Seiko memperluas koleksi Presage Classic Series melalui kolaborasi dengan Tradman’s Bonsai, kolektif asal Tokyo yang membawa seni bonsai ke audiens kontemporer. Hasilnya adalah Seiko Presage Classic Series x Tradman’s Bonsai HCC009J1, jam tangan edisi terbatas yang mengambil inspirasi dari pohon pinus hitam Jepang yang diterangi cahaya bulan.
Desain Dial Bertekstur Kulit Kayu Pinus

Dial HCC009J1 menginterpretasikan kulit kayu pinus tua melalui tekstur relief dan warna matsuba-iro yang sarat makna dalam estetika Jepang.
Warna matsuba-iro, atau hijau yang terinspirasi dari daun pinus, menjadi warna utama dial. Dalam tradisi Jepang, warna ini dikaitkan dengan umur panjang dan keberuntungan, sehingga pemilihannya bukan sekadar keputusan estetika.
Permukaan dial dibuat dengan tekstur tiga dimensi yang menyerupai kulit pohon pinus tua. Pola tersebut dirancang untuk menangkap dan memantulkan cahaya secara berbeda ketika jam dilihat dari berbagai sudut, menciptakan kesan organik yang semakin terasa ketika terkena pencahayaan.
Inspirasi tersebut berasal dari Japanese black pine yang menjadi salah satu objek penting dalam tradisi bonsai. Seiko dan Tradman’s Bonsai menerjemahkan karakter pohon tersebut ke dalam dial tanpa membuatnya terlihat seperti reproduksi literal sebuah bonsai.
Material, Dimensi, dan Ketahanan

Presage HCC009J1 menggunakan case stainless steel berlapis gold PVD berukuran 38 mm dengan kristal sapphire dan ketahanan air hingga 100 meter.
Case berukuran 38 mm x 12,9 mm dengan lug-to-lug 43,8 mm, memberikan proporsi yang relatif compact untuk jam mekanis bergaya klasik. Finishing gold PVD memberikan warna hangat yang melengkapi nuansa hijau matsuba-iro pada dial.
Bezel menggunakan desain coin-edged, sementara crown berukuran cukup besar dengan permukaan fluted yang memperkuat karakter vintage Presage Classic Series. Di bagian depan, kristal sapphire berbentuk domed memberikan distorsi visual ringan pada tepian dial sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap goresan.
Bagian belakang menggunakan exhibition caseback dengan ukiran nomor seri edisi terbatas. Dengan water resistance mencapai 100 meter, jam ini juga cukup fleksibel untuk penggunaan sehari-hari.
Movement Kaliber 6R51 In-House

Kaliber 6R51 menjadi penggerak automatic HCC009J1 dengan power reserve hingga 72 jam.
Movement ini menggunakan 24 jewels dan beroperasi pada frekuensi 21.600 vph. Cadangan daya selama tiga hari membuat jam dapat tetap berjalan selama akhir pekan apabila dilepas pada Jumat malam dan digunakan kembali pada awal minggu berikutnya.
Penggunaan movement mekanis tersebut juga memperkuat posisi Presage sebagai lini Seiko yang menggabungkan tradisi watchmaking dengan elemen desain dan craftsmanship khas Jepang.
Bracelet dan Strap Tambahan

HCC009J1 hadir dengan bracelet gold PVD tujuh baris serta strap kulit cokelat tambahan yang mengambil inspirasi langsung dari budaya bonsai.
Bracelet menggunakan konstruksi tujuh baris dengan finishing gold PVD dan triple-fold clasp tersembunyi, sehingga tampilan keseluruhannya tetap clean ketika dikenakan.
Sebagai alternatif, Seiko menyertakan strap kulit berwarna cokelat. Strap tersebut memiliki emboss dengan motif sanko-matsu, pola yang terinspirasi dari jarum pinus tradisional Jepang dan memperluas tema bonsai hingga ke detail yang mungkin tidak langsung terlihat.
Kehadiran dua pilihan strap memungkinkan karakter jam berubah dari tampilan klasik dan formal pada bracelet menjadi lebih earthy dan kasual ketika menggunakan strap kulit.
Harga dan Ketersediaan

Seiko Presage Classic Series x Tradman’s Bonsai HCC009J1 dibanderol EUR 1.400 ( dan diproduksi terbatas sebanyak 2.000 unit.
Jumlah produksi yang relatif terbatas membuat HCC009J1 menjadi bagian dari rilisan kolaborasi Presage yang ditujukan bagi kolektor yang mengapresiasi hubungan antara budaya Jepang dan mechanical watchmaking.
Kolaborasi dengan Tradman’s Bonsai juga memberikan konteks yang lebih dalam dibanding sekadar penggunaan motif Jepang. Setiap elemen, mulai dari warna dial hingga tekstur dan strap, dirancang untuk menerjemahkan karakter bonsai ke dalam bentuk jam tangan.
Ketika Bonsai Bertemu Japanese Watchmaking

HCC009J1 menunjukkan bagaimana Seiko dapat menerjemahkan warisan budaya Jepang ke dalam sebuah jam tangan tanpa kehilangan karakter modernnya.
Kolaborasi dengan Tradman’s Bonsai membuat Presage Classic Series memiliki narasi yang kuat: tekstur kulit pinus, warna matsuba-iro, motif sanko-matsu, dan proporsi klasik semuanya bekerja sebagai bagian dari satu tema.
Alih-alih hanya menggunakan simbol budaya Jepang sebagai dekorasi, Seiko menjadikan filosofi dan estetika bonsai sebagai sumber inspirasi desain. Hasilnya adalah sebuah jam tangan yang menggabungkan Japanese craftsmanship, mechanical watchmaking, dan seni bonsai dalam format yang kontemporer.
