Patek Philippe Hadirkan World Time Minute Repeater Bertema Milan Siang dan Malam

Patek Philippe menghadirkan dua interpretasi baru World Time Minute Repeater Ref. 5531G khusus untuk Watch Art Grand Exhibition Milan 2026. Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013 sama-sama menggabungkan dua komplikasi yang menjadi bagian penting dari tradisi haute horlogerie Patek Philippe—World Time dan minute repeater—dengan dial Grand Feu cloisonné enamel yang menggambarkan pusat kota Milan dari perspektif siang dan malam.

Keluarga Ref. 5531 sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2017 dan sejak itu menjadi salah satu platform Patek Philippe untuk menggabungkan fungsi World Time dengan minute repeater sekaligus menampilkan interpretasi artistik dari berbagai kota.

Untuk Milan 2026, pendekatan tersebut dibuat semakin literal. Ref. 5531G-012 menggambarkan Milan pada siang hari, sementara Ref. 5531G-013 menghadirkan kota yang sama setelah matahari terbenam.

Keduanya hanya diproduksi lima unit, menjadikannya dua dari edisi paling eksklusif dalam rangkaian Watch Art Grand Exhibition Milan 2026.

Dua Interpretasi — Milan Siang vs Milan Malam

Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013 menggunakan teknik Grand Feu cloisonné enamel untuk menggambarkan pusat kota Milan dalam dua kondisi pencahayaan yang berbeda.

Pada Ref. 5531G-012, peta pusat Milan divisualisasikan dalam suasana siang. Jalan-jalan kota digambarkan menggunakan enamel putih, sementara area atap bangunan menggunakan nuansa merah muda dan merah pucat yang merepresentasikan karakter terracotta Milan.

Duomo menjadi titik visual yang mudah dikenali di tengah komposisi.

Versi malam, Ref. 5531G-013, menggunakan pendekatan yang berbeda. Jalan-jalan Milan tampil dengan warna kuning terang untuk menciptakan kesan cahaya buatan yang terlihat dari atas.

Keduanya menggunakan pelat dial emas 18K sebagai dasar konstruksi cloisonné enamel. Kawat emas membentuk berbagai bagian peta sebelum ruang-ruang tersebut diisi dengan enamel dan melalui proses pembakaran Grand Feu.

Kedua dial juga membawa tanda tangan “A.P.”, yang mengidentifikasi keterlibatan studio enamelis terkenal Anita Porchet dalam pengerjaannya.

Perbedaan siang dan malam tersebut membuat kedua referensi terasa seperti dua karya seni yang berdiri sendiri, meskipun menggunakan arsitektur jam yang sama.

Case Calatrava dengan Caseband Guilloché Hobnail

Image credit: SJX Watches

Kedua Ref. 5531G menggunakan case white gold 18K berdiameter 40,2 mm dengan caseband yang dihiasi hand-guilloché Clous de Paris atau pola hobnail.

Case memiliki diameter 40,2 mm dan ketebalan 11,49 mm, dengan lugs skeletonized yang memberikan tampilan lebih terbuka pada sisi case.

Clous de Paris pada caseband bukan sekadar dekorasi. Pola guilloché yang sama diteruskan hingga ke slide piece untuk minute repeater, sehingga komponen yang digunakan untuk mengaktifkan mekanisme striking tersebut menyatu dengan bahasa desain keseluruhan jam.

Di bagian belakang, Patek Philippe menyediakan dua pilihan caseback yang dapat dipertukarkan: solid white-gold caseback dan sapphire crystal caseback.

Keduanya dihiasi tulisan “Patek Philippe Milano 2026”, menjadikan identitas edisi Milan tetap terlihat terlepas dari pilihan caseback yang digunakan.

Karena konstruksi minute repeater sangat bergantung pada resonansi case, Patek Philippe tidak memberikan rating water resistance pada kedua model. Spesifikasi resmi menyebutkan case hanya terlindungi dari kelembapan dan debu, bukan water-resistant.

Detail tersebut juga memperlihatkan bahwa Ref. 5531G bukan dirancang sebagai sport watch, melainkan sebagai complicated dress watch yang mengutamakan craftsmanship dan performa akustik.

World Time dengan 24 Nama Kota Berbahasa Italia

Image credit: SJX Watches

World Time pada Ref. 5531G menampilkan 24 zona waktu dengan nama kota dalam bahasa Italia, sementara Milan diberi warna merah sebagai pusat perhatian.

Cincin World Time mengelilingi peta Milan dan menunjukkan 24 zona waktu utama. Nama-nama kota ditulis dalam bahasa Italia, mengikuti tema khusus edisi Milan.

Milan sendiri diberi warna merah sehingga mudah ditemukan di antara nama kota lainnya.

Di bagian luar terdapat cincin 24 jam dengan indikator siang dan malam. Dengan sistem ini, pengguna dapat membaca waktu di berbagai zona sekaligus memahami apakah waktu tersebut berada pada periode siang atau malam.

Jarum juga dibuat khusus untuk model ini. Jarum jam menggunakan desain openworked yang terinspirasi konstelasi Southern Cross, sementara jarum menit menggunakan bentuk lozenge.

Keduanya dibuat dari white gold dan dirancang agar tetap mudah dibaca tanpa mengganggu peta Milan yang menjadi pusat perhatian dial.

Yang menarik, fungsi World Time pada Ref. 5531G tidak hanya menjadi komplikasi tambahan. Ia juga terintegrasi langsung dengan fungsi minute repeater.

Kaliber R 27 HU dengan 452 Komponen

Image credit: SJX Watches

Ref. 5531G menggunakan Caliber R 27 HU automatic yang menggabungkan World Time dan minute repeater dalam movement berukuran 32 mm dengan 452 komponen.

R 27 HU merupakan movement self-winding dengan diameter 32 mm dan ketebalan 8,5 mm. Movement ini terdiri dari 452 komponen dan 45 jewels.

Frekuensinya berada pada 21.600 vph atau 3 Hz, sementara power reserve berada di antara 43 hingga 48 jam.

Automatic winding dilakukan menggunakan off-center micro-rotor dari emas 22K yang mendapatkan dekorasi guilloché. Arsitektur tersebut memungkinkan movement tetap relatif tipis meskipun harus mengakomodasi dua komplikasi besar.

Salah satu fitur paling menarik adalah mekanisme striking yang dipatenkan Patek Philippe.

Minute repeater pada Ref. 5531G tidak sekadar membunyikan waktu yang ditunjukkan oleh jarum. Mekanismenya dirancang untuk membunyikan waktu lokal dari zona waktu yang dipilih pada posisi pukul 12.

Artinya, ketika pengguna mengubah zona World Time sehingga kota tertentu berada pada posisi pukul 12, minute repeater akan membunyikan waktu lokal dari zona tersebut.

Mekanisme minute repeater menggunakan dua gong klasik yang dipasang langsung pada caseband. Konfigurasi tersebut membantu mentransmisikan suara dari movement ke case dan kemudian ke lingkungan sekitar.

Movement juga menggunakan Gyromax balance dan Spiromax balance spring, serta membawa Patek Philippe Seal.

Dengan kombinasi tersebut, R 27 HU menjadi contoh bagaimana Patek Philippe menggabungkan komplikasi perjalanan dengan mekanisme striking dalam satu movement automatic yang relatif ringkas.

Strap Senada dengan Tema Siang dan Malam

Image credit: SJX Watches

Patek Philippe membedakan kedua referensi melalui warna strap yang mengikuti suasana dial masing-masing.

Ref. 5531G-012 versi siang menggunakan light brown grained calfskin strap dengan jahitan tangan dan white-gold fold-over clasp.

Warna tersebut mengikuti palet hangat pada dial yang menggambarkan Milan di bawah cahaya matahari.

Sebaliknya, Ref. 5531G-013 menggunakan dark blue grained calfskin strap dengan white-gold fold-over clasp.

Warna biru gelap tersebut memberikan kesinambungan visual dengan tema malam pada dial.

Kedua strap dibuat dari calfskin dengan tekstur grained dan dipasang menggunakan folding clasp berbahan white gold.

Harga dan Ketersediaan

Image credit: SJX Watches

Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013 masing-masing diproduksi hanya lima unit dan kini tercantum dengan harga US$874.200 per referensi di situs resmi Patek Philippe.

Kedua model tersebut merupakan edisi khusus Watch Art Grand Exhibition Milan 2026 dan dipasarkan melalui retailer Patek Philippe di Italia.

SJX mencantumkan harga sekitar €794.600 sebelum pajak, sedangkan laman resmi Patek Philippe menampilkan harga US$874.200 untuk masing-masing referensi. Perbedaan angka mencerminkan pasar dan mata uang yang digunakan.

Dengan hanya lima unit untuk masing-masing referensi, total produksi kedua interpretasi Milan ini hanya 10 jam tangan.

Jumlah tersebut menempatkan Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013 di antara rilisan paling eksklusif dari Watch Art Grand Exhibition Milan 2026.

Milan Menjadi Bagian dari Komplikasi dan Craftsmanship

Image credit: SJX Watches

Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013 memperlihatkan bagaimana Patek Philippe dapat menjadikan kota tuan rumah bukan sekadar tema visual, tetapi bagian dari keseluruhan pengalaman sebuah complicated watch.

Peta Milan menjadi pusat dial, nama kota ditulis dalam bahasa Italia, Milan ditandai dengan warna merah, sementara caseback membawa tulisan “Patek Philippe Milano 2026”.

Namun identitas Milan tidak berhenti pada dekorasi.

Perbedaan antara siang dan malam juga diterjemahkan melalui pilihan warna enamel. Ref. 5531G-012 menggunakan palet yang lebih terang untuk menggambarkan kota pada siang hari, sementara Ref. 5531G-013 menggunakan warna kuning terang pada jalan-jalan kota untuk menciptakan kesan cahaya malam.

Di atas semuanya, kedua jam tetap mempertahankan fungsi utama Ref. 5531: World Time dan minute repeater.

Dengan demikian, Rare Handcrafts dan komplikasi tidak berjalan sebagai dua elemen terpisah. Craftsmanship justru menjadi cara untuk memberikan konteks geografis pada sebuah movement yang secara teknis sudah sangat kompleks.

Kesimpulan

Patek Philippe Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013 menjadi salah satu pasangan paling menarik dalam Watch Art Grand Exhibition Milan 2026.

Keduanya menggabungkan World Time dan minute repeater dengan Caliber R 27 HU automatic, lalu menempatkan peta pusat Milan sebagai karya Grand Feu cloisonné enamel di tengah dial.

Versi 5531G-012 menggambarkan Milan pada siang hari, sedangkan 5531G-013 membawa interpretasi kota pada malam hari. Perbedaan tersebut diperkuat oleh warna dial dan strap, sementara case white gold dengan Clous de Paris guilloché serta interchangeable caseback menjaga keduanya tetap berada dalam bahasa haute horlogerie Patek Philippe.

Dengan produksi hanya lima unit per referensi dan harga resmi yang mencapai US$874.200, kedua model ini jelas bukan sekadar special edition dengan perubahan warna.

Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013 menunjukkan bagaimana Patek Philippe dapat menggabungkan komplikasi teknis, rare handcrafts, dan identitas sebuah kota ke dalam satu objek yang sangat terbatas—menjadikan Milan bukan hanya lokasi peluncuran, tetapi bagian integral dari cerita kedua jam tersebut.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *