MB&F Hadirkan SP One Pavée, Versi Bertabur Berlian dari Jam “Tiga Lingkaran Melayang”

Setahun setelah MB&F SP One—yang pada awal pengembangannya dikenal sebagai “Three Circles”—menjadi salah satu kreasi paling menarik dalam koleksi MB&F berkat konsep tiga elemen yang tampak melayang, kini hadir SP One Pavée. Versi terbaru ini membawa arsitektur yang sama ke dalam emas putih 18K dan dihiasi ratusan berlian, tanpa mengubah struktur visual yang membuat SP One begitu berbeda.

Alih-alih menjadikan berlian sebagai pusat perhatian yang menenggelamkan desain, MB&F menempatkannya mengikuti kontur case. Hasilnya adalah SP One yang terasa lebih mewah, tetapi tetap mempertahankan karakter tenang dan eksperimental dari koleksi aslinya.

Konsep “Tiga Lingkaran Melayang” yang Dipertahankan

Image credit: Monochrome Watches

MB&F SP One Pavée mempertahankan tiga elemen utama—barrel, balance wheel, dan dial—yang dibuat seolah-olah melayang di dalam case.

Efek tersebut menjadi salah satu identitas utama SP One. Dari luar, struktur mekanikal terlihat seperti tidak memiliki penyangga konvensional karena kedua sisi case menggunakan sapphire dome yang membuat konstruksi internal semakin sulit terlihat.

Balance wheel ditempatkan di sekitar posisi pukul 2 dan menjadi salah satu elemen paling ekspresif pada jam. Ketika bergerak, roda keseimbangan tersebut memberikan kesan seperti sebuah piring terbang kecil yang sedang “menari” di dalam case.

Sementara itu, dial diposisikan miring dan menjadi bagian dari komposisi tiga dimensi. Pengaturan tersebut juga memperlihatkan penggunaan conical gearing, salah satu teknik yang memungkinkan MB&F menerjemahkan display waktu ke dalam arsitektur yang tidak konvensional.

Konsep ini membuat SP One berbeda dari kebanyakan kreasi MB&F yang sering tampil sangat teatrikal. SP One justru mengandalkan keseimbangan ruang kosong, mekanisme, dan bentuk sederhana.

255 Berlian Mengikuti Kontur Case

Image credit: Monochrome Watches

SP One Pavée dihiasi total 255 berlian yang mengikuti lekukan case, flange, crown, dan buckle tanpa mengubah bentuk dasar arsitekturnya.

Total 255 berlian dengan berat keseluruhan sekitar 1,608 karat dipasang pada berbagai bagian jam.

Distribusinya terdiri dari 165 berlian pada case, 55 pada flange, 14 pada crown, dan 21 pada buckle.

Yang menarik adalah pendekatan diamond-setting tersebut tidak mencoba menutupi seluruh karakter arsitektur SP One. Berlian justru mengikuti bentuk yang sudah ada, termasuk kontur menyerupai amphitheatre pada case.

Dengan cara tersebut, pavé setting menjadi lapisan tambahan terhadap desain, bukan desain baru yang ditempelkan di atasnya.

Pendekatan ini juga menjelaskan mengapa SP One Pavée tetap terasa cukup restrained meski menggunakan lebih dari dua ratus berlian. Bentuk case dan mekanisme tetap menjadi protagonis, sementara batu-batu tersebut bekerja sebagai aksen yang memperkuat permainan cahaya pada permukaan emas putih.

Dial Biru Gelap Menggantikan Hitam

Image credit: Monochrome Watches

Perbedaan visual utama SP One Pavée terletak pada dial miring berwarna dark blue PVD yang menggantikan finishing DLC hitam pada SP One original.

Warna biru gelap memberikan karakter yang sedikit lebih lembut dibandingkan hitam DLC pada versi sebelumnya.

Di bawah pencahayaan tertentu, permukaan dial dapat memberikan kontras terhadap emas putih dan kilau berlian tanpa menjadi terlalu mencolok.

Power reserve indicator juga mendapatkan sedikit penyesuaian tampilan untuk menyesuaikannya dengan konfigurasi baru.

Perubahan warna ini mungkin terlihat sederhana, tetapi cukup efektif untuk mengubah suasana keseluruhan jam. SP One original terasa lebih monokromatik dan industrial, sementara Pavée membawa nuansa yang lebih refined.

Material, Dimensi, dan Case “Pebble”

Image credit: Monochrome Watches

SP One Pavée menggunakan case emas putih 18K berukuran 38 mm x 12 mm dengan lug-to-lug 41,9 mm dan bentuk yang terinspirasi dari batu kali yang dipoles secara alami.

Desain case SP One memang tidak mengikuti bentuk jam tradisional. MB&F menggambarkannya melalui inspirasi dari pebble, yaitu batu yang bentuknya terbentuk dan dihaluskan secara alami oleh lingkungan.

Proporsi 38 mm membuat jam tetap relatif compact untuk sebuah kreasi tiga dimensi, sementara ketebalan 12 mm memberikan ruang yang cukup untuk konstruksi mekanikal di dalamnya.

Salah satu detail menarik terdapat pada bagian lug. Lug tidak langsung menyatu secara visual dengan bagian atas case, sehingga terdapat celah halus di antara keduanya.

Celah tersebut memperkuat ilusi bahwa struktur case dan elemen internal berada dalam keadaan “floating”. Dalam SP One, bahkan ruang kosong menjadi bagian dari desain.

Pada versi Pavée, efek tersebut mendapatkan tambahan dimensi visual dari pantulan berlian dan permukaan emas putih.

Movement In-House 189 Komponen

Image credit: Monochrome Watches

SP One Pavée menggunakan movement manual-winding dengan 189 komponen, finishing tangan, frekuensi 2,5 Hz, dan power reserve 72 jam.

Movement tersebut dibuat khusus untuk arsitektur SP One dan menjadi bagian integral dari konsep tiga lingkaran.

Dengan frekuensi 18.000 vph atau 2,5 Hz, movement bekerja pada ritme yang relatif tenang dibandingkan banyak movement modern berfrekuensi tinggi. Sementara itu, power reserve mencapai 72 jam, memberikan cadangan energi tiga hari.

Movement memiliki 31 jewels dan mendapatkan finishing tangan yang ekstensif. Bevel dipoles untuk menghasilkan permainan cahaya pada setiap sudut, sementara sejumlah bagian mendapatkan ukiran tangan.

Pada SP One Pavée, bridge mendapatkan rhodium finishing untuk menyesuaikan karakter visual dengan konfigurasi emas putih dan diamond-setting.

Hasil akhirnya bukan movement yang sengaja disembunyikan. Sebaliknya, mesin menjadi salah satu bagian utama dari pengalaman melihat SP One dari kedua sisi sapphire dome.

Harga dan Ketersediaan

Image credit: Monochrome Watches

MB&F SP One Pavée dibanderol CHF 78.000 sebelum VAT, atau sekitar USD 104.000 dan EUR 85.000 sebelum pajak.

Harga tersebut menempatkan SP One Pavée jauh di atas SP One standar, tetapi perbedaannya tidak hanya berasal dari penggunaan berlian.

Konfigurasi baru tersebut menggabungkan case emas putih 18K, 255 berlian, dial dark blue PVD, serta finishing movement khusus dalam satu kreasi yang tetap mempertahankan arsitektur dasar SP One.

Dengan positioning tersebut, SP One Pavée lebih tepat dilihat sebagai interpretasi haute horlogerie berbasis material dan craftsmanship daripada sekadar versi “iced-out” dari model sebelumnya.

Kesimpulan

MB&F SP One Pavée membuktikan bahwa sebuah jam bertabur berlian tidak harus kehilangan karakter tenang dan eksperimental dari desain aslinya.

Alih-alih mengubah SP One menjadi objek yang sepenuhnya flamboyan, MB&F mempertahankan filosofi “equilibrium” yang menjadi inti koleksi tersebut.

Tiga elemen utama—barrel, balance wheel, dan dial—tetap menjadi pusat perhatian. Berlian kemudian mengikuti kontur case dan komponen eksternal, sementara emas putih 18K memberikan fondasi material yang lebih mewah.

Perubahan ke dark blue PVD juga membuat Pavée memiliki identitas visual tersendiri tanpa memutus hubungan dengan SP One original.

Pada akhirnya, daya tarik SP One Pavée justru berada pada keseimbangannya: 255 berlian memberikan kemewahan, tetapi arsitektur floating tetap menjadi alasan utama jam ini menarik untuk dilihat.

 

Sumber

Deployant — MB&F SP One Pavée

Monochrome Watches

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *