Cartier Cheich Emas Putih Satu-Satunya di Dunia Terjual $3,4 Juta, Pecahkan Rekor Lelang Cartier

Cartier Cheich dalam emas putih yang hanya dibuat satu unit terjual seharga HKD 26.520.000 atau sekitar USD 3,4 juta di Sotheby’s Hong Kong pada 18 September 2026. Hasil tersebut menjadikannya jam tangan Cartier termahal yang pernah terjual di lelang, sekaligus menggeser rekor sebelumnya yang dipegang Cartier Crash.

Menariknya, harga tersebut sebenarnya masih berada dalam estimasi awal HKD 8 juta–40 juta, tetapi nilainya hampir 3,3 kali lipat dari batas bawah estimasi. Jam tangan ini juga bukan Cheich yang pernah diberikan kepada pemenang Paris-Dakar, melainkan special commission yang dibuat Cartier pada 2010 untuk kolektor Giorgio Seragnoli.

Lahir dari Balapan Gurun dan Ikat Kepala Suku Tuareg

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Cartier Cheich lahir dari sejarah Paris-Dakar Rally dan terinspirasi dari cheich, ikat kepala khas masyarakat Tuareg di Sahara.

Paris-Dakar Rally didirikan oleh pembalap motor Prancis Thierry Sabine pada 1978 setelah dirinya tersesat dalam sebuah reli gurun. Balapan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu ajang endurance paling ekstrem di dunia, dengan rute yang membentang sekitar 10.000 kilometer dari Paris menuju Dakar, Senegal.

Cartier kemudian terlibat dalam ajang tersebut dan pada 1983 memperkenalkan Cartier Challenge. Konsepnya sederhana tetapi ekstrem: pembalap yang mampu memenangkan Paris-Dakar dalam kategori yang sama selama dua tahun berturut-turut akan menerima sebuah jam tangan sebagai trofi, bukan piala konvensional.

Bentuk jam tersebut mengambil inspirasi dari cheich, kain penutup kepala berwarna biru yang secara tradisional dikenakan pria Tuareg untuk menghadapi kondisi gurun Sahara. Karena itulah case Cheich memiliki siluet yang sangat tidak biasa dibandingkan jam Cartier pada umumnya.

Cartier Challenge berlangsung pada 1983 hingga 1985. Gaston Rahier, pembalap motocross Belgia yang dikenal sebagai “King of the Desert”, menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil memenuhi syarat tersebut setelah memenangkan kategori motor pada 1984 dan 1985.

Hanya Empat Unit Asli, Kini Ada yang Kelima

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Empat Cartier Cheich pertama dibuat pada era Cartier Challenge, sementara unit emas putih yang dilelang di Hong Kong menjadi Cheich kelima dan satu-satunya yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kompetisi Paris-Dakar.

Menurut Sotheby’s, empat Cheich pertama dibuat pada periode 1980-an. Dua unit pertama dibuat pada 1983 untuk versi pria dan wanita. Satu unit lainnya dibuat khusus untuk Thierry Sabine, tetapi keberadaannya kini tidak diketahui. Setelah Cheich pria diberikan kepada Gaston Rahier, Cartier juga membuat satu unit lagi untuk calon pemenang berikutnya—yang pada akhirnya tidak pernah menerima jam tersebut.

Setelah Sabine meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 1986, Cartier Challenge ikut berakhir. Dengan demikian, Cheich yang berkaitan langsung dengan kompetisi tersebut tidak pernah berkembang menjadi koleksi komersial biasa.

Salah satu unit paling terkenal adalah Cheich milik Gaston Rahier. Jam tersebut dilelang Sotheby’s Paris pada 2022 dan terjual lebih dari USD 1 juta, setelah sebelumnya disimpan oleh keluarga Rahier selama puluhan tahun.

Dua Cheich lainnya tetap berada dalam arsip Cartier, sementara unit yang dibuat untuk Sabine dianggap hilang. Kemudian muncul unit kelima: Cheich emas putih yang dibuat khusus pada 2010 untuk Giorgio Seragnoli. Berbeda dari empat Cheich sebelumnya, jam ini tidak pernah menjadi bagian dari Cartier Challenge maupun Paris-Dakar.

Movement Quartz — Fokus Bukan pada Ambisi Mekanis

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Cartier Cheich emas putih ini menggunakan movement quartz jeweled, sehingga daya tarik utamanya berada pada desain case sculptural, sejarah, dan kelangkaannya, bukan komplikasi mekanis.

Sotheby’s mencatat bahwa jam ini menggunakan quartz, jeweled caliber yang ditandatangani pada case, dial, dan movement. Dengan demikian, Cheich ini justru menjadi contoh menarik bahwa nilai sebuah jam ultra-rare tidak selalu ditentukan oleh kompleksitas mekanis.

Dalam konteks Cheich, movement tersebut berada di belakang sebuah case dengan bentuk yang sangat khas. Siluetnya merupakan elemen yang paling mudah dikenali dan membawa langsung hubungan antara Cartier, Paris-Dakar, serta budaya Tuareg ke dalam sebuah objek horologi.

Provenans dari Kolektor Cartier Terkemuka

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Cheich emas putih ini dibuat khusus untuk Giorgio Seragnoli pada 2010 dan memiliki case number “No. 1”, menjadikannya satu-satunya Cheich yang dibuat dalam 18K white gold.

Giorgio Seragnoli dikenal sebagai co-author buku referensi Cartier Bianco dan pemilik salah satu koleksi Cartier white-metal watches paling penting. Untuk Seragnoli, Cartier kemudian membuat special commission yang sangat berbeda dari empat Cheich sebelumnya.

Jam tersebut menggunakan 18K white gold, sementara Cheich yang berkaitan dengan Cartier Challenge dibuat dalam konfigurasi berbeda. Case back-nya mencantumkan “No. 1”, menegaskan statusnya sebagai unique piece atau 1 of 1.

Secara ukuran, Cheich ini memiliki panjang sekitar 38 mm dan lebar 27 mm. Lot juga dilengkapi dengan sertifikat Cartier, presentation box, serta brown Cartier leather strap dengan folding clasp dari 18K white gold.

Provenans tersebut menjadi bagian penting dari cerita jam ini. Ia bukan sekadar reinterpretasi Cheich lama, tetapi sebuah special commission yang dibuat lebih dari dua dekade setelah Cartier Challenge berakhir—khusus untuk seorang kolektor yang memang memiliki fokus mendalam terhadap jam Cartier berbahan white metal.

Rekor Baru di Pasar Lelang Cartier

Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Cartier Cheich emas putih ini terjual HKD 26.520.000 termasuk biaya, mencatat rekor baru sebagai jam tangan Cartier termahal yang pernah terjual di lelang.

Di Sotheby’s Hong Kong, lot ini memiliki estimasi HKD 8 juta–40 juta dan akhirnya terjual seharga HKD 26.520.000, termasuk buyer’s premium. Watch Collecting Lifestyle membulatkan hasil tersebut menjadi HKD 26,5 juta atau sekitar USD 3,4 juta.

Hasil tersebut juga mengalahkan rekor Cartier sebelumnya. Menurut laporan setelah lelang, rekor sebelumnya dipegang oleh Cartier London Crash yang terjual sekitar USD 1,99 juta pada 2026. Cheich putih ini sekaligus berada jauh di atas hasil Cheich Gaston Rahier yang terjual sekitar USD 1,1 juta pada 2022.

Yang membuat hasil ini semakin menarik adalah karakter objeknya: movement quartz, dibuat sebagai special commission, dan tidak pernah menjadi bagian dari produksi reguler Cartier. Nilai lelangnya terutama terkonsentrasi pada kombinasi raritas, sejarah desain, provenance, dan status unique piece.

Kesimpulan

Cartier Cheich emas putih membuktikan bahwa di level tertinggi pasar kolektor, sebuah jam tangan dapat memperoleh nilai luar biasa bukan karena komplikasi mekanis, melainkan karena kombinasi sejarah dan kelangkaan yang hampir mustahil diulang.

Dibuat pada 2010 untuk Giorgio Seragnoli, Cheich ini menjadi unit kelima dari desain legendaris yang berakar pada Paris-Dakar dan Cartier Challenge. Statusnya sebagai satu-satunya Cheich dalam 18K white gold, case number “No. 1”, serta hubungan langsung dengan salah satu kolektor Cartier terkemuka menjadikannya berbeda dari empat unit historis sebelumnya.

Dengan hasil HKD 26,52 juta atau sekitar USD 3,4 juta, Cheich tersebut kini menempati posisi teratas dalam sejarah lelang jam tangan Cartier. Rekor ini juga menunjukkan bagaimana provenance dan rarity dapat mengubah sebuah special commission menjadi salah satu objek paling bernilai dalam pasar kolektor Cartier.

Sumber

Watch Collecting Lifestyle — Cartier Cheich Auction Record

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *