Kolaborasi Omega x Swatch kembali mencuri perhatian lewat peluncuran MoonSwatch Mission to the Moon 1969. Berbeda dari koleksi MoonSwatch reguler, edisi ini diproduksi sangat terbatas—hanya 1.969 unit di seluruh dunia—untuk memperingati tahun pendaratan manusia di bulan.
Jam tangan ini hadir dengan sentuhan eksklusif berupa dial, jarum, dan pushers berbahan Moonshine™ Gold 18K, material emas khusus yang dikembangkan Omega. Untuk membelinya pun tidak semudah datang ke butik. Calon pembeli harus mengikuti sistem undian (lottery) melalui aplikasi Swatch, sementara jumlah pendaftar mencapai jutaan orang dari berbagai negara.
Bagi yang belum beruntung, bukan berarti harus membeli di pasar sekunder dengan harga yang jauh lebih mahal. Di kisaran harga yang relatif sebanding, ada sejumlah jam tangan menarik yang menawarkan kualitas, sejarah, maupun karakter desain yang tidak kalah menarik.
1. Hamilton Khaki Field Mechanical

Hamilton Khaki Field Mechanical merupakan salah satu field watch paling populer di kelasnya. Desainnya sederhana, legible, dan terinspirasi dari jam tangan militer Amerika Serikat.
Dibekali mesin manual H-50 dengan cadangan daya hingga 80 jam, model ini menawarkan pengalaman mekanikal yang jauh berbeda dibanding MoonSwatch berbasis quartz. Bagi pencinta jam tangan klasik, Hamilton memberikan nilai historis sekaligus kualitas Swiss yang solid.
Harga: sekitar US$645 (sekitar Rp10,5 juta)
Kenapa layak dipilih?
- Mesin mekanikal Swiss
- Desain timeless yang mudah dipakai sehari-hari
- Reputasi Hamilton sebagai produsen jam bersejarah
2. Bulova Lunar Pilot

Kalau alasan Anda mengincar MoonSwatch adalah hubungan dengan misi luar angkasa, Bulova Lunar Pilot adalah alternatif yang sangat masuk akal.
Jam ini terinspirasi dari kronograf Bulova yang benar-benar dikenakan astronaut Dave Scott saat misi Apollo 15 pada tahun 1971. Berbeda dengan MoonSwatch yang mengusung interpretasi Speedmaster, Lunar Pilot memiliki sejarah langsung di Bulan.
Movement quartz berpresisi tinggi juga membuatnya sangat akurat untuk penggunaan sehari-hari.
Harga: mulai US$595 (sekitar Rp9,7 juta)
Kenapa layak dipilih?
- Memiliki sejarah nyata dalam eksplorasi luar angkasa
- Diameter lebih proporsional dibanding generasi sebelumnya
- Kualitas finishing sangat baik di kelas harganya
3. Seiko Prospex Speedtimer Solar Chronograph

Bagi yang mencari chronograph bergaya sporty, Seiko Speedtimer Solar Chronograph menjadi pilihan menarik.
Model ini menggunakan movement solar sehingga tidak perlu mengganti baterai secara rutin. Desainnya juga mengambil inspirasi dari chronograph Seiko era 1960-an yang ikonik.
Dengan finishing yang rapi dan ketahanan khas Seiko, jam ini cocok untuk dipakai sebagai daily watch.
Harga: sekitar US$700–750 (sekitar Rp11,4–12,2 juta)
Kenapa layak dipilih?
- Solar movement yang praktis
- Chronograph berkualitas dengan desain retro
- Build quality terkenal tangguh
4. Tissot PR516 Chronograph

Tissot menghidupkan kembali lini PR516 dengan desain bergaya motorsport yang sangat kental nuansa vintage.
Detail dial, bezel, hingga bentuk case mengingatkan pada chronograph balap era 1970-an, namun tetap dibekali teknologi modern. Untuk penggemar jam bergaya klasik, PR516 menawarkan karakter yang berbeda dari MoonSwatch tanpa kehilangan daya tariknya.
Harga: mulai US$575 (sekitar Rp9,4 juta)
Kenapa layak dipilih?
- Desain racing vintage
- Brand Swiss dengan sejarah panjang
- Value for money yang sangat baik
5. Citizen Tsuno Chronograph Racer

Alternatif terakhir datang dari Jepang melalui Citizen Tsuno Chronograph Racer.
Jam ini terkenal berkat desain “bullhead”, yaitu posisi tombol chronograph di bagian atas case yang membuat tampilannya unik. Model ini menggabungkan desain retro dengan teknologi Eco-Drive sehingga ditenagai cahaya dan tidak memerlukan penggantian baterai secara berkala.
Bagi kolektor yang ingin sesuatu yang berbeda dari chronograph pada umumnya, Tsuno Chronograph Racer layak dipertimbangkan.
Harga: sekitar US$525–625 (sekitar Rp8,6–10,2 juta)
Kenapa layak dipilih?
- Desain bullhead yang ikonik
- Eco-Drive tanpa perlu mengganti baterai
- Karakter vintage yang kuat
Nggak Menang Undian Bukan Berarti Kehabisan Pilihan
MoonSwatch Mission to the Moon 1969 memang menjadi salah satu rilisan paling eksklusif dari kolaborasi Omega x Swatch. Dengan produksi hanya 1.969 unit dan sistem pembelian melalui undian, tidak mengherankan jika sebagian besar penggemar harus pulang dengan tangan kosong.
Namun, di rentang harga yang relatif sama, masih banyak jam tangan berkualitas yang menawarkan nilai lebih dari sisi sejarah, movement, maupun kualitas material. Mulai dari Bulova Lunar Pilot yang memiliki hubungan langsung dengan misi Apollo, hingga Hamilton, Seiko, Tissot, dan Citizen yang telah lama dikenal sebagai produsen jam tangan berkualitas.
Bagi kolektor, memilih jam tangan terbaik bukan hanya soal mendapatkan model yang paling langka, tetapi juga menemukan koleksi yang sesuai dengan gaya, kebutuhan, dan memiliki nilai jangka panjang.
Punya koleksi jam tangan mewah dan membutuhkan dana cepat? Koleksi jam tangan berkualitas juga dapat menjadi aset bernilai yang bisa dijadikan jaminan gadai di lembaga gadai terpercaya.
Sumber:
https://www.fratellowatches.com/five-watches-to-buy-instead-of-the-moonswatch-1969/
baca juga : gadai jam untuk biaya sekolah
