Sang Katak Kembali Berganti Warna Lewat Louis Erard x Konstantin Chaykin Unfrogettable

Setelah debut Unfrogettable dalam kombinasi hijau dan ungu pada 2025, Louis Erard dan watchmaker independen Rusia Konstantin Chaykin kembali membawa sang katak ke pergelangan tangan dengan dua warna baru. Kali ini, karakter Frog Princess hadir dalam Turquoise yang elektrik dan Brown yang lebih hangat serta earthy.

Keduanya bukan model baru dengan konstruksi berbeda, melainkan interpretasi warna baru dari Unfrogettable yang mempertahankan case titanium Grade 5, tampilan regulator bermata katak, serta movement Sellita SW266-1. Masing-masing colorway dibatasi hanya 178 unit dan dijual seharga CHF 4.500 sebelum pajak.

Konsep “Regulator Bermata Katak” yang Dipertahankan

Louis Erard x Konstantin Chaykin Unfrogettable mempertahankan konsep regulator horizontal dengan dua mata berputar sebagai indikator jam dan detik, sementara jarum menit berbentuk panah menyapu bagian tengah dial.

Di sinilah karakter Unfrogettable paling mudah dikenali. Alih-alih menampilkan jam, menit, dan detik menggunakan tiga jarum konvensional, Chaykin memanfaatkan konstruksi regulator untuk mengubah indikasi waktu menjadi wajah seekor katak.

Mata kiri di posisi pukul 9 berfungsi sebagai indikator jam, sedangkan mata kanan di posisi pukul 3 menunjukkan detik. Kedua pupil tersebut berputar dengan kecepatan berbeda, sehingga ekspresi wajah pada dial terus berubah sepanjang waktu.

Sementara itu, menit ditunjukkan melalui jarum berbentuk panah yang bergerak dari bagian tengah dial menuju skala menit di perimeter. Bentuknya menjadi salah satu detail yang membuat tampilan jam ini menyerupai lidah katak yang memanjang ke luar.

Dial menggunakan tekstur grained yang terinspirasi dari permukaan kulit katak. Di bawah kedua mata terdapat detail berbentuk nostril yang dilapisi lacquer, melengkapi wajah Frog Princess yang menjadi identitas kolaborasi ini.

Konsep tersebut merupakan pengembangan dari pendekatan Wristmons milik Konstantin Chaykin. Namun pada Unfrogettable, konfigurasi regulator diputar 90 derajat sehingga jam dan detik ditempatkan secara horizontal pada posisi 9 dan 3.

Material dan Dimensi — Case Titanium Tak Berubah

Unfrogettable Turquoise dan Brown sama-sama menggunakan case Grade 5 titanium berukuran 40 mm dengan ketebalan 12,45 mm dan crown berbentuk mahkota di posisi pukul 12.

Case menggunakan kombinasi finishing satin dan polished pada titanium Grade 5. Dengan diameter 40 mm dan lug-to-lug 46,5 mm, proporsinya tetap sama dengan Unfrogettable generasi sebelumnya.

Penempatan crown di pukul 12 merupakan konsekuensi langsung dari desain wajah katak. Crown tersebut tidak menggunakan bentuk knurling konvensional, melainkan dibuat menyerupai mahkota sungguhan, memperkuat konsep Frog Princess.

Perbedaan antara kedua versi terutama terlihat pada treatment warna.

Versi Turquoise menggunakan titanium dengan finishing polished pada crown, sementara versi Brown mendapatkan aksen 5N PVD bernuansa emas hangat pada crown dan beberapa elemen dial.

Keduanya dilengkapi sapphire crystal dengan lapisan anti-reflektif di kedua sisi serta sapphire caseback transparan yang memungkinkan movement terlihat dari belakang.

Untuk ketahanan air, kedua model memiliki rating 50 meter atau 5 bar.

Detail “Pesan Cinta” Tersembunyi

Image credit: Monochrome Watches

Minute track dua warna pada perimeter dial menyembunyikan nama Louis Erard dan Konstantin Chaykin yang disatukan oleh simbol hati, sementara aksen Super-LumiNova hijau membuat wajah katak tetap hidup dalam kondisi minim cahaya.

Pada versi Turquoise, skala menit menggabungkan warna dark turquoise dan violet. Jika diperhatikan lebih dekat, nama Louis Erard dan Konstantin Chaykin ditempatkan pada bagian violet dan disatukan dengan simbol hati.

Detail kecil tersebut menjadi semacam tanda tangan tersembunyi dari hubungan kedua pembuat jam. Alih-alih menempatkan nama kolaborator secara besar di dial, keduanya memilih menyisipkannya ke dalam elemen dekoratif.

Versi Brown menggunakan pendekatan berbeda dengan kombinasi dark brown dan ochre, serta aksen 5N pada beberapa komponen. Hasilnya terasa lebih hangat dibanding Turquoise yang cenderung ekspresif dan playful.

Kedua model mendapatkan green Super-LumiNova pada lingkaran mata serta ujung jarum menit. Efek tersebut bukan hanya dekorasi malam hari, tetapi juga membantu mempertahankan keterbacaan tiga indikasi waktu ketika pencahayaan berkurang.

Dengan demikian, elemen luminous tetap ditempatkan secara selektif. Unfrogettable tidak mencoba membuat seluruh dial menyala, melainkan hanya bagian-bagian yang memang menjadi inti ekspresi karakter kataknya.

Movement Sellita SW266-1 Regulator

Image credit: Monochrome Watches

Unfrogettable Turquoise dan Brown menggunakan Sellita SW266-1 automatic regulator dengan frekuensi 28.800 vph, 31 jewels, dan power reserve sekitar 38 jam.

Movement ini merupakan Sellita SW266-1 automatic dalam konfigurasi regulator dan menggunakan grade élaboré. Kaliber tersebut memiliki diameter 25,6 mm, ketebalan 5,6 mm, serta beroperasi pada frekuensi 28.800 vibrations per hour atau 4 Hz.

Cadangan dayanya mencapai sekitar 38 jam, sementara movement menggunakan 31 jewels. Indikasinya tetap terbatas pada hours, minutes, dan seconds, tetapi ketiga informasi tersebut dipisahkan melalui arsitektur regulator yang menjadi dasar desain Unfrogettable.

Melalui sapphire caseback, rotor openworked khusus dapat terlihat. Massa berputar tersebut menampilkan simbol Louis Erard dengan finishing black lacquer, memberikan sedikit kontras terhadap movement di bawahnya.

Pendekatan ini cukup konsisten dengan karakter kolaborasi: teknologi movement yang relatif familiar dipadukan dengan modul tampilan dan desain yang jauh lebih eksentrik.

Dengan kata lain, daya tarik utama Unfrogettable bukan terletak pada komplikasi mekanis yang rumit, melainkan pada cara mekanisme regulator konvensional diterjemahkan menjadi sebuah karakter visual.

Strap Kulit Himeji Kurozan dari Jepang

Image credit: Monochrome Watches

Kedua Unfrogettable menggunakan strap hitam Himeji Kurozan, kulit Jepang yang dikenal sebagai “black diamond leather” dan diberi finishing tradisional Urushi lacquer.

Himeji Kurozan merupakan jenis kulit yang diproses secara tradisional di Jepang. Material ini menggunakan calfskin yang hand-rubbed, naturally tanned, kemudian mendapatkan lapisan Urushi lacquer yang menghasilkan karakter permukaan khas.

Kedua versi menggunakan strap berwarna hitam, sehingga warna utama pada dial menjadi pusat perhatian.

Perbedaannya terdapat pada jahitan dan lining:

  • Turquoise: jahitan dan lining berwarna ungu.
  • Brown: jahitan dan lining berwarna hitam.

Strap menggunakan quick-release spring bars serta Grade 5 titanium pin buckle, sehingga konstruksinya tetap ringan dan selaras dengan material case.

Pilihan Himeji Kurozan juga memberikan sedikit kontras terhadap sifat playful dari dial. Alih-alih menggunakan rubber atau textile strap yang lebih sporty, Louis Erard memilih leather artisan yang memberikan sentuhan craftsmanship tradisional pada jam dengan karakter visual yang sangat tidak konvensional.

Harga dan Ketersediaan

Image credit: Monochrome Watches

Louis Erard x Konstantin Chaykin Unfrogettable Turquoise dan Brown masing-masing dibanderol CHF 4.500 sebelum pajak dan dibatasi hanya 178 unit per colorway.

Versi Turquoise menggunakan reference 85340AA03.BVA192, sedangkan Brown hadir sebagai 85340AA04.BVA193. Keduanya memiliki harga dan jumlah produksi yang sama.

Rinciannya:

  • Unfrogettable Turquoise: CHF 4.500, sebelum pajak
  • Unfrogettable Brown: CHF 4.500, sebelum pajak
  • Produksi: 178 unit per colorway
  • Total: 356 unit
  • Case: Grade 5 titanium, 40 mm
  • Movement: Sellita SW266-1 automatic regulator
  • Power reserve: sekitar 38 jam
  • Water resistance: 50 meter

Peluncuran kedua warna ini menjadi kelanjutan langsung dari Unfrogettable pertama yang diperkenalkan pada 2025. Dengan total hanya 356 unit untuk dua warna baru, Louis Erard dan Konstantin Chaykin tetap mempertahankan karakter limited-edition dari kolaborasi tersebut.

Kesimpulan

Louis Erard x Konstantin Chaykin Unfrogettable membuktikan bahwa sebuah desain yang sangat spesifik masih dapat berevolusi tanpa kehilangan identitas aslinya.

Konstruksi dasarnya tetap sama: case titanium Grade 5 40 mm, crown berbentuk mahkota di pukul 12, regulator bermata katak, serta Sellita SW266-1 automatic. Yang berubah adalah mood visualnya.

Turquoise membawa karakter yang lebih elektrik melalui kombinasi turquoise, violet, dan aksen luminous hijau. Sementara Brown menggunakan palet yang lebih hangat dengan dark brown, ochre, serta aksen 5N PVD.

Menariknya, perubahan warna tersebut tidak membuat Unfrogettable kehilangan kepribadiannya. Mata yang terus berputar, jarum menit berbentuk panah, dan crown berbentuk mahkota tetap membuatnya langsung dikenali sebagai “si katak” milik Louis Erard dan Konstantin Chaykin.

Pada akhirnya, kekuatan kolaborasi ini justru terletak pada keberaniannya untuk tidak terlalu serius. Di balik movement regulator yang benar-benar fungsional dan craftsmanship pada titanium serta Himeji Kurozan, Unfrogettable tetap menjadi jam tangan yang dirancang untuk membuat pemiliknya tersenyum.

Sumber

Monochrome Watches — Louis Erard x Konstantin Chaykin Unfrogettable

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *