Ressence dikenal melalui pendekatan horologi yang mengutamakan kejernihan visual. Sistem display orbitalnya menggantikan jarum konvensional dengan cakram yang terus bergerak, menciptakan cara membaca waktu yang berbeda dari jam tangan tradisional. Namun, melalui kolaborasi terbaru bersama seniman Belgia Jules Wittock, brand ini menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar penunjuk waktu: sebuah labirin yang bergerak dan menyimpan pesan tersembunyi.
Ressence Type 9 Jules Wittock menjadi bagian terbaru dari rangkaian kolaborasi seni Ressence. Wittock dikenal lewat labirin gambar tangan yang memiliki satu pintu masuk, satu pintu keluar, dan jalur yang menyembunyikan sebuah kata. Pada Type 9, karya tersebut diterjemahkan menjadi pola tiga dimensi di atas dial titanium yang terus berputar. Hasilnya adalah jam tangan yang mengajak pemiliknya bukan hanya melihat waktu, tetapi juga memecahkan teka-teki.
Labirin yang Hanya Terpecahkan Dua Kali Sehari

Labirin pada Ressence Type 9 Jules Wittock hanya sejajar sempurna pada tengah hari dan tengah malam, ketika jalurnya membentuk kata tersembunyi.
Berbeda dari labirin yang biasanya ditemukan pada kanvas atau karya seni statis, labirin Wittock ditempatkan pada dial Type 9 yang terus bergerak. Sistem orbital Ressence membuat posisi jalur dan subdial berubah sepanjang hari, sehingga gambar labirin tidak selalu terbaca sebagai satu kesatuan.
Pada pukul 12 siang dan 12 malam, elemen-elemen tersebut berada dalam posisi yang tepat untuk memperlihatkan jalur penyelesaian sekaligus kata rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Ressence dan Wittock tidak mengungkap kata tersebut kepada publik, sehingga penemuan maknanya menjadi bagian dari pengalaman pemilik jam.
Wittock sendiri memiliki kebiasaan sejak kecil membuat harapan ketika melihat waktu berulang seperti 11:11 atau 22:22. Gagasan mengenai momen khusus itu menjadi salah satu inspirasi di balik pesan yang hanya muncul dua kali sehari.
Detail kecil lain membantu pemilik memahami cara membaca labirin. Bezel memiliki penanda “in” dan “out” yang menunjukkan titik masuk dan keluar, sementara pola labirin juga berlanjut pada caseback. Dengan demikian, karya Wittock tidak hanya menjadi ornamen dial, tetapi sebuah teka-teki visual yang terintegrasi dengan jam.
Material dan Dimensi — Case Terkecil Ressence

Ressence Type 9 Jules Wittock menggunakan case Grade 5 titanium berdiameter 39mm dan ketebalan 11mm, dengan dua pilihan warna Emerald Green dan Black.
Type 9 merupakan platform terkecil Ressence, dan ukurannya memberi ruang yang cukup untuk menampilkan karya Wittock tanpa menjadikan jam terlalu besar di pergelangan tangan.
Varian Emerald Green (T9 JWE) menggunakan dial titanium berlapis ALD yang dapat berubah nuansa dari hijau menuju ungu, bergantung pada sudut pandang dan pantulan cahaya. Case-nya menggunakan titanium dengan finishing polished.
Sementara itu, Black (T9 JWB) menampilkan labirin putih di atas dial titanium hitam, dipadukan dengan case berlapis hitam. Kontras monokromatik membuat jalur labirin tampak lebih tegas.
Bezel fixed dilengkapi penanda interval lima menit serta indikasi “in” dan “out” yang merujuk pada pintu masuk dan keluar labirin. Jam ini menggunakan domed sapphire crystal dengan lapisan anti-reflektif di bagian dalam.
Ketahanan airnya tercatat 1 ATM atau sekitar 10 meter, sehingga lebih tepat dipahami sebagai perlindungan terhadap percikan air, bukan jam untuk berenang atau aktivitas air.
Teknik Pengerjaan — Diukir 0,2mm dan Diisi dengan Tangan

Labirin Jules Wittock diukir langsung pada dial titanium dengan lebar jalur sekitar 0,2mm, kemudian diisi secara manual menggunakan lacquer putih dan Super-LumiNova Grade A.
Proses tersebut menerjemahkan gambar tangan Wittock ke dalam permukaan logam yang sangat kecil. Jalur labirin tidak sekadar dicetak di atas dial, melainkan dibuat dengan kedalaman sehingga pola memiliki dimensi dan tekstur.
Setelah proses pengukiran, jalur diisi dengan lacquer putih dan material luminescent. Kontras antara titanium dan garis putih membantu labirin tetap terlihat jelas, termasuk ketika pencahayaan berkurang.
Dial Type 9 memiliki permukaan convex berdiameter 75mm yang menjadi bagian dari sistem display orbital Ressence. Di atasnya, indikasi jam dan menit bergerak melalui cakram-cakram yang terus berubah posisi.
Satelit jam ditempatkan dengan kemiringan 9,75 derajat, sementara mekanisme ball bearing membantu pergerakan sistem. Karena dial selalu bergerak, karya Wittock menjadi gambar yang berubah sepanjang hari, bukan komposisi yang diam.
Movement ROCS 9 — Sistem Orbital Tanpa Crown

Ressence Type 9 Jules Wittock digerakkan oleh modul otomatis ROCS 9 yang menggunakan basis ETA 2892-2 yang dimodifikasi dan dioperasikan tanpa crown konvensional.
ROCS merupakan singkatan dari Ressence Orbital Convex System, teknologi yang menjadi inti cara Ressence menampilkan waktu. Alih-alih menggunakan jarum tradisional, sistem ini menggerakkan cakram-cakram yang membawa indikasi jam dan menit.
Pada Type 9 Jules Wittock, modul ROCS 9 digerakkan melalui poros menit dari movement otomatis yang telah disesuaikan. Mekanisme tersebut memiliki frekuensi 28.800 getaran per jam atau 4Hz, 31 jewels, serta power reserve sekitar 36 jam.
Konstruksinya mencakup 20 gear dan empat ball bearing. Pergerakan cakram inilah yang memungkinkan labirin berubah posisi dan hanya membentuk susunan yang dapat dipecahkan pada waktu tertentu.
Seperti jam Ressence lainnya, pengaturan waktu dan pemutaran movement dilakukan melalui caseback yang dapat diputar, bukan crown di sisi case. Caseback juga dihiasi pola labirin dan tanda tangan Wittock, menjadikan bagian belakang jam sebagai bagian lain dari karya seni tersebut.
Harga dan Ketersediaan

Ressence Type 9 Jules Wittock diproduksi dalam dua varian, masing-masing terbatas 30 unit, dengan harga CHF 20.000 sebelum pajak.
Rinciannya adalah:
- T9 JWE — Emerald Green: 30 unit.
- T9 JWB — Black: 30 unit.
- Total produksi: 60 unit.
- Harga: CHF 20.000, belum termasuk pajak.
Kedua versi menggunakan platform Type 9 yang sama, dengan perbedaan utama pada finishing case dan warna dial. Versi Emerald Green memiliki lapisan ALD yang berubah nuansa mengikuti sudut pandang, sedangkan Black menampilkan kontras hitam-putih yang lebih monokromatik.
Edisi ini tersedia melalui kanal penjualan Ressence dan retailer terpilih.
Kesimpulan
Ressence Type 9 Jules Wittock membawa pendekatan baru pada kolaborasi seni dalam dunia jam tangan independen. Karya Wittock tidak hanya ditempatkan sebagai gambar di atas dial, tetapi dibuat menjadi labirin bergerak yang terhubung langsung dengan mekanisme penunjuk waktu.
Dengan case Grade 5 titanium 39mm, dial labirin yang diukir dan diisi tangan, serta sistem orbital ROCS 9, Type 9 Jules Wittock menggabungkan seni visual, mekanika, dan teka-teki dalam satu objek.
Kolaborasi ini juga menghadirkan ketegangan menarik terhadap filosofi kejernihan Ressence. Brand yang biasanya berusaha menyederhanakan cara membaca waktu kini menawarkan sesuatu yang perlu dipecahkan. Labirin tersebut tidak selalu terbuka sepenuhnya; pemilik harus menunggu momen tertentu untuk melihat pesannya.
Pada akhirnya, Type 9 Jules Wittock bukan hanya tentang membaca jam dan menit. Ia mengubah pengalaman melihat waktu menjadi interaksi dengan karya seni—sebuah teka-teki yang terus bergerak, dan hanya sesekali memperlihatkan jawabannya.
