Rolex Daytona “Four Seasons” Raih £37,3 Juta untuk Amal, Cetak Rekor Lelang Charity

Empat Rolex Oyster Perpetual Cosmograph Daytona bertema empat musim atau “Four Seasons” berhasil terjual dengan total £37,3 juta dalam lelang amal Phillips di London. Nilai tersebut setara sekitar CHF41,15 juta atau US$49,47 juta, sekaligus menjadi konsinyasi tunggal terbesar yang pernah ditawarkan dalam sebuah lelang amal menurut Phillips.

Keempat jam tersebut masing-masing merupakan karya one-of-a-kind dengan material precious metal, dial batu alam, batu permata berwarna, dan berlian. Lelang yang digelar pada 28 September 2026 ini diselenggarakan Rolex bersama Phillips, dengan seluruh hasil penjualan disalurkan kepada Federer Foundation dan Re:wild.

Empat Rolex Daytona Mewakili Empat Musim

Image credit: SJX Watches

Left to right: Summer, Autumn, Winter, and Spring

Rolex Four Seasons terdiri dari empat Daytona unik yang masing-masing menggunakan precious metal, batu alam, gemstone, dan kombinasi warna berbeda untuk merepresentasikan Spring, Summer, Autumn, dan Winter.

Winter menggunakan referensi 126596 SABV dengan case platinum 950. Dial dibuat dari blue opal dengan subdial atau counter dari lapis lazuli, sementara bezel dihiasi 36 trapeze-cut sapphire dengan gradasi biru hingga fuchsia. Delapan baguette-cut diamond dan tiga square-cut diamond menjadi hour marker, sedangkan lugs dan crown guard dihiasi 54 brilliant-cut diamond. Jam ini terjual seharga £10 juta.

Spring hadir melalui referensi 126599 SAVL dengan case 18K white gold. Dial menggunakan chrysoprase dengan counter dari lepidolite, sementara bezel dihiasi 36 purple sapphire berbentuk trapeze. Hour marker juga menggunakan purple sapphire, dengan tambahan 54 brilliant-cut diamond pada lugs dan crown guard. Spring menjadi yang terendah dari empat hasil lelang dengan harga £6,8 juta.

Summer menggunakan referensi 126595 SARO dalam 18K Everose gold. Dial turquoise dipadukan dengan counter dari heart of ruby, sementara 36 pink sapphire menghiasi bezel. Dengan harga £10,3 juta, Summer menjadi lot dengan harga tertinggi dalam rangkaian Four Seasons.

Autumn menggunakan referensi 126598 TML dengan case 18K yellow gold. Dial dibuat dari mookaite dengan counter chrysoprase, kemudian dipadukan dengan green tourmaline pada hour marker dan bezel. Hasil akhirnya mencapai £10,2 juta, hanya £100.000 di bawah Summer.

Phillips dan Aurel Bacs Pimpin Lelang di London

Image credit: SJX Watches

Keempat Rolex Daytona Four Seasons dilelang secara individual oleh Phillips di London dengan Aurel Bacs sebagai Senior Consultant yang memimpin jalannya lelang.

Lelang ini menjadi kerja sama antara Rolex dan Phillips sekaligus menandai charity auction pertama Rolex. Keempat jam ditawarkan sebagai empat lot terpisah, tetapi hasil akhirnya kemudian dihitung sebagai satu konsinyasi dengan nilai gabungan £37,3 juta.

Hasil tersebut menjadi sangat menarik jika dibandingkan dengan rekor CHF31 juta yang dicapai Patek Philippe Grandmaster Chime Ref. 6300A-010 pada Only Watch 2019.

Secara nominal, total Four Seasons memang lebih tinggi sekitar CHF10 juta. Namun, perbandingan tersebut perlu diberi konteks karena CHF31 juta berasal dari satu jam, sedangkan CHF41,15 juta merupakan hasil gabungan empat Daytona. Karena itu, lebih tepat menyebut hasil Four Seasons sebagai rekor dalam konteks konsinyasi lelang amal, bukan sebagai rekor harga untuk satu jam tangan.

Phillips secara resmi menyebut £37,3 juta tersebut sebagai single largest consignment ever offered at a charity auction. Selain itu, tidak ada buyer’s premium pada lelang ini sehingga seluruh hasil penjualan dapat disalurkan kepada dua organisasi penerima.

Empat Daytona, Satu Kaliber 4131

Image credit: Hodinkee

Meskipun memiliki desain eksterior yang sangat berbeda, keempat Rolex Daytona Four Seasons menggunakan Kaliber 4131 automatic chronograph dengan power reserve sekitar 72 jam.

Kaliber 4131 merupakan self-winding mechanical chronograph movement yang dikembangkan dan diproduksi Rolex. Movement ini menggunakan column wheel dan vertical clutch serta memiliki power reserve sekitar 72 jam.

Keempat jam juga memiliki sertifikasi Superlative Chronometer. Menurut data yang dipublikasikan setelah lelang, standar tersebut mencakup pengujian precision, power reserve, waterproofness, dan self-winding setelah movement ditempatkan di dalam case.

Kesamaan mekanis tersebut menjadi kontras menarik dengan perbedaan visual keempat jam. Arsitektur movement tetap sama, tetapi Rolex mengubah material case, warna dial, jenis batu alam, gemstone, dan kombinasi berlian untuk menciptakan empat karakter berbeda.

Keempatnya juga memiliki diameter case 40mm dan menggunakan Oyster bracelet yang disesuaikan dengan material case masing-masing. Keunikan utama bukan berasal dari ukuran atau komplikasi movement, melainkan dari kombinasi gem-setting dan material yang dibuat secara khusus untuk setiap lot.

Dari Blue Opal hingga Mookaite: Batu Alam Menjadi Bagian Utama Desain

daytona
Image credit: Hodinkee

Salah satu karakter paling menonjol dari Four Seasons adalah penggunaan batu alam sebagai material dial, yang kemudian dipadukan dengan gemstone berwarna sesuai tema setiap musim.

Winter menggunakan blue opal dan lapis lazuli untuk menghasilkan kombinasi warna biru yang kemudian diteruskan melalui gradasi sapphire pada bezel.

Spring mengambil pendekatan yang lebih lembut melalui chrysoprase dan lepidolite. Warna hijau dari chrysoprase kemudian dipertemukan dengan nuansa ungu pada sapphire di bezel dan hour marker.

Summer menjadi kombinasi paling cerah dengan turquoise dan heart of ruby. Warna tersebut diperkuat oleh penggunaan pink sapphire pada bezel dan hour marker.

Sementara itu, Autumn menggunakan mookaite dengan chrysoprase sebagai counter. Warna hangat dial kemudian dikontraskan dengan green tourmaline pada bezel dan hour marker.

Selain batu pada dial, seluruh jam menggunakan 36 trapeze-cut gemstone pada bezel dan 54 brilliant-cut diamond pada lugs serta crown guard. Dengan demikian, gem-setting bukan sekadar aksen dekoratif, tetapi menjadi bagian utama dari identitas masing-masing Daytona.

Mengapa Summer Menjadi yang Termahal?

Rolex Cosmograph Daytona Summer Edition
Image credit: Hodinkee

Rolex Cosmograph Daytona “Summer” Edition

Summer menjadi lot termahal dengan hasil £10,3 juta, sedikit mengungguli Autumn £10,2 juta dan Winter £10 juta.

Menariknya, urutan hasil lelang tidak mengikuti hierarki material case secara sederhana. Winter merupakan satu-satunya model yang menggunakan platinum 950, tetapi hasilnya tetap berada di bawah Summer dalam 18K Everose gold.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga lelang Four Seasons tidak dapat dibaca hanya dari material case. Keempat jam merupakan karya unik dengan kombinasi warna, batu alam, gemstone, dan finishing yang tidak tersedia sebagai model produksi reguler.

Summer juga memiliki kombinasi turquoise, heart of ruby, dan pink sapphire yang memberikan karakter visual sangat berbeda dari tiga model lainnya. Pada akhirnya, setiap jam menjadi satu-satunya contoh dari konfigurasi tersebut.

Seluruh Hasil untuk Federer Foundation dan Re:wild

Foundation | Roger Federer
Image credit: Roger Federer Foundation

Seluruh £37,3 juta hasil lelang Four Seasons disalurkan kepada Federer Foundation dan Re:wild untuk mendukung pendidikan anak dan konservasi alam.

Federer Foundation didirikan oleh Roger Federer dan berfokus pada early and foundational learning bagi anak-anak di Afrika bagian selatan dan Swiss. Organisasi ini bertujuan memperkuat sistem pendidikan awal agar anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar, bermain, dan berkembang.

Sementara itu, Re:wild merupakan organisasi konservasi yang didirikan bersama oleh Leonardo DiCaprio dan berfokus pada perlindungan serta pemulihan ekosistem alam di berbagai wilayah dunia.

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari Perpetual Planet Initiative Rolex. Dengan demikian, Four Seasons bukan sekadar proyek jam tangan unik, tetapi juga bagian dari program filantropi yang menghubungkan watchmaking, pendidikan, dan konservasi lingkungan.

Empat Rolex Daytona Ini Hanya Ada Satu di Dunia

 

Setiap Rolex Daytona Four Seasons dibuat sebagai satu-satunya unit dengan kombinasi material, dial, gemstone, dan konfigurasi warna tersebut.

Berbeda dari limited edition yang diproduksi dalam jumlah tertentu, keempat jam ini masing-masing merupakan unique piece. Rolex membuat satu Winter, satu Spring, satu Summer, dan satu Autumn untuk proyek lelang tersebut.

Status one-of-a-kind inilah yang membuat Four Seasons berbeda dari Daytona reguler. Kolektor tidak sekadar membeli sebuah referensi dengan produksi terbatas, tetapi memperoleh satu konfigurasi yang memang dibuat hanya untuk proyek tersebut.

Dalam konteks pasar lelang jam tangan, karakter seperti kelangkaan, provenance, keunikan konfigurasi, dan sejarah kepemilikan dapat menjadi bagian penting dari cerita sebuah collectible watch. Namun, hasil Four Seasons tidak dapat digunakan sebagai patokan langsung untuk menentukan nilai Daytona produksi reguler karena keempat jam tersebut memiliki status unik dan dibuat khusus untuk amal.

Memanfaatkan Nilai Koleksi Rolex Daytona

Bagi pemilik Rolex Daytona, nilai sebuah jam dapat dilihat tidak hanya dari fungsi sebagai chronograph, tetapi juga dari karakteristiknya sebagai luxury watch dan collectible dengan nilai pasar yang dapat berbeda berdasarkan referensi, kondisi, kelengkapan, dan karakteristik aset.

Hasil lelang Four Seasons memperlihatkan bagaimana provenance, kelangkaan, material, desain, dan status one-of-a-kind dapat menghasilkan nilai yang sangat berbeda dari harga retail sebuah jam produksi reguler. Namun, angka £10 juta hingga £10,3 juta yang dicapai tiga Daytona teratas tidak dapat dijadikan benchmark langsung untuk Daytona lainnya.

Bagi pemilik luxury watch yang ingin memanfaatkan nilai koleksi tanpa harus langsung menjualnya, luxury pawn atau gadai jam tangan mewah dapat menjadi salah satu opsi yang relevan untuk dipertimbangkan. Konsep luxury pawn memungkinkan sebuah aset bernilai digunakan sebagai dasar transaksi sesuai hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku.

Bagi pemilik Rolex atau luxury watch lainnya, konsultasi mengenai valuasi jam tangan, luxury pawn, dan gadai Rolex dapat menjadi langkah untuk memahami bagaimana nilai sebuah koleksi dapat dimanfaatkan tanpa harus melepaskan kepemilikannya secara permanen.

Kesimpulan

Rolex Daytona Four Seasons mencatat total £37,3 juta atau sekitar CHF41,15 juta dalam lelang amal Phillips, sekaligus menjadi konsinyasi tunggal terbesar yang pernah ditawarkan dalam sebuah charity auction menurut Phillips.

Empat Daytona tersebut—Winter, Spring, Summer, dan Autumn—menggabungkan precious metal, dial batu alam, gemstone berwarna, dan berlian dalam empat konfigurasi yang masing-masing hanya dibuat satu unit. Summer menjadi lot tertinggi dengan harga £10,3 juta, disusul Autumn £10,2 juta, Winter £10 juta, dan Spring £6,8 juta.

Hasil tersebut juga memperlihatkan bagaimana sebuah luxury watch dapat memiliki nilai yang sangat berbeda ketika kelangkaan, craftsmanship, provenance, dan tujuan filantropi bertemu dalam satu objek. Four Seasons memang tidak dapat dijadikan benchmark langsung untuk Daytona reguler, tetapi lelang ini memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana Rolex dan pasar kolektor memandang sebuah unique-piece chronograph.

Di luar angka lelang, Four Seasons juga menunjukkan bagaimana sebuah jam tangan dapat menjadi medium untuk tujuan yang lebih luas. Seluruh hasilnya disalurkan kepada Federer Foundation dan Re:wild, menjadikan empat Daytona ini bukan hanya collectible watch, tetapi juga bagian dari proyek filantropi Rolex.

Sumber

SJX Watches — Rolex Daytona “Four Seasons” Set Shatters Auction Record

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *