Frederique Constant Rilis Kolaborasi Perdana dengan Legiun Asing Prancis, Sebagian Dana Disalurkan untuk Amal

Frederique Constant membuka babak baru lewat kolaborasi yang cukup berbeda dari biasanya. Untuk pertama kalinya, watchmaker asal Jenewa ini bekerja sama dengan French Foreign Legion atau Légion Étrangère, menghadirkan dua jam tangan edisi terbatas yang mengambil inspirasi dari identitas dan tradisi legiun tersebut.

Didirikan pada 1988 oleh Peter Stas dan Aletta Stas-Bax, Frederique Constant berkembang dari sebuah brand independen menjadi bagian dari Citizen Group sejak 2016. Kolaborasi terbarunya membawa dua koleksi yang sudah dikenal, Highlife dan Classics, ke dalam interpretasi yang lebih personal tentang waktu, persahabatan, dan kehidupan setelah masa dinas.

French Foreign Legion sendiri didirikan pada 1831 dan dikenal sebagai bagian dari Angkatan Darat Prancis yang merekrut anggota dari berbagai negara. Selama hampir dua abad, legiun ini telah menghimpun lebih dari 140 kebangsaan di bawah motto “Legio Patria Nostra”, yang berarti “Legiun adalah tanah air kami”.

Alih-alih menjadikan sisi pertempuran sebagai fokus utama, Frederique Constant memilih menyoroti nilai kebersamaan, loyalitas, dan waktu yang dihabiskan bersama rekan serta keluarga setelah masa dinas.

Highlife Automatic x French Foreign Legion

Highlife Automatic x French Foreign Legion membawa identitas legiun ke dalam sports watch 39 mm dengan dial golden-sand, emblem grenade tujuh-nyala, dan power reserve 68 jam.

Model pertama menggunakan case stainless steel berdiameter 39 mm dengan ketebalan 10,34 mm, memadukan permukaan brushed dan polished. Sapphire crystal berbentuk convex melindungi dial, sementara ketahanan air mencapai 100 meter, membuat karakter Highlife tetap terasa sebagai jam yang cukup praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Warna golden-sand pada dial mengambil inspirasi dari palet warna French Foreign Legion. Permukaannya menggunakan sandblasted finish yang memberikan tekstur halus dan matte, sementara Frederique Constant sengaja menghilangkan hour indices konvensional.

Sebagai gantinya, dial hanya menggunakan minute track hitam di bagian perimeter. Jarum jam dan menit berwarna silver polished dengan material luminous putih, sementara jarum detik tipis memanjang hingga mencapai track di bagian luar.

Detail paling menonjol berada di pukul 6. Di sana terdapat emblem grenade tujuh-nyala Légion Étrangère yang dibuat secara recessed ke dalam dial. Tanggal tetap tersedia pada pukul 3, dengan framing yang membuatnya menyatu dengan desain dial.

Di baliknya terdapat Calibre FC-303, automatic movement berbasis La Joux-Perret G100. Movement tersebut beroperasi pada 28.800 vph dan menawarkan power reserve hingga 68 jam, peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan FC-303 berbasis SW200-1 yang digunakan pada sejumlah model Frederique Constant lainnya.

Highlife Automatic x French Foreign Legion hadir dengan tiga pilihan strap atau bracelet interchangeable: brown crocodile-patterned leather, stainless steel bracelet, dan black rubber strap.

Jumlah produksinya dibatasi hanya 888 unit. Angka tersebut bukan kebetulan, melainkan merujuk pada tradisi baris-berbaris legiun dengan tempo 88 langkah per menit, sekaligus jumlah delapan resimen tempur yang menjadi referensi desain edisi ini.

Harganya ditetapkan sebesar EUR 1.995.

Classics Index Small Seconds x French Foreign Legion

Classics Index Small Seconds x French Foreign Legion menawarkan pendekatan yang lebih dressy melalui case polished steel 39 mm, dial charcoal bertekstur, dan emblem legiun yang ditempatkan di pusat small seconds pada pukul 6.

Berbeda dari Highlife yang sporty, model kedua menggunakan case stainless steel yang sepenuhnya polished dengan diameter 39 mm dan ketebalan 11,65 mm. Water resistance berada di angka 50 meter, sementara bagian belakang menggunakan solid threaded caseback dengan ukiran emblem French Foreign Legion.

Dial-nya menggunakan warna charcoal dengan grained finish. Di bagian perimeter terdapat minute graduation dengan kombinasi warna beige dan merah, sementara applied hour markers membantu memberikan struktur pada tampilan yang lebih klasik.

Pada posisi 6, small seconds tidak sekadar menampilkan subdial biasa. Emblem French Foreign Legion ditempatkan di tengahnya, membuat elemen identitas kolaborasi menjadi bagian integral dari fungsi jam.

Jarum jam dan menit menggunakan treatment luminous putih, mempertahankan keterbacaan meski desain keseluruhan jauh lebih formal dibandingkan Highlife.

Movement yang digunakan adalah Calibre FC-530, automatic calibre berbasis Sellita SW260-1. Movement tersebut beroperasi pada 28.800 vph, menggunakan 31 jewels, dan memiliki power reserve 38 jam.

Untuk strap, Classics Index Small Seconds hadir dengan five-link stainless steel bracelet serta tambahan brown leather strap. Keduanya menggunakan sistem quick-release sehingga dapat ditukar tanpa membutuhkan alat khusus.

Seperti Highlife, model ini juga dibatasi hanya 888 unit, tetapi harganya lebih rendah, yakni EUR 1.595.

Satu Kotak Kayu, Satu Patch yang Bisa Dilepas

Kedua jam tangan hadir dalam wooden presentation box dengan embroidered collaboration patch yang dapat dilepas, sekaligus membawa kontribusi langsung untuk mantan anggota French Foreign Legion dan keluarganya.

Kemasan menjadi bagian penting dari kolaborasi ini. Frederique Constant menggunakan kotak kayu khusus yang dilengkapi patch bordir dengan identitas kolaborasi French Foreign Legion.

Patch tersebut dapat dilepas dari kotak, sehingga tidak sekadar menjadi elemen dekoratif pada packaging. Detail ini membuat hubungan antara jam tangan dan identitas legiun terasa lebih tangible tanpa harus membuat desain jam menjadi terlalu literal.

Yang juga menarik, sebagian hasil penjualan kedua model akan disalurkan kepada French Foreign Legion Mutual Aid Association atau FELE. Organisasi tersebut memberikan dukungan kepada mantan legiuner dan keluarga mereka.

Dengan demikian, kolaborasi ini tidak berhenti pada penggunaan emblem, warna, atau simbol militer sebagai elemen desain. Sebagian nilai komersial dari rilisan tersebut juga diarahkan kembali kepada komunitas yang memiliki hubungan langsung dengan institusi yang menjadi inspirasi jam.

Kesimpulan

Kolaborasi Frederique Constant dengan French Foreign Legion mengambil pendekatan yang cukup berbeda dari banyak jam tangan bertema militer.

Alih-alih menjadikan senjata, pertempuran, atau sejarah operasi sebagai pusat cerita, kedua jam ini lebih banyak berbicara tentang waktu yang dihabiskan bersama orang lain. Highlife membawa karakter sporty dengan dial golden-sand dan emblem grenade tujuh-nyala, sementara Classics Index menawarkan interpretasi yang lebih formal dengan charcoal dial dan small seconds.

Angka 888 menjadi benang merah keduanya, menghubungkan produk dengan tradisi legiun melalui tempo 88 langkah per menit dan delapan resimen tempur. Sementara kontribusi kepada FELE memberikan dimensi lain pada kolaborasi tersebut.

Pada akhirnya, Frederique Constant berhasil menggunakan identitas French Foreign Legion tanpa membuat kedua jam terasa seperti sekadar merchandise militer. Fokusnya justru berada pada konsep waktu, camaraderie, dan kehidupan setelah masa dinas—sebuah pendekatan yang membuat kolaborasi perdana ini terasa lebih personal.

Sumber

Monochrome Watches

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *