Sejak Excalibur diperkenalkan pada 2005, Roger Dubuis terus membangun identitas hyper horology melalui desain yang berani dan pendekatan mekanis yang ekstrem. Delapan tahun kemudian, pada 2013, Maison memperkenalkan Knights of the Round Table, sebuah koleksi yang membawa kisah legenda Arthurian ke ranah Métiers d’Art melalui 12 figur ksatria mikro-sculpted yang mengelilingi meja bundar.
Setelah mengangkat sosok Merlin melalui Omniscient Merlin pada 2024 dan Enchanter Merlin pada 2025, Roger Dubuis kini menghadirkan bab terakhir lewat Knights of the Round Table The Metamorph Merlin. Edisi ini mengeksplorasi kemampuan Merlin untuk berubah wujud menjadi rusa jantan putih, sekaligus membawa storytelling koleksi untuk pertama kalinya keluar dari dial dan masuk ke bagian case melalui ukiran mikro-relief yang dikerjakan tangan.
Ukiran Tangan Pertama Menyebar ke Case

The Metamorph Merlin menjadi edisi pertama dalam koleksi Knights of the Round Table yang menggunakan ukiran tangan mikro-relief pada case middle, memperluas cerita Merlin dari dial hingga sisi case.
Pada edisi sebelumnya, sebagian besar narasi visual berada di bagian depan jam. Kali ini Roger Dubuis mengambil pendekatan berbeda. Sisi case menjadi bagian dari cerita itu sendiri, dengan area recessed pada flank kanan diukir menggunakan teknik micro-relief yang menggambarkan Merlin dalam wujud manusia sekaligus transformasinya menjadi rusa jantan putih.
Sisi kiri case juga mendapatkan ukiran yang menggambarkan para ksatria. Salah satu adegan yang paling dramatis memperlihatkan seorang ksatria sedang menaklukkan naga. Dengan demikian, ketika jam dilihat dari samping, kisah Arthurian tidak berhenti pada bezel atau dial, tetapi terus berlanjut mengelilingi case.
Roger Dubuis menyebut proses pengerjaan case middle tersebut membutuhkan sekitar 70 jam untuk satu case. Teknik micro-relief membuat permukaan ukiran memiliki kedalaman dan dimensi yang lebih terasa dibandingkan engraving dua dimensi biasa.
Bahkan bagian caseback tidak dibiarkan kosong. Di belakang, terdapat 12 kamon atau lambang keluarga dari 12 lord, yang masing-masing diukir dan diselesaikan dengan tangan.
12 Ksatria Emas Rose Setinggi 6 mm

Dua belas ksatria pink gold setinggi sekitar 6 mm tetap menjadi pusat karakter Knights of the Round Table, masing-masing membawa senjata, pose, dan kepribadian yang berbeda.
Setiap figur dibuat dari pink gold sebelum masuk ke tangan spesialis engraving. Prosesnya bukan sekadar mencetak figur tiga dimensi, tetapi mencakup sculpting, engraving, dan patination untuk membangun detail serta karakter individual setiap ksatria.
Roger Dubuis menyebut satu figur dapat membutuhkan hingga tiga hari pengerjaan, sehingga seluruh 12 ksatria merepresentasikan sekitar 36 hari kerja craftmanship untuk micro-sculpture saja.
Tinggi masing-masing figur hanya sekitar 6 mm, tetapi ukurannya tidak menghilangkan perbedaan karakter. Setiap ksatria memiliki senjata abad pertengahan dan detail individual masing-masing. Di posisi pukul 12, King Arthur memimpin lingkaran tersebut dengan pedang legendaris Excalibur.
Para ksatria mengelilingi lanskap tiga dimensi yang kali ini mengambil warna hijau sebagai tema utama. Posisi mereka juga memungkinkan sapphire crystal ring di bawah bezel memberikan sudut pandang tambahan dari samping, termasuk terhadap bagian belakang figur-figur tersebut.
Material, Dimensi, dan Ketahanan

The Metamorph Merlin menggunakan case 18K pink gold berdiameter 45 mm dan tebal 16,87 mm, dengan sapphire crystal ring di bawah bezel serta ketahanan air 30 meter.
Ukuran 45 mm × 16,87 mm membuat jam ini tetap mempertahankan proporsi besar yang menjadi ciri khas Knights of the Round Table. Case menggabungkan permukaan brushed dan polished pink gold, sementara bezel bergerigi khas Excalibur mengapit sapphire crystal di bagian atas.
Salah satu detail paling menarik adalah sapphire crystal ring yang menonjol di bawah bezel. Elemen ini menciptakan jendela tambahan dari sisi case, memungkinkan pemilik melihat lanskap tiga dimensi dan bagian belakang para ksatria dari sudut lateral.
Sapphire crystal berbentuk domed di bagian depan juga membantu memberikan volume visual pada komposisi dial. Di bagian belakang terdapat open caseback dengan sapphire crystal yang memperlihatkan movement RD821.
Crown dan crown guard turut mengambil inspirasi dari dunia Arthurian. Crown guard dibentuk menyerupai gagang atau pelindung pedang, sementara crown mendapatkan aksen green CVD yang mengikatnya dengan tema hutan pada dial.
Untuk ketahanan air, The Metamorph Merlin memiliki rating 3 bar atau 30 meter.
Dial Tiga Dimensi dengan 57 Blok Hijau

Warna hijau pada dial The Metamorph Merlin merepresentasikan hutan Brocéliande, tempat Merlin digambarkan berubah wujud menjadi rusa jantan putih.
Alih-alih menggunakan satu bidang dial datar, Roger Dubuis menciptakan lanskap tiga dimensi dari 57 blok individual dengan material, finishing, dan ketinggian berbeda. Komposisinya memadukan pink gold polished, kaca transparan, kaca dengan lapisan green CVD, serta inlay Crystalium berlapis hijau.
Secara teknis, 57 elemen tersebut terdiri dari berbagai kombinasi material. Di antaranya terdapat blok pink gold, polished glass dengan green CVD, shot-blasted glass dengan green CVD, transparent glass, serta Crystalium flooring inlays dengan green CVD coating.
Pilihan warna hijau bukan sekadar keputusan estetika. Roger Dubuis mengaitkannya langsung dengan hutan Brocéliande dalam kisah Merlin. Hijau tersebut kemudian muncul kembali pada flange dan crown sehingga seluruh komposisi terasa menyatu.
Jarum jam dan menit dibuat dari openworked pink gold dengan green Super-LumiNova pada bagian tertentu. Aksen luminous tersebut juga selaras dengan marker berwarna emas pada flange di belakang para ksatria.
Hasil akhirnya adalah dial yang lebih menyerupai sebuah lanskap miniatur daripada dial jam konvensional. Setiap lapisan memiliki kedalaman sendiri, sementara 12 ksatria menjadi figur utama yang menghidupkan adegan tersebut.
Movement Kaliber RD821 Bersertifikasi Poinçon de Genève

The Metamorph Merlin ditenagai movement otomatis in-house RD821 dengan 172 komponen, 33 jewels, frekuensi 28.800 vph, dan power reserve 48 jam, serta mendapatkan sertifikasi Poinçon de Genève.
Kaliber RD821 merupakan automatic movement buatan Roger Dubuis yang menampilkan fungsi jam dan menit. Movement ini terdiri dari 172 komponen dan 33 jewels, beroperasi pada frekuensi 28.800 vph atau 4 Hz, serta menawarkan cadangan daya sekitar 48 jam.
Melalui sapphire caseback, rotor skeletonized berwarna emas dapat terlihat. Bentuk rotor 360° tersebut terinspirasi dari jendela kaca patri abad pertengahan, sehingga bagian belakang jam tetap terhubung dengan tema arsitektur dan legenda yang menjadi dasar Knights of the Round Table.
Roger Dubuis juga menerapkan berbagai finishing yang dikerjakan secara internal untuk memenuhi standar Poinçon de Genève. Situs resmi Maison menyebut seluruh komponen movement mendapatkan finishing tangan sesuai kriteria sertifikasi tersebut.
Dengan demikian, RD821 bukan hanya berfungsi sebagai sumber tenaga bagi jam, tetapi menjadi bagian lain dari storytelling. Dari figur ksatria di depan hingga rotor yang terinspirasi kaca patri di belakang, tema medieval tetap dipertahankan di kedua sisi jam.
Harga dan Ketersediaan

Roger Dubuis Knights of the Round Table The Metamorph Merlin diproduksi hanya 28 unit, dengan harga berdasarkan permintaan dan hadir bersama green calfskin strap serta pink gold triple-folding buckle.
The Metamorph Merlin merupakan limited edition sebanyak 28 unit. Roger Dubuis belum mencantumkan harga publik dan menetapkannya sebagai price upon request.
Jam ini menggunakan strap green calfskin yang dirancang untuk mengikuti bentuk case. Sistem quick-release memungkinkan strap dilepas dan diganti tanpa proses yang rumit, sementara buckle menggunakan pink gold triple-folding clasp.
Produksi 28 unit juga mengikuti pola eksklusivitas yang telah menjadi bagian dari seri Knights of the Round Table. Edisi Merlin sebelumnya, termasuk Omniscient Merlin dan Enchanter Merlin, sama-sama menggunakan jumlah produksi yang sangat terbatas.
Kesimpulan
Roger Dubuis The Metamorph Merlin bukan sekadar edisi baru Knights of the Round Table. Jam ini menjadi bab terakhir trilogi Merlin sekaligus memperluas cara Roger Dubuis bercerita melalui haute horlogerie, dari dial menuju case dan bahkan caseback.
Jika Omniscient Merlin berbicara mengenai pengetahuan dan Enchanter Merlin tentang kemampuan Merlin melakukan sihir, The Metamorph berfokus pada kemampuan sang penyihir untuk berubah wujud. Dalam cerita ini, transformasi tersebut divisualisasikan melalui sosok Merlin dan rusa jantan putih yang diukir langsung pada case middle.
Keputusan untuk membawa engraving ke case menjadi salah satu pembeda utama edisi ini. Sekitar 70 jam diperlukan untuk mengerjakan satu case melalui teknik micro-relief, sementara 12 ksatria pink gold setinggi 6 mm membutuhkan proses sculpting, engraving, dan patination tersendiri.
Di bagian depan, 57 blok hijau menciptakan lanskap tiga dimensi yang mewakili hutan Brocéliande. Di bagian belakang, RD821 menghadirkan rotor skeletonized terinspirasi kaca patri dan finishing yang memenuhi standar Poinçon de Genève.
Dengan hanya 28 unit, The Metamorph Merlin menjadi penutup yang sangat niche untuk perjalanan Merlin dalam Knights of the Round Table. Yang ditawarkan bukan sekadar jam untuk menunjukkan waktu, melainkan sebuah karya Métiers d’Art yang menjadikan hampir setiap permukaan case sebagai bagian dari cerita.
Sumber
Monochrome Watches — Roger Dubuis Knights of the Round Table “The Metamorph Merlin”
