Cokelat Bermotif Jubilee Rolex, Hadiah Manis untuk Rayakan 100 Tahun Oyster Case

Rolex punya kebiasaan mengejutkan tamu VIP dan media dengan sesuatu yang manis. Namun pada 2026, hadiah kecil yang dibagikan di Jenewa terasa sedikit lebih spesial karena hadir bertepatan dengan 100 tahun case Oyster. Kali ini, Rolex tidak menghadirkan cokelat berbentuk mahkota seperti pada beberapa kesempatan sebelumnya, melainkan menerjemahkan salah satu cerita desain terbesarnya di Watches and Wonders ke dalam bentuk yang bisa dimakan: motif Jubilee.

Motif tersebut merupakan pola tipografis yang diperkenalkan kembali Rolex pada Oyster Perpetual 36 baru. Di Geneva, pola yang terdiri dari huruf, angka, dan glyph geometris tersebut tidak hanya muncul pada jam, tetapi juga terlihat pada berbagai elemen booth Rolex. Kini, pola yang sama hadir dalam bentuk cokelat temper yang dikemas sebagai hadiah untuk VIP dan media tertentu.

Setiap Cokelat Dicetak sebagai Huruf atau Glyph Individual

ROLEX JUBILEE CHOCOLATES-4.jpg
Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Setiap cokelat dibuat sebagai ubin individual yang membentuk huruf dari kata ROLEX atau glyph geometris pelengkap berupa lingkaran, persegi, dan X.

Alih-alih membuat satu batang cokelat besar dengan pola Jubilee di atasnya, Rolex memilih pendekatan yang jauh lebih detail. Setiap potongan dibuat sebagai individual molded tile, sehingga masing-masing dapat berdiri sebagai elemen tersendiri dari komposisi grafis tersebut.

Beberapa potongan membentuk huruf dari kata ROLEX, sementara lainnya menggunakan bentuk geometris seperti circle, square, dan X. Ketika disusun bersama, elemen-elemen tersebut menciptakan pola yang sama dengan bahasa visual Jubilee yang menghiasi dial Oyster Perpetual 36 terbaru.

Pendekatan ini membuat cokelat tersebut terasa seperti versi edible dari dial Rolex. Tidak ada logo besar yang sekadar ditempelkan di atas cokelat; justru keseluruhan bentuknya dibangun dari elemen tipografi dan geometris yang menjadi bagian dari desain.

Bagi Rolex, detail seperti ini juga terasa konsisten dengan filosofi manufakturnya. Setiap ubin harus memiliki bentuk dan dimensi yang cukup presisi agar huruf dan glyph dapat terbaca sekaligus tetap terlihat harmonis ketika disusun bersama.

Kotak Bermotif Confetti Warna-Warni

ROLEX JUBILEE CHOCOLATES-3.jpg
Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Kemasan cokelat menggunakan pola confetti berwarna-warni yang mengambil bentuk dari elemen Jubilee dan memberikan kontras dengan estetika Rolex yang biasanya lebih restrained.

Jika cokelatnya sendiri bermain pada bentuk dan tipografi, bagian luar kotaknya dibuat jauh lebih ekspresif. Kemasan dihiasi confetti pattern yang menggunakan berbagai bentuk geometris serupa dalam warna-warna cerah.

Warna-warna tersebut disusun seperti pelangi dalam bidang datar, membuat kotak hadiah terlihat lebih playful dibandingkan citra Rolex yang umumnya diasosiasikan dengan hitam, hijau, emas, atau kemasan yang lebih konservatif.

Pilihan tersebut terasa masuk akal karena Jubilee motif pada Oyster Perpetual 36 juga merupakan salah satu eksperimen visual Rolex yang paling berani dalam beberapa tahun terakhir. Motifnya tidak hanya mengandalkan logo, tetapi menggunakan tipografi dan geometri sebagai dekorasi utama.

Dalam konteks Watches and Wonders 2026, pola tersebut bahkan menjadi salah satu elemen visual yang mudah ditemukan di sekitar booth Rolex. Hadiah cokelat ini kemudian menjadi semacam perpanjangan kecil dari kampanye tersebut—hanya saja dalam bentuk yang jauh lebih mudah dinikmati setelah acara selesai.

Lima Cokelat Single-Origin, Lima Asal Berbeda

ROLEX JUBILEE CHOCOLATES-5.jpg
Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Kelima cokelat menggunakan cacao single-origin dari lima wilayah berbeda, sehingga masing-masing potongan tidak hanya berbeda secara visual tetapi juga menawarkan profil cokelat yang berbeda.

Rolex tidak berhenti pada tampilan. Di dalam kotak terdapat lima jenis cokelat single-origin, masing-masing berasal dari lokasi berbeda dan tidak ada asal yang digunakan lebih dari sekali.

Kelima pilihannya adalah:

  • Costa Rica — 40% milk chocolate
  • Madagascar — 68% dark chocolate
  • Ecuador — 72% dark chocolate
  • Ecuador — 42% milk chocolate
  • Dominican Republic — 74% dark chocolate

Dengan demikian, setiap bagian memberikan kombinasi antara bentuk Jubilee dan karakter cacao yang berbeda.

Costa Rica hadir dalam versi milk chocolate 40%, sementara Madagascar menggunakan dark chocolate 68%. Dua varian berasal dari Ecuador dengan kadar cacao berbeda, yaitu 72% dark dan 42% milk. Terakhir, Dominican Republic hadir sebagai dark chocolate dengan kandungan cacao 74%.

Penggunaan single-origin juga membuat hadiah tersebut terasa lebih seperti curated tasting experience daripada sekadar merchandise berbentuk cokelat.

Ada semacam paralel antara cara Rolex memilih material pada jam dan cara hadiah ini disusun: setiap elemen memiliki fungsi dan identitasnya sendiri, tetapi baru terasa lengkap ketika semuanya ditempatkan dalam satu komposisi.

Ketika Jubilee Tidak Lagi Hanya Ada di Dial

ROLEX JUBILEE CHOCOLATES-2.jpg
Image credit: Watch Collecting Lifestyle

Cokelat Jubilee menunjukkan bagaimana Rolex memperluas motif desain 2026 dari sebuah elemen dial menjadi bahasa visual yang dapat diterapkan pada berbagai medium.

Oyster Perpetual 36 dengan Jubilee motif merupakan pusat dari cerita desain tersebut. Rolex menggabungkan huruf dan angka dengan glyph geometris untuk menghasilkan pola yang sangat berbeda dari dial Rolex yang biasanya lebih konservatif.

Pada cokelat ini, konsep yang sama diterjemahkan secara harfiah. Huruf R-O-L-E-X tidak sekadar dicetak sebagai tulisan pada permukaan cokelat, tetapi menjadi bentuk tiga dimensi yang dapat dipegang secara individual.

Bahkan kotaknya ikut membawa bahasa visual yang sama melalui confetti berwarna-warni.

Menariknya, pendekatan ini membuat hadiah tersebut menjadi dokumentasi kecil dari salah satu tren desain Rolex pada 2026. Ketika sebuah motif yang awalnya dirancang untuk dial kemudian muncul pada tote bag di booth dan akhirnya diterjemahkan menjadi cokelat, terlihat bagaimana satu bahasa desain dapat digunakan lintas medium tanpa kehilangan identitasnya.

Kesimpulan

Hadiah cokelat Rolex untuk VIP dan media di Jenewa mungkin terlihat sebagai detail kecil dibandingkan jam-jam baru yang menjadi pusat perhatian Watches and Wonders. Namun justru dari benda kecil seperti ini terlihat bagaimana sebuah bahasa desain dapat diterapkan dengan sangat konsisten hingga ke pengalaman di luar jam tangan.

Motif Jubilee yang diperkenalkan kembali pada Oyster Perpetual 36 tidak berhenti sebagai pola di dial. Ia hadir di lingkungan pameran, merchandise, hingga cokelat yang dibagikan kepada tamu tertentu.

Lima cokelat single-origin dari Costa Rica, Madagascar, Ecuador, dan Dominican Republic kemudian menambahkan lapisan pengalaman lain. Setiap potongan memiliki bentuk dan komposisinya sendiri, tetapi semuanya tetap menjadi bagian dari satu cerita Jubilee.

Di tengah perayaan 100 tahun Oyster case, hadiah tersebut menjadi semacam easter egg yang manis dari Rolex: kecil, tidak dijual sebagai bagian dari koleksi jam, tetapi dibuat dengan perhatian terhadap detail yang sama dengan objek utama yang sedang dirayakan.

Pada akhirnya, mungkin justru inilah daya tariknya. Rolex tidak hanya membuat sebuah motif untuk dilihat di pergelangan tangan, tetapi menciptakan sebuah bahasa desain yang bahkan bisa dimakan.

Sumber

Watch Collecting Lifestyle — Rolex Jubilee Motif Chocolates

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *