Louis Vuitton Jadikan Tambour Spin Time Koleksi Permanen, Lima Referensi Baru Diperkenalkan

Louis Vuitton resmi membawa kembali salah satu kreasi paling eksperimental dalam sejarah watchmaking-nya. Setelah diperbarui melalui lini Tambour Taiko Spin Time dalam edisi terbatas pada 2025, Tambour Spin Time kini menjadi koleksi permanen Louis Vuitton dengan lima referensi baru yang menawarkan spektrum desain dan komplikasi mulai dari jumping hour tiga dimensi hingga flying tourbillon.

Pertama kali diperkenalkan pada 2009, Spin Time langsung menjadi salah satu signature watchmaking La Fabrique du Temps Louis Vuitton. Alih-alih menggunakan jarum jam konvensional, jam ini menampilkan waktu melalui 12 kubus yang berputar. Konsep tersebut merupakan interpretasi tiga dimensi dari komplikasi jumping hour dan terinspirasi dari panel jadwal keberangkatan di bandara—sebuah detail yang sangat sesuai dengan sejarah Louis Vuitton sebagai maison yang lekat dengan perjalanan.

Kembalinya Spin Time sebagai koleksi permanen juga menunjukkan perubahan posisi model ini. Ia tidak lagi sekadar eksperimen horologi atau limited edition, tetapi mulai diperlakukan sebagai salah satu pilar utama watchmaking Louis Vuitton, berdampingan dengan kreasi seperti Escale Worldtime.

Konsep Spin Time — Kubus yang “Melompat” Setiap Jam

Image credit: Monochrome Watches

Daya tarik Spin Time terletak pada cara jam menampilkan waktu.

Di dalam dial terdapat 12 kubus, masing-masing mewakili satu jam. Kubus-kubus tersebut terhubung ke movement pusat melalui sistem mekanis yang memungkinkan keduanya berputar secara simultan ketika pergantian jam terjadi.

Setiap kubus memiliki empat sisi. Dua sisi membawa angka jam, sementara dua sisi lainnya dibuat dalam warna yang menyatu dengan dial. Ketika 60 menit berlalu, kubus yang sedang menunjukkan jam akan berputar cepat 90 derajat, kemudian menghilang dari tampilan. Kubus berikutnya berputar ke posisi yang menampilkan angka jam baru.

Hasilnya adalah tampilan waktu yang terasa seperti perpaduan antara jam mekanis, display digital, dan kinetic sculpture.

Menariknya, meski konsep Spin Time sudah diperkenalkan sejak 2009, Louis Vuitton melakukan perubahan cukup besar pada mekanismenya ketika lini ini diperbarui pada 2025. Movement otomatis internal baru dari La Fabrique du Temps kemudian menjadi basis bagi berbagai pengembangan Spin Time generasi terbaru.

Tambour Spin Time Green — Versi Paling Serbaguna

Image credit: Monochrome Watches

Versi paling straightforward dari koleksi baru adalah Tambour Spin Time Green, yang mempertahankan konfigurasi dial tertutup khas Spin Time tetapi menghadirkan palet warna khaki green.

Case berdiameter 39,5 mm dibuat dari brushed white gold dengan ketebalan 12,15 mm. Ukuran ini membuatnya menjadi salah satu model paling wearable di antara lima referensi baru.

Dial mengombinasikan permukaan sunray-brushed dan sandblasted dalam warna khaki green, dilengkapi hands dan indeks white gold. Strap karet tone-on-tone membuat keseluruhan tampilannya terasa lebih sporty dibandingkan referensi berbatu mulia.

Dengan water resistance hingga 100 meter, model ini juga menjadi interpretasi paling praktis dalam koleksi baru.

Di balik sapphire caseback terdapat calibre ST13.01, automatic movement in-house buatan La Fabrique du Temps yang beroperasi pada 4Hz dan menawarkan power reserve sekitar 45 jam. Rotor dibuat dari solid gold, sementara finishing movement menampilkan micro-blasted bridges dan polished chamfers.

Harga resminya berada di EUR 86.000.

Tambour Spin Time Australia’s Opal — Versi Bertabur Batu Mulia

Image credit: Monochrome Watches

Jika Spin Time Green adalah interpretasi paling versatile, Tambour Spin Time Australia’s Opal berada di sisi ekstrem lainnya.

Untuk pertama kalinya dalam lini ini, Louis Vuitton menggunakan case 18K rose gold. Case berukuran sama, 39,5 mm x 12,15 mm, tetapi kini dihiasi baguette-cut sapphires pada bezel dan lug, termasuk pada buckle.

Bagian paling menarik tentu berada pada dial.

Louis Vuitton menggunakan Australian opal yang memiliki permainan warna dari indigo, teal hingga cerulean. Material tersebut tidak hanya ditempatkan di bagian tengah dial, tetapi juga menjadi elemen visual di antara 12 kubus Spin Time.

Di sekelilingnya terdapat indeks dari baguette-cut diamonds, sementara kubus menggunakan kombinasi warna biru gelap dan silver dengan angka bernuansa rose gold.

Movement-nya tetap menggunakan calibre ST13.01, sehingga perbedaan harga terutama mencerminkan penggunaan material, gemstone setting, dan pengerjaan dial yang jauh lebih eksklusif.

Harganya mencapai EUR 190.000.

Tambour Spin Time Air — Kubus yang “Melayang”

Louis Vuitton Tambour Spin Time 2026 Permanent Collection Video Review - Tambour Spin Time Air Blue White Gold - 2
Image credit: Monochrome Watches

Salah satu karakter paling ikonik dari Spin Time adalah versi Air, yang membuat kubus terlihat seperti melayang di dalam case.

Pada referensi baru ini, Louis Vuitton menggunakan case white gold berdiameter 42,5 mm dengan ketebalan 12,45 mm. Konstruksi case yang lebih terbuka membuat water resistance turun menjadi 50 meter, tetapi sebagai gantinya memberikan efek visual yang jauh lebih dramatis.

Movement ditempatkan di tengah case, sementara kubus-kubus Spin Time ditopang oleh struktur yang dibuat sedemikian rupa sehingga dari sisi depan terlihat seperti mengambang tanpa penyangga.

Warna grey pada edisi 2025 kini digantikan oleh blue yang lebih vibrant, diterapkan pada dial, kubus, flange, dan strap.

Ada satu detail kecil yang sangat Louis Vuitton: setiap kubus memiliki polished stud di bagian atasnya. Bentuk tersebut terinspirasi dari rivet pada trunk klasik Louis Vuitton.

Movement yang digunakan adalah calibre ST13.01, sama dengan versi Green dan Australia’s Opal.

Harga Tambour Spin Time Air berada di EUR 95.000.

Tambour Spin Time Air Antipode — World Timer dengan Cara Louis Vuitton

Image credit: Monochrome Watches

Spin Time Air Antipode membawa konsep tersebut ke tingkat yang lebih kompleks dengan menambahkan world time complication.

Pada model ini, kubus tidak lagi sekadar menunjukkan jam lokal. Waktu utama dibaca melalui sistem konvensional di bagian tengah: jarum menunjukkan menit, sementara penunjuk jam berbentuk arrowhead berwarna kuning bergerak di atas cakram yang menampilkan peta dunia.

Sementara itu, 12 kubus digunakan untuk menampilkan pasangan kota dari berbagai zona waktu.

Setiap kubus mewakili dua kota yang memiliki perbedaan 12 zona waktu. Latar belakang pada kubus juga membantu menunjukkan apakah waktu tersebut berada pada periode siang atau malam.

Contohnya, ketika tengah malam di Los Angeles, pasangan kota pada kubus yang relevan dapat menunjukkan waktu tengah hari di Dubai.

Untuk mengakomodasi komplikasi tersebut, Louis Vuitton menggunakan calibre ST12.01, pengembangan internal La Fabrique du Temps yang berbasis pada arsitektur movement Spin Time generasi baru.

Case tetap menggunakan white gold berdiameter 42,5 mm dengan ketebalan 12,45 mm dan water resistance 50 meter.

Harganya mencapai EUR 120.000.

Tambour Spin Time Air Flying Tourbillon — Puncak Koleksi

Image credit: Monochrome Watches

Di puncak lini baru terdapat Tambour Spin Time Air Flying Tourbillon, sebuah kombinasi antara rotating cubes dan salah satu komplikasi paling prestisius dalam haute horlogerie.

Case berdiameter 42,5 mm dibuat dari 950 platinum, dipadukan dengan dial matte berwarna salmon dan strap calfskin berwarna tan.

Di tengah dial terdapat flying tourbillon yang menjadi pusat perhatian. Cage tourbillon dibuat dalam bentuk bunga Monogram, salah satu motif paling identik dengan Louis Vuitton.

Namun yang menarik bukan sekadar bentuknya. Untuk memasukkan tourbillon ke dalam arsitektur Spin Time Air, movement dasar harus direkayasa ulang secara signifikan. Going train diatur ulang agar regulating organ dapat ditempatkan di tengah dial, sementara jarum menit harus melewati dan mengitari area tourbillon.

Movement tersebut menggunakan calibre ST05.01, automatic in-house movement dengan frekuensi 4Hz dan power reserve sekitar 45 jam.

Dengan kombinasi platinum, Spin Time display dan central flying tourbillon, model ini menjadi flagship dari koleksi permanen baru dengan harga EUR 200.000.

Lima Spin Time, Lima Cara Louis Vuitton Mendefinisikan Haute Horlogerie

Menariknya, lima referensi baru ini tidak hanya berbeda dari sisi warna atau material.

Masing-masing menunjukkan bagaimana Louis Vuitton menggunakan satu konsep dasar untuk mengeksplorasi tingkat komplikasi yang berbeda.

Model Case Komplikasi/Display Harga
Spin Time Green 39,5mm White Gold Spin Time EUR 86.000
Spin Time Australia’s Opal 39,5mm Rose Gold Spin Time + Gem-setting EUR 190.000
Spin Time Air 42,5mm White Gold Floating Spin Time EUR 95.000
Spin Time Air Antipode 42,5mm White Gold Spin Time + World Time EUR 120.000
Spin Time Air Flying Tourbillon 42,5mm Platinum Spin Time + Flying Tourbillon EUR 200.000

Rentang ini memperlihatkan strategi yang cukup jelas: Spin Time tidak lagi diposisikan sebagai satu model, tetapi sebagai sebuah platform watchmaking.

Basis movement yang sama dapat dikembangkan menjadi jam dengan estetika sederhana, display floating, world timer, hingga flying tourbillon.

Kesimpulan

Dengan menjadikan Spin Time sebagai koleksi permanen, Louis Vuitton secara tidak langsung mengukuhkan model ini sebagai salah satu signature watchmaking terpenting dari La Fabrique du Temps.

Kekuatan utamanya bukan pada upaya meniru bahasa tradisional haute horlogerie, melainkan justru pada keberanian menciptakan bahasa visual sendiri. Dua belas kubus yang berputar membuat Spin Time langsung dikenali, sementara pengembangan Air, Antipode dan Flying Tourbillon menunjukkan bahwa konsep tersebut masih memiliki ruang untuk berkembang secara mekanis.

Dari EUR 86.000 hingga EUR 200.000, koleksi baru ini juga menawarkan spektrum yang cukup lebar—mulai dari Spin Time Green yang relatif understated hingga Flying Tourbillon berbahan platinum.

Bagi kolektor, daya tarik terbesarnya mungkin justru terletak pada status permanennya. Spin Time kini bukan lagi sekadar eksperimen limited edition Louis Vuitton, tetapi bagian dari identitas watchmaking maison untuk jangka panjang.

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa itu Louis Vuitton Tambour Spin Time?
Tambour Spin Time adalah jam mekanis Louis Vuitton yang menampilkan waktu menggunakan 12 kubus berputar. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada 2009 dan merupakan interpretasi tiga dimensi dari jumping hour.

Apa yang membuat Spin Time berbeda dari jam tangan biasa?
Alih-alih menggunakan jarum jam untuk menunjukkan jam, Spin Time menggunakan kubus yang berputar 90 derajat setiap pergantian jam.

Apakah Louis Vuitton Tambour Spin Time sekarang menjadi koleksi permanen?
Ya. Setelah lini Tambour Taiko Spin Time diperkenalkan sebagai limited edition pada 2025, Louis Vuitton kini memperkenalkan lima referensi baru sebagai koleksi permanen.

Berapa harga Louis Vuitton Tambour Spin Time terbaru?
Harga dimulai dari EUR 86.000 untuk Spin Time Green dan mencapai EUR 200.000 untuk Spin Time Air Flying Tourbillon.

Apa movement yang digunakan Tambour Spin Time?
Spin Time Green, Australia’s Opal, dan Spin Time Air menggunakan calibre ST13.01. Air Antipode menggunakan ST12.01, sedangkan Air Flying Tourbillon menggunakan ST05.01. Ketiganya merupakan movement in-house yang dikembangkan di La Fabrique du Temps Louis Vuitton.

Apa model Spin Time paling mahal?
Tambour Spin Time Air Flying Tourbillon menjadi model termahal dalam koleksi permanen baru dengan harga EUR 200.000.

 

Sumber: 

https://monochrome-watches.com/louis-vuitton-tambour-spin-time-2026-permanent-collection-video-review-price/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *