AP dan Konstantin Chaykin Perluas Bisnis Lewat Perhiasan dan Cufflinks Mekanis

Audemars Piguet dan Konstantin Chaykin sama-sama memperlihatkan bahwa dunia watchmaking tidak selalu harus berhenti pada jam tangan. Audemars Piguet memperluas bahasa desain Royal Oak ke koleksi perhiasan, sementara Konstantin Chaykin menghadirkan Master of Days, cufflinks mekanis yang benar-benar menyimpan movement di dalamnya.

Keduanya mengambil pendekatan berbeda. AP menggunakan desain ikonik Royal Oak untuk memasuki kategori perhiasan mewah, sedangkan Chaykin membawa keahlian mekanisnya langsung ke aksesori pria.

Perbedaan skala tersebut menarik karena menunjukkan bagaimana brand watchmaking, baik maison besar maupun independent watchmaker, dapat memperluas hubungan dengan klien melalui objek yang masih membawa identitas horologinya.

Strategi Bisnis di Balik Tren Aksesori

Image credit: Watches by SJX

Perhiasan dan aksesori memungkinkan brand watchmaking memperluas kategori produknya sekaligus menciptakan titik interaksi baru dengan pelanggan di luar pembelian jam tangan.

Aksesori bukanlah wilayah baru bagi industri jam mewah. Sejumlah nama besar seperti Rolex dan Patek Philippe juga telah memiliki berbagai produk non-watch, termasuk cufflinks dan perhiasan.

Bagi brand, strategi tersebut dapat membuka bentuk engagement yang berbeda. Tidak semua klien yang tertarik pada sebuah maison akan selalu memulai hubungan melalui pembelian jam tangan bernilai tinggi. Produk dengan kategori berbeda dapat menjadi bagian dari ekosistem brand dan memperluas cara seseorang menggunakan atau merepresentasikan identitas maison tersebut.

Dalam kasus Audemars Piguet, pendekatan ini terlihat melalui upaya memperbesar kategori jewelry. Sementara bagi Konstantin Chaykin, cufflinks menjadi medium baru untuk memperlihatkan kreativitas mekanis yang selama ini menjadi ciri khas jam tangannya.

Dengan demikian, aksesori tidak sekadar menjadi merchandise pendamping. Produk tersebut dapat membawa bahasa desain, craftsmanship, serta storytelling yang sama seperti produk utama sebuah watchmaker.

Royal Oak Joaillerie: Memperluas Bahasa Royal Oak ke Perhiasan

Image credit: Watches by SJX

Audemars Piguet menerjemahkan elemen visual Royal Oak ke dalam perhiasan melalui desain yang mengambil inspirasi dari bezel oktagonal, finishing khas maison, serta berbagai penggunaan precious stones.

Koleksi Royal Oak Joaillerie mencakup berbagai kategori, mulai dari anting hingga kalung dan cuff bracelet.

Salah satu pendekatan yang paling mudah dikenali adalah penggunaan bentuk oktagonal yang terinspirasi dari bezel Royal Oak. Geometri tersebut diterjemahkan ke dalam setting berlian pada anting, sehingga sebuah elemen yang awalnya identik dengan jam tangan dapat dikenali kembali dalam bentuk jewelry.

AP juga mengeksplorasi bentuk yang lebih eksperimental. Salah satunya adalah kalung dengan konstruksi menyerupai ritsleting, sementara cuff bracelet hadir dengan berbagai treatment material dan finishing, termasuk frosted gold serta interpretasi all-black.

Dengan cara tersebut, Royal Oak tidak lagi hanya berfungsi sebagai nama koleksi jam tangan. Siluet dan karakter desainnya berkembang menjadi bahasa visual yang dapat diterapkan pada berbagai objek.

Menjangkau Lebih Banyak Klien Wanita

Image credit: Watches by SJX

Audemars Piguet melihat jewelry sebagai salah satu cara untuk memperkuat hubungan dengan klien wanita, yang porsinya ditargetkan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam wawancara yang dikutip Watches by SJX, CEO Audemars Piguet Ilaria Resta menyebut bahwa proporsi klien wanita diproyeksikan meningkat dari sekitar 20% pada 2025 menjadi 45% pada 2030.

Target tersebut memberikan konteks terhadap ekspansi Royal Oak Joaillerie. Perhiasan memungkinkan AP berkomunikasi dengan konsumen melalui kategori yang tidak selalu bergantung pada ukuran, komplikasi, atau mekanisme sebuah jam.

Namun, koleksi tersebut tetap mempertahankan DNA Audemars Piguet. Geometri Royal Oak, material precious metal, diamond setting, serta teknik finishing membuat jewelry terasa sebagai bagian dari ekosistem maison, bukan kategori yang berdiri sepenuhnya terpisah.

Master of Days: Cufflinks yang Benar-Benar Mekanis

Image credit: Watches by SJX

Konstantin Chaykin Master of Days merupakan cufflinks titanium berdiameter 18mm yang dilengkapi movement mekanis dua-jewel untuk menampilkan mekanisme hari dalam bentuk aksesori.

Di sinilah pendekatan Konstantin Chaykin menjadi jauh lebih horologis.

Master of Days bukan sekadar cufflink dengan tampilan jam yang dibuat dekoratif. Di dalam setiap cufflink terdapat mekanisme mekanis yang menggerakkan indikator hari dalam seminggu.

Movement tersebut memiliki dua jewels dan menggunakan mekanisme jumper yang membuat indikator hari berpindah satu langkah setiap kali cufflink dipasang.

Dengan kata lain, tindakan sederhana seperti mengenakan cufflink menjadi bagian dari cara mekanisme tersebut bekerja.

Konsep tersebut sangat sesuai dengan karakter Konstantin Chaykin sebagai independent watchmaker yang dikenal sering membawa mekanisme dan display horologis ke bentuk yang tidak konvensional.

Alih-alih menyembunyikan kompleksitas mekanis di balik case jam tangan, Master of Days menjadikannya bagian dari objek yang secara tradisional tidak memiliki fungsi horologis.

Ketika Aksesori Menjadi Ekstensi dari Watchmaking

Image credit: Watches by SJX

Royal Oak Joaillerie dan Master of Days menunjukkan dua cara berbeda untuk membawa identitas watchmaker ke luar kategori jam tangan.

Audemars Piguet menggunakan bahasa desain sebagai titik penghubung. Bentuk oktagonal Royal Oak dan karakter finishing maison diterjemahkan ke dalam anting, kalung, serta bracelet.

Konstantin Chaykin menggunakan mekanisme sebagai penghubung. Cufflinks-nya membawa movement sungguhan ke aksesori yang biasanya lebih banyak berfungsi sebagai elemen estetika dalam pakaian formal.

Perbedaan ini juga mencerminkan skala kedua brand.

Audemars Piguet memiliki ekosistem global dengan butik dan AP House, sehingga jewelry dapat menjadi bagian dari pengalaman retail yang lebih luas. Konstantin Chaykin, di sisi lain, mempertahankan pendekatan independent watchmaking dengan produk yang lebih eksperimental dan sangat dekat dengan karakter mekanis sang watchmaker.

Keduanya pada akhirnya menawarkan sesuatu yang sama: cara bagi kolektor dan pelanggan untuk membawa identitas brand ke luar pergelangan tangan.

Harga dan Ketersediaan

Image credit: Watches by SJX

Royal Oak Joaillerie Audemars Piguet tersedia melalui butik dan AP House dengan harga berdasarkan model, sementara Konstantin Chaykin Master of Days dibanderol CHF 4.500 sebelum pajak.

Audemars Piguet tidak mencantumkan harga publik untuk keseluruhan koleksi jewelry dan menetapkan harga berdasarkan masing-masing desain serta material.

Sementara itu, Konstantin Chaykin Master of Days memiliki harga CHF 4.500 sebelum pajak dan tersedia secara langsung melalui brand.

Perbedaan harga dan distribusi tersebut kembali memperlihatkan posisi masing-masing produk. Jewelry AP berada dalam ekosistem haute horlogerie dan high jewelry maison, sedangkan Master of Days menjadi produk mekanis eksperimental yang lebih niche dari independent watchmaker.

Kesimpulan

Audemars Piguet dan Konstantin Chaykin mengambil jalan berbeda ketika memperluas bisnis mereka ke luar jam tangan.

AP membawa identitas Royal Oak ke kategori perhiasan melalui bentuk oktagonal, diamond setting, precious metal, serta berbagai teknik finishing. Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari ambisi maison untuk memperbesar keterlibatan dengan klien wanita.

Konstantin Chaykin mengambil pendekatan yang jauh lebih mekanis melalui Master of Days. Sebuah cufflink berukuran hanya 18mm justru menyimpan movement dua-jewel dengan mekanisme yang menggerakkan indikator hari setiap kali aksesori tersebut dipasang.

Pada akhirnya, keduanya menunjukkan bahwa hubungan antara watchmaking dan aksesori mewah semakin fleksibel. Bagi satu brand, ekspansi dapat berarti menerjemahkan desain ikonik ke perhiasan. Bagi yang lain, sebuah aksesori sederhana justru dapat menjadi kanvas untuk menunjukkan kemampuan mekanis yang biasanya ditemukan pada jam tangan.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *