Tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi Rolex. Tepat satu abad sejak peluncuran Oyster Perpetual pertama pada 1926, merek jam tangan mewah asal Swiss ini memperingati tonggak penting tersebut dengan menghadirkan Oyster Perpetual 34mm dalam balutan emas 18 karat. Koleksi terbaru ini tampil berbeda dari Oyster Perpetual pada umumnya, menggabungkan material emas Everose maupun emas kuning dengan finishing baru, dial lacquer elegan, serta indeks yang menggunakan batu alam alami.
Peluncuran ini menjadi salah satu sorotan utama karena menunjukkan pendekatan baru Rolex terhadap desain jam tangan mewah: tetap mewah, tetapi tidak berlebihan. Dengan estetika yang lebih halus, Oyster Perpetual 34mm edisi peringatan 100 tahun menawarkan interpretasi baru tentang konsep quiet luxury.
Desain Emas yang Tetap Elegan Tanpa Berlebihan

Selama bertahun-tahun, Rolex identik dengan permukaan emas yang dipoles mengilap. Namun pada Oyster Perpetual 34mm terbaru ini, Rolex memperkenalkan pendekatan berbeda melalui finishing satin-brushed yang mendominasi hampir seluruh permukaan bracelet dan case.
Ini merupakan pertama kalinya Rolex menerapkan finishing satin-brushed secara luas pada jam tangan logam mulia mereka. Hasilnya memberikan tampilan yang lebih modern, lembut, sekaligus lebih subtil dibandingkan kilau penuh yang biasanya ditemukan pada koleksi emas Rolex.
Sementara itu, bezel dan sisi case tetap dipoles hingga mengilap sehingga menciptakan kontras visual yang menarik tanpa kehilangan karakter mewahnya.
Jam tangan ini memiliki diameter 34 mm dengan ketebalan sekitar 10,6 mm sehingga nyaman digunakan sehari-hari. Seperti keluarga Oyster lainnya, model ini juga menawarkan ketahanan air hingga 100 meter berkat konstruksi Oyster case yang telah menjadi ciri khas Rolex selama satu abad.
Dial dengan Indeks Batu Alam untuk Pertama Kalinya

Salah satu elemen paling menarik dari Oyster Perpetual 34mm terbaru adalah penggunaan indeks dari batu alam alami.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rolex, posisi angka 3, 6, dan 9 pada dial menggunakan potongan batu alam yang dipoles secara presisi. Salah satu varian yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan dumortierite berwarna biru dengan pola alami yang berbeda pada setiap jam tangan.
Karena berasal dari batu alam, tidak ada dua dial yang benar-benar identik. Hal ini membuat setiap unit memiliki karakter unik sekaligus meningkatkan daya tariknya bagi para kolektor.
Sementara indeks lainnya tetap dibuat dari emas 18 karat dan dilengkapi material Chromalight yang menghasilkan cahaya biru terang saat berada di kondisi minim cahaya, memastikan keterbacaan tetap optimal.
Menggunakan Kaliber Rolex 2232

Di balik tampilannya yang elegan, Oyster Perpetual 34mm terbaru ditenagai oleh kaliber 2232, movement otomatis buatan Rolex sendiri.
Movement ini telah memperoleh sertifikasi Superlative Chronometer yang menjamin akurasi tinggi melebihi standar chronometer Swiss. Rolex juga membekalinya dengan Syloxi silicon hairspring yang dirancang lebih tahan terhadap gangguan medan magnet sekaligus menjaga stabilitas performa dalam berbagai kondisi.
Kaliber 2232 menawarkan cadangan daya hingga sekitar 55 jam, sehingga jam tetap berjalan meski tidak digunakan selama lebih dari dua hari.
Kombinasi teknologi modern, keandalan tinggi, dan efisiensi movement menjadikan Oyster Perpetual 34mm bukan hanya menarik secara estetika, tetapi juga sangat fungsional untuk penggunaan sehari-hari.
Harga Rolex Oyster Perpetual 34mm Edisi 100 Tahun

Rolex menawarkan beberapa konfigurasi material pada koleksi ini dengan harga sebagai berikut:
- Oyster Perpetual 34mm emas kuning 18 karat: EUR 36.400 (sekitar Rp695 juta).
- Oyster Perpetual 34mm Everose Gold: EUR 39.200 (sekitar Rp749 juta).
- Varian diamond-set: dipasarkan dengan harga di atas EUR 40.000 (lebih dari Rp764 juta), tergantung konfigurasi dan material yang dipilih.
Seperti model Rolex lainnya, harga pasar sekunder diperkirakan dapat berbeda tergantung tingkat permintaan dan ketersediaan setelah peluncuran resmi.
Rolex Membawa Definisi Baru Quiet Luxury
Melalui Oyster Perpetual 34mm edisi 100 tahun, Rolex menunjukkan bahwa kemewahan tidak selalu harus tampil mencolok. Penggunaan finishing satin-brushed pada emas 18 karat menghadirkan karakter yang lebih tenang namun tetap eksklusif, sementara detail seperti indeks batu alam memberikan sentuhan artistik yang belum pernah digunakan sebelumnya oleh Rolex.
Perpaduan desain baru, movement modern, dan kualitas manufaktur khas Rolex menjadikan model ini sebagai salah satu peluncuran paling menarik dalam perayaan 100 tahun Oyster Perpetual sekaligus memperkuat posisi Rolex sebagai salah satu pemimpin inovasi di dunia horologi mewah.
Sumber:
Monochrome Watches – Rolex Oyster Perpetual 34mm Gold (2026 Hands-On/Product Launch)
