Patek Philippe Tangkap Keindahan Italia Lewat Enamel dan Marquetry di Rare Handcrafts Milan

Patek Philippe kembali memperlihatkan sisi artistiknya melalui rangkaian Rare Handcrafts yang dipamerkan di Watch Art Grand Exhibition Milan 2026. Hanya beberapa bulan setelah memperkenalkan koleksi Rare Handcrafts di salon Jenewa, maison asal Swiss ini menghadirkan rangkaian baru yang mengambil inspirasi langsung dari budaya, arsitektur, lanskap, dan sejarah Italia.

Koleksinya mencakup table clock, dome clock, jam tangan, hingga jam saku. Motif yang diangkat pun sangat beragam, mulai dari peta Kota Milan dan mosaik Bizantium Ravenna hingga pesisir Amalfi, pedesaan Tuscany, kanal Burano, serta sosok Dante yang terinspirasi karya Botticelli.

Alih-alih sekadar menggunakan satu teknik dekorasi, Patek Philippe menggabungkan Grand Feu enamel, cloisonné, paillonné, flinqué, miniature painting, engraving, dan wood marquetry untuk menghasilkan karya yang lebih menyerupai objek seni daripada jam konvensional.

Table Clock “City of Milan” dan Dome Clock “Ravenna”

Image credit: SJX Watches

Table Clock “City of Milan” dan Dome Clock “Ravenna” menerjemahkan dua sisi sejarah Italia melalui enamel, kawat emas, dan konstruksi dekoratif yang sangat kompleks.

Table Clock Ref. 25028M-001 “City of Milan” menempatkan kota tuan rumah sebagai pusat perhatian. Peta Milan membentang di sepanjang dial dan panel samping yang melengkung, dengan Duomo digambarkan menggunakan emas melalui teknik paillonné enamel.

Sekitar 11 meter kawat emas digunakan untuk membentuk distrik-distrik kota. Area tersebut kemudian diisi warna biru, hijau, dan turquoise di atas barleycorn guilloché.

Lapisan translucent flinqué enamel memungkinkan tekstur guilloché di bawahnya tetap terlihat, sementara enamel putih opaque digunakan untuk membedakan jalan-jalan utama.

Empat marker berbentuk lozenge pada bezel memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai indikator quarter-hour dan penunjuk arah mata angin.

“City of Milan” diproduksi hanya tiga unit, menjadikannya salah satu karya yang sangat terbatas dalam koleksi Rare Handcrafts Milan.

Berbeda dari peta Milan yang relatif modern, Dome Clock Ref. 20180M-001 “Ravenna” mengambil inspirasi dari mosaik abad ke-5 di Mausoleum Galla Placidia.

Karya unique piece ini menggunakan sekitar 33,4 meter kawat emas dengan berat sekitar 84 gram untuk membentuk detail-detail kecil yang menyerupai tesserae mosaik.

Sebanyak 20 warna enamel digunakan untuk mengisi bagian-bagian yang dibentuk oleh kawat emas. Miniature painting kemudian digunakan untuk memperhalus detail.

Efek keemasan pada permukaan bukan hanya berasal dari kawat emas. Silver leaf yang ditempatkan di bawah translucent enamel menciptakan kilau khas pada permukaan dekorasi.

Menariknya, lima dial yang dibuat untuk konstruksi tersebut masing-masing membutuhkan sekitar 12 kali pembakaran enamel di bawah pengawasan enamel artist Anita Porchet. Karena itu, tanda tangan “A.P.” menjadi salah satu detail penting pada karya tersebut.

Dome Clock “Sicilian Oranges”, “Sicilian Lemons”, dan “Italian Stamps”

Image credit: SJX Watches

Patek Philippe menggunakan kombinasi cloisonné enamel dan miniature painting untuk menciptakan ilusi kedalaman pada karya-karya bertema Sisilia dan sejarah Italia.

Dome Clock Ref. 20179M-001 “Sicilian Oranges” menampilkan Palermo dari kejauhan dengan kebun jeruk sebagai foreground.

Pohon-pohon jeruk dan dedaunan dibuat menggunakan cloisonné enamel, sedangkan kota Palermo yang berada di kejauhan digambarkan melalui miniature painting. Perbedaan teknik tersebut membantu menciptakan pemisahan visual antara foreground dan background.

Palet utamanya menggunakan 49 warna enamel, kemudian ditambah empat hingga lima warna pastel untuk bagian kota yang lebih jauh. Shading dan detail yang dibuat lebih samar semakin memperkuat ilusi perspektif.

Dial mengambil inspirasi dari sebuah jam gereja di Sisilia, lengkap dengan angka Romawi dan elemen matahari cut-out pada bagian tengah.

Pasangannya, Ref. 20185M-001 “Sicilian Lemons”, menggunakan pendekatan serupa tetapi mengganti tema buah menjadi lemon. Keduanya merupakan unique piece.

Sementara itu, Dome Clock Ref. 20183M-001 “Italian Stamps” mengambil inspirasi dari prangko-prangko lama yang menampilkan air mancur monumental di berbagai kota Italia.

Air mancur dan nama kota diukir di bawah translucent brown enamel. Gold leaf digunakan untuk memberikan aksen pada bingkai ilustrasi air mancur, sementara tiga bintang emas menunjukkan posisi kota-kota tersebut pada peta yang menutupi dome.

Dial menggunakan marble hour ring dan blue flinqué enamel pada bagian tengah, kemudian dikelilingi motif triton dan scroll yang terinspirasi dari dekorasi patung air mancur.

Seluruh Dome Clock tersebut menggunakan Caliber 17”’ PEND, movement mekanis yang secara berkala mendapatkan penggulungan ulang melalui motor listrik. Sistem ini memberikan kenyamanan pengoperasian jam meja tanpa menghilangkan karakter mechanical movement.

Golden Ellipse Bertema Arsitektur dan Lanskap Italia

Image credit: SJX Watches

Patek Philippe menerjemahkan lanskap Tuscany dan arsitektur Italia ke dalam Golden Ellipse menggunakan wood marquetry, enamel, gold wire, dan miniature painting.

Golden Ellipse Ref. 5738/50R-017 “Sunset in Tuscany” mengambil inspirasi dari sebuah desa di bawah langit senja.

Teknik utama yang digunakan adalah wood marquetry. Patek Philippe menggunakan 57 spesies kayu yang dirangkai menjadi 203 bagian veneer dan 75 inlay kecil.

Variasi warna serta grain kayu memungkinkan setiap bagian lanskap dibedakan secara alami, mulai dari bangunan, ladang, hingga langit yang berubah warna menjelang malam.

Meski pengerjaannya sangat artisanal, “Sunset in Tuscany” akan diproduksi dalam jumlah 10 unit.

Tema arsitektur kemudian berlanjut pada dua Golden Ellipse lainnya.

Ref. 5738/50R-027 “The Great Gallery” menampilkan Galleria Grande sepanjang 80 meter di Venaria Palace dekat Turin. Bentuk elongated Golden Ellipse menjadi frame yang ideal untuk menciptakan perspektif koridor, lantai, kolom, dan ceruk patung.

Sekitar 1,2 meter kawat emas digunakan untuk membangun perspektif arsitektur, sementara miniature painting menambahkan detail urat pada lantai marmer gelap.

Lima dial dibuat untuk model ini, dan masing-masing membutuhkan sekitar 12 kali pembakaran enamel di bawah pengawasan Anita Porchet. Tanda tangan “A.P.” menjadi penanda proses pengerjaan tersebut.

Sementara itu, Ref. 5738/50G-050 “Baroque Decoration” melihat arsitektur dari perspektif berbeda. Fokusnya berpindah dari koridor ke langit-langit yang dihiasi lukisan, lengkungan, dan oculus.

Cloisonné enamel digunakan untuk membangun struktur arsitektur, sedangkan miniature painting memberikan detail dekoratif yang lebih kecil.

Model ini menggunakan case white gold dengan strap alligator berwarna mauve dan diproduksi sebanyak enam unit.

Calatrava “Amalfi Escapade” dan Trio Pemandangan Pantai Italia

Image credit: SJX Watches

Pesisir Amalfi menjadi salah satu tema paling berwarna dalam koleksi Rare Handcrafts Milan, dengan kombinasi enamel dan miniature painting untuk menciptakan kedalaman lanskap laut dan tebing.

Calatrava Ref. 5177G-011 “Amalfi Escapade” menggambarkan sebuah mobil Italia kecil yang melewati jalan pesisir, dengan laut dan tebing sebagai latar belakang.

Bagian yang paling mencolok adalah palet warnanya. Komposisi utama menggunakan 35 warna enamel, sementara 32 warna tambahan digunakan untuk miniature painting.

Warna-warna tambahan tersebut membantu membentuk volume awan serta variasi warna hijau pada permukaan laut.

Patek Philippe kemudian menghadirkan tiga Calatrava lain yang masih berada dalam tema pesisir Italia, yaitu Ref. 5077/100J-010 “Bay of Naples”, Ref. 5077/100R-072 “Capri Beach”, dan Ref. 5077/100G-082 “The Pink Bay”.

Ketiganya menggunakan hand-guilloché untuk membentuk gelombang laut yang kemudian dilapisi translucent flinqué enamel.

Tekstur guilloché di bawah enamel membuat permukaan laut tampak berubah ketika terkena cahaya. Cloisonné enamel digunakan untuk membangun pepohonan dan lanskap, sedangkan miniature enamel painting mengisi detail seperti payung pantai dan orang-orang yang berada di tepi laut.

Masing-masing dari tiga jam tersebut dibatasi enam unit, dengan total 112 berlian pada bezel dan lug di setiap jam.

Baik Golden Ellipse maupun Calatrava dalam rangkaian tersebut menggunakan automatic Caliber 240. Movement dengan micro-rotor tersebut membantu mempertahankan profil case yang relatif tipis sekaligus menjaga dial tetap bersih dari indikator seconds yang tidak diperlukan.

Tiga Jam Saku: Burano, Venetian Cruise, dan Dante

Image credit: SJX Watches

Patek Philippe membawa tema Italia ke format pocket watch melalui tiga karya yang menggabungkan enamel, marquetry, miniature painting, dan engraving.

Pocket Watch Ref. 992/193J-001 “Burano” membawa inspirasi dari pulau Venetian yang terkenal dengan rumah-rumah kanal berwarna cerah.

Bagian caseback menggunakan 70 warna enamel, sementara gold leaf dan silver leaf ditempatkan di bawah enamel untuk menciptakan efek berkilau pada refleksi air.

Teknik serupa juga digunakan pada bagian dial untuk memberikan efek refleksi pada angka Breguet.

Dekorasi “Burano” tidak berhenti pada enamel. Bagian caseback, bezel, dan bow mendapatkan hand engraving yang mengambil inspirasi dari pola renda tradisional Burano.

Berikutnya, Pocket Watch Ref. 995/147G-001 “Venetian Cruise” menampilkan sebuah wooden runabout yang memasuki Grand Canal pada pagi hari.

Kapal tersebut dibuat menggunakan 334 bagian veneer dan 15 inlay kecil dari 37 spesies kayu. Wood marquetry digunakan untuk membentuk badan kapal, termasuk efek glossy varnish yang menyerupai permukaan mahogany yang dipoles.

Latar belakangnya menggunakan enamel, sementara miniature painting digunakan untuk menggambarkan bangunan, langit, dan riak air.

Kontras antara kayu asli pada kapal dan lingkungan yang dilukis membuat teknik marquetry menjadi jauh lebih mudah diapresiasi.

Bagian depan pocket watch justru menggunakan pendekatan yang lebih minimalis. Dial matte black enamel dengan jarum merah mengambil inspirasi dari panel instrumen sebuah kapal.

Karya ketiga adalah Pocket Watch Ref. 995/151G-001 “Dante”, yang terinspirasi dari penggambaran Dante oleh Sandro Botticelli.

Dante digambarkan di atas deep blue enamel yang dihiasi powdered gold stars. Elemen arsitektur dan ilustrasi yang terinspirasi dari Divine Comedy kemudian mengelilingi figur tersebut.

Potret tersebut menggabungkan cloisonné enamel dengan miniature painting dan membutuhkan lebih dari 25 kali pembakaran enamel.

Motif laurel pada dial meneruskan penghormatan terhadap sang penyair, sementara powdered gold stars berfungsi sebagai hour markers.

Ketiga pocket watch menggunakan manual-winding Caliber 17”’ LEP PS dengan small seconds. Format pocket watch juga memberikan ruang lebih besar bagi Patek Philippe untuk meneruskan dekorasi hingga ke bagian caseback.

Rare Handcrafts Milan Menjadikan Italia sebagai Kanvas Seni

Image credit: SJX Watches

Koleksi Rare Handcrafts Milan 2026 menunjukkan bagaimana Patek Philippe menggunakan teknik dekoratif tradisional untuk menerjemahkan budaya Italia ke dalam karya horologi yang sangat personal.

Dari peta Milan pada “City of Milan”, mosaik Bizantium pada “Ravenna”, lanskap Sisilia, arsitektur Venaria Palace, hingga pantai Amalfi dan kanal Burano, setiap karya memiliki hubungan langsung dengan sejarah atau karakter visual Italia.

Yang menarik bukan hanya jumlah warna atau material yang digunakan, tetapi bagaimana teknik berbeda dipadukan untuk menciptakan ilusi ruang.

Cloisonné dapat membangun struktur, miniature painting memberikan detail dan perspektif, flinqué enamel memungkinkan tekstur guilloché tetap terlihat, sementara wood marquetry menghadirkan warna dan grain alami yang tidak bisa direplikasi sepenuhnya oleh cat.

Pada “Sunset in Tuscany”, misalnya, 57 spesies kayu digunakan untuk menciptakan lanskap. Sementara pada “Venetian Cruise”, 334 bagian veneer membentuk satu objek kapal yang kemudian ditempatkan di atas latar enamel.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Rare Handcrafts bagi Patek Philippe bukan sekadar dekorasi tambahan pada sebuah jam. Dial, case, material, dan teknik artistik justru menjadi medium utama untuk bercerita.

Kesimpulan

Patek Philippe Rare Handcrafts Milan 2026 memperlihatkan sisi maison yang berbeda dari sekadar complicated watchmaking.

Di sini, komplikasi movement bukan satu-satunya pusat perhatian. Keahlian artistik justru menjadi karakter utama melalui penggunaan enamel, gold wire, miniature painting, engraving, serta wood marquetry.

Karya seperti “Ravenna” menunjukkan bagaimana lebih dari 33 meter kawat emas dan 20 warna enamel dapat mengubah sebuah dome clock menjadi interpretasi miniatur mosaik Bizantium. “Sunset in Tuscany” menggunakan 57 spesies kayu untuk membangun lanskap, sementara “Dante” membutuhkan lebih dari 25 kali pembakaran enamel untuk menghasilkan potret yang sangat detail.

Seluruhnya memperkuat satu pesan: Rare Handcrafts adalah ruang bagi Patek Philippe untuk mempertemukan tradisi seni dekoratif dengan watchmaking dalam bentuk yang nyaris seperti karya seni koleksi.

Dalam konteks Watch Art Grand Exhibition Milan, pendekatan tersebut terasa semakin relevan. Italia bukan hanya menjadi lokasi pameran, tetapi menjadi sumber inspirasi yang diterjemahkan ke dalam warna, arsitektur, lanskap, sejarah, dan budaya melalui craftsmanship tingkat tinggi.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *