Christophe Claret Resmi Bangkit Kembali, Siap Melangkah Lebih Jauh dari Sebelumnya

Selama lebih dari tiga dekade, nama Christophe Claret identik dengan salah satu sisi paling eksperimental dalam dunia independent watchmaking: display yang tidak biasa, animasi mekanikal, suara, serta komplikasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman lebih dari sekadar membaca waktu. Setelah melewati periode sulit hingga brand sebelumnya masuk proses insolvensi, sang watchmaker kini resmi membuka babak baru melalui Lotus Two AG, entitas Swiss yang dibentuk bersama Lotus Singapore Group.

Yang menarik, kebangkitan ini bukan sekadar pergantian struktur kepemilikan. Christophe Claret tetap menjadi pusat kreatif proyek, sementara struktur baru diharapkan memberikan fondasi finansial, organisasi, dan internasional agar sang watchmaker dapat kembali berfokus pada penciptaan jam-jam yang sangat kompleks.

Karier yang Tidak Biasa Sejak Awal

Image credit: Fratello Watches

Christophe Claret membangun reputasinya melalui pendekatan watchmaking yang menggabungkan kompleksitas teknis dengan pengalaman visual, suara, dan interaksi mekanikal.

Claret merupakan salah satu figur yang menarik dalam perkembangan independent watchmaking modern. Sebelum membangun manufakturnya sendiri, ia telah bekerja di lingkungan watchmaking Swiss dan kemudian mendirikan Manufacture Claret pada 1989 di Le Locle. Dalam perjalanan kariernya, ia mengembangkan lebih dari 100 calibre, dengan sekitar 80 di antaranya diklaim sebagai world premieres oleh manufakturnya.

Karya-karyanya kemudian dikenal melalui komplikasi yang tidak hanya mengejar kerumitan mekanikal, tetapi juga mencoba membuat mekanisme menjadi bagian dari pengalaman pemilik jam. Minute repeater, tourbillon, animated display, serta berbagai mekanisme interaktif menjadi bagian dari identitas tersebut.

Nama Christophe Claret juga pernah bekerja dengan sejumlah nama besar industri jam Swiss, termasuk Ulysse Nardin, Breguet, Cartier, Chopard, Corum, de Grisogono, Franck Muller, Girard-Perregaux, Harry Winston, dan Parmigiani.

Salah satu milestone awal yang penting adalah hubungannya dengan Ulysse Nardin, yang menjadi salah satu klien besar pertama Claret pada fase awal karier manufakturnya.

Karakter inilah yang membuat kebangkitan Christophe Claret menarik. Lotus tidak sedang mencoba membangun identitas baru dari nol, melainkan memberikan struktur baru kepada seorang watchmaker yang sudah memiliki bahasa kreatif sangat spesifik.

Lotus Two AG — Dukungan Tanpa Mengambil Alih Kendali Kreatif

Image credit: Fratello Watches

Lotus Two AG dibentuk sebagai fondasi baru Christophe Claret dengan memberikan dukungan strategis dan struktural tanpa menghilangkan identitas kreatif sang watchmaker.

Lotus Two AG merupakan perusahaan Swiss baru yang berbasis di Neuchâtel dan menjadi kendaraan hukum untuk babak baru Christophe Claret. Entitas ini memperoleh nama Christophe Claret, aset, dan intellectual property dari brand tersebut setelah proses insolvensi sebelumnya.

Struktur tersebut penting karena Lotus tidak mengambil alih perusahaan lama Christophe Claret. Sebaliknya, sebuah entitas baru dibangun untuk membawa nama dan intellectual property tersebut ke fase berikutnya.

Di dalam struktur baru ini, Christophe Claret tetap menjadi Master Watchmaker dan creative force. Lotus sendiri memberikan dukungan finansial, organisasi, serta jaringan internasional yang dibutuhkan untuk mengembangkan kembali brand.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa tantangan independent watchmaking bukan selalu terletak pada kemampuan menciptakan jam. Biaya R&D yang tinggi, siklus pengembangan produk yang panjang, proses manufaktur yang rumit, serta volume produksi yang sangat rendah dapat menciptakan tekanan bisnis yang besar.

Dengan struktur baru, Claret dapat lebih banyak berkonsentrasi pada bidang yang menjadi kekuatannya: menciptakan mekanisme dan pengalaman mekanikal yang berbeda.

Tim Kepemimpinan Baru dengan Fokus Tetap pada Skala Kecil

Image credit: Fratello Watches

Christophe Claret tidak akan mengejar produksi massal, melainkan tetap mempertahankan volume rendah demi menjaga kompleksitas dan eksklusivitas karyanya.

Lotus Two AG sedang membangun tim kepemimpinan baru yang menggabungkan pengalaman dari industri jam tangan, bisnis, dan manajemen. Struktur ini dirancang untuk melengkapi sisi kreatif Claret dengan kemampuan operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis secara lebih berkelanjutan.

Dewan direksi baru terdiri dari enam anggota, dengan Christophe Claret tetap berada di dalam struktur tersebut sekaligus mempertahankan peran kreatifnya.

Namun, perubahan bisnis ini tidak berarti Christophe Claret akan berubah menjadi brand dengan volume produksi tinggi.

Justru sebaliknya, produksi akan tetap dijaga pada skala rendah karena kompleksitas jam yang dibuat. Fokusnya adalah menghasilkan exceptional pieces, bukan mengejar jumlah produksi.

Pilihan tersebut terasa masuk akal untuk sebuah nama yang sejak awal membangun reputasi melalui komplikasi ekstrem dan mekanisme yang membutuhkan waktu serta keahlian tinggi.

Babak baru ini juga tidak akan sekadar mengulang koleksi lama. Menurut informasi yang disampaikan dalam pengumuman revival, model-model sebelumnya tidak akan sekadar diproduksi kembali. Brand justru akan bergerak menuju filosofi baru yang disebut “The Science of Motion.”

Konsep tersebut menggabungkan scientific thinking, micro-mechanical engineering, serta kreativitas untuk membuat mekanisme yang bukan hanya sulit secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman emosional kepada pemakainya.

Distribusi Dibangun Kembali Secara Bertahap

Image credit: Fratello Watches

Christophe Claret akan membangun kembali distribusinya secara bertahap melalui partner terpilih dan hubungan langsung dengan kolektor.

Pendekatan ini menjadi bagian penting dari strategi comeback. Daripada langsung memperluas jaringan penjualan secara agresif, distribusi akan dibangun kembali secara progresif melalui partner yang dipilih dengan cermat serta hubungan langsung dengan para kolektor.

Strategi tersebut juga sesuai dengan posisi Christophe Claret sebagai independent watchmaker dengan volume produksi rendah.

Untuk jam dengan tingkat kompleksitas ekstrem, hubungan antara brand dan kolektor dapat menjadi bagian dari pengalaman produk itu sendiri. Kolektor bukan hanya membeli sebuah objek mewah, tetapi juga mendapatkan akses kepada sebuah pendekatan watchmaking yang sangat spesifik.

Yang lebih menarik, kreasi baru dari era ini diperkirakan baru akan muncul pada akhir 2027 hingga awal 2028. Artinya, revival Christophe Claret bukanlah comeback instan dengan produk baru yang langsung dilempar ke pasar. Brand tampaknya memilih menggunakan waktu untuk membangun kembali fondasi bisnis sekaligus menciptakan generasi baru produknya.

Kesimpulan

Kebangkitan Christophe Claret menunjukkan bahwa independent watchmaking masih memiliki ruang untuk kembali berkembang ketika kreativitas seorang watchmaker mendapatkan struktur bisnis yang tepat.

Perjalanan baru ini menarik karena tidak berusaha memisahkan Christophe Claret dari identitas yang membuat namanya terkenal. Sebaliknya, struktur baru Lotus Two AG justru menempatkan sang watchmaker kembali di pusat kreativitas, sementara aspek finansial, organisasi, dan pengembangan bisnis mendapatkan dukungan dari Lotus.

Bagi dunia horologi independen, pendekatan tersebut menjadi eksperimen yang layak diperhatikan. Christophe Claret pernah membuktikan bahwa komplikasi mekanikal dapat dibuat menjadi sesuatu yang interaktif, teatrikal, bahkan emosional.

Kini tantangannya adalah membuktikan bahwa kreativitas tersebut dapat bertahan dengan struktur bisnis yang lebih sehat.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, akhir 2027 hingga awal 2028 akan menjadi momen penting berikutnya ketika generasi baru Christophe Claret mulai memperlihatkan seperti apa “The Science of Motion” dalam bentuk jam tangan.

Sumber:

Fratello Watches — Christophe Claret Is Back

Europa Star — Christophe Claret est de retour

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *