sebuah pendekatan konstruksi yang menjadi salah satu ciri khas Manhattan dan memperkuat kesan industrial pada desainnya.

Movement Kaliber La Joux-Perret D101

Manhattan 37 Ultra-Thin menggunakan movement manual-winding La Joux-Perret D101 yang memungkinkan Maen mempertahankan profil case yang sangat tipis.

Penggunaan movement hand-wound menjadi salah satu faktor penting dalam konstruksi ultra-thin model ini. Tanpa rotor otomatis, Maen dapat mengoptimalkan ruang di dalam case sehingga ketebalan keseluruhan dapat dipertahankan pada angka 7,1 mm.

Pendekatan ini juga sesuai dengan karakter desain Manhattan 37 yang lebih mengutamakan proporsi ramping dan tampilan bersih. Pengguna perlu memutar crown secara manual untuk memberikan tenaga pada movement, sebuah pengalaman yang cukup berbeda dari jam automatic modern.

Edisi Terbatas

Masing-masing dari tiga varian dial batu alam diproduksi sebanyak 100 unit sebelum Maen beralih ke sistem pre-order.

Black Onyx, Golden Swan, dan Snowflake Obsidian masing-masing memiliki alokasi awal 100 unit. Jumlah tersebut memberikan kelangkaan awal pada ketiga varian sekaligus memungkinkan Maen mengukur respons pasar terhadap penggunaan stone dial dalam koleksi Manhattan.

Setelah batch terbatas tersebut habis, model akan beralih ke sistem pre-order. Dengan demikian, statusnya berbeda dari limited edition yang dihentikan sepenuhnya setelah kuota produksi tercapai.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan Maen mempertahankan varian stone dial sebagai bagian dari lini Manhattan 37 Ultra-Thin tanpa harus menjadikannya model yang hanya tersedia dalam satu batch produksi.

Harga dan Ketersediaan

Trio stone dial Manhattan 37 Ultra-Thin menjadi bagian dari koleksi Manhattan dan tersedia melalui kanal resmi Maen.

Ketiga varian tersebut diposisikan sebagai bagian dari lini Manhattan 37 Ultra-Thin, bukan sekadar rilisan musiman yang langsung dihentikan setelah batch pertama. Masing-masing model tersedia dalam jumlah awal 100 unit sebelum masuk ke sistem pre-order.

Strategi ini memperluas pilihan bagi konsumen yang menginginkan desain Manhattan dengan karakter dial yang lebih ekspresif. Sementara itu, penggunaan batu alam tetap memberikan kesan premium tanpa mengubah identitas minimalis dan proporsi compact yang menjadi kekuatan utama koleksi.

Batu Alam Membawa Karakter Baru ke Manhattan

Trio stone dial menunjukkan bagaimana Maen dapat memberikan wajah baru pada desain klasik tanpa harus mengubah fondasi proporsinya.

Black Onyx memberikan karakter paling elegan dan understated, Golden Swan menawarkan nuansa lebih hangat dengan pola organik, sementara Snowflake Obsidian menghadirkan tampilan paling unik berkat bintik alami pada permukaannya.

Penggunaan stone dial juga mengikuti ketertarikan yang terus berkembang terhadap material alami dalam dunia watchmaking. Tidak seperti dial yang sepenuhnya dibuat secara industrial, batu alam memberikan variasi visual yang membuat setiap permukaan memiliki karakter tersendiri.

Bagi Maen, pendekatan ini memperkuat posisi Manhattan 37 Ultra-Thin sebagai jam microbrand yang menawarkan detail desain premium dengan bahasa visual yang cukup berbeda dari kebanyakan jam entry-level. Case ultra-thin, bezel oktagonal, konstruksi bracelet, dan kini dial batu alam membuat koleksi ini semakin mudah dikenali.

 

Sumber: 

Rocking A New Look: The Maen Manhattan Stone Dial Series

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *