Montblanc kembali menghidupkan salah satu cerita paling penting dalam sejarah pengukuran waktu lewat Star Legacy Nicolas Rieussec Chronograph Limited Edition 100. Hadir dalam case 18K rose gold dan hanya diproduksi sebanyak 100 unit, model terbaru ini membawa kembali kisah Nicolas Rieussec, sosok yang pada 1821 menciptakan alat pencatat waktu dengan tinta yang kemudian dikenal sebagai chronograph.
Sejak 2008, nama Rieussec telah menjadi bagian penting dari koleksi watchmaking Montblanc. Konsepnya berangkat dari alat yang digunakan Rieussec untuk mengukur waktu balapan kuda di Champ de Mars, Paris. Alih-alih menempatkan fungsi chronograph dalam sub-dial konvensional, alat tersebut menggunakan tetesan tinta pada dua rotating counters untuk mencatat waktu setiap kuda melewati garis finis.
Kini, Montblanc menerjemahkan sejarah tersebut ke dalam sebuah jam mekanis modern dengan pendekatan yang sangat literal: tulisan tangan, blueprint, tanda tangan, dan dokumen sejarah semuanya dibuat menjadi bagian dari dial—bahkan menggunakan material luminescent.
Dial Bertema Dokumen Bersejarah

Cerita jam ini dimulai dari Champ de Mars, Paris, pada 1821.
Di arena pacuan tersebut, Nicolas Rieussec menguji perangkat yang dirancang untuk mencatat waktu finis para kuda. Sistemnya menggunakan pena atau nib yang meneteskan tinta ke dua rotating counters, sehingga waktu dapat dicatat secara langsung ketika setiap kuda melewati garis finis. Penemuan tersebut kemudian mendapat perhatian Academy of Sciences dan menjadi asal-usul istilah chronograph, yang berasal dari bahasa Yunani chronos—waktu—dan graphein—menulis.
Montblanc menjadikan sejarah tersebut sebagai dekorasi utama dial.
Di atas permukaan hitam, terlihat inskripsi luminescent yang mengambil referensi dari dokumen persetujuan Academy of Sciences, siluet institusi tersebut, blueprint jarum tinta dari perangkat asli, serta tanda tangan Nicolas Rieussec di bagian tengah.
Efeknya baru benar-benar terlihat ketika kondisi pencahayaan berubah. Pada siang hari, elemen tersebut tampil sebagai detail grafis halus. Dalam kondisi gelap, tulisan dan blueprint tersebut menyala dan mengubah dial menjadi semacam dokumen sejarah yang hidup.
Di atasnya terdapat chapter ring putih dengan angka Romawi hitam dan railway-style minute track. Jarum leaf berlapis rose gold melengkapi tampilan yang lebih klasik.
Ada pula tulisan “Compteur de Mr Rieussec” pada flange serta tanggal “Paris, Le 15 Octobre 1821”, yang semakin menegaskan hubungan langsung antara jam dan penemuan Rieussec.
Layout Chronograph yang Mengulang Penemuan Tahun 1821

Bagian paling menarik dari Nicolas Rieussec Chronograph tentu berada pada dua counter yang berputar.
Alih-alih menggunakan sub-dial kecil dengan jarum seperti chronograph konvensional, Montblanc mempertahankan arsitektur khas Rieussec: dua rotating domed discs yang ditempatkan secara horizontal.
Counter sebelah kiri mencatat 60 detik, sementara counter sebelah kanan mencatat 30 menit.
Keduanya dihubungkan oleh sebuah bridge berbentuk berlian dari blued steel yang berfungsi sebagai pointer. Tata letak tersebut secara visual mereplikasi sistem pencatatan waktu pada alat asli Rieussec.
Namun jam ini bukan sekadar historical re-creation.
Montblanc juga memasukkan fungsi dual time. Jarum GMT berbentuk skeletonized ditempatkan di balik jarum jam utama sehingga nyaris tersembunyi ketika tidak digunakan. Saat bepergian, jarum jam solid dapat disesuaikan untuk menunjukkan local time, sementara jarum GMT mempertahankan waktu asal.
Terdapat pula day/night indicator pada posisi 9, sementara date display ditempatkan pada posisi 6 dan dibingkai rose gold.
Dengan demikian, arsitektur Rieussec yang terlihat vintage sebenarnya menyimpan sebuah travel watch yang cukup modern.
Case Rose Gold 43mm dengan DNA Jam Saku

Secara visual, case 43mm mempertahankan salah satu signature desain Nicolas Rieussec: bentuk pebble-shaped dengan profil yang cukup tebal, mencapai 15,01mm.
Material yang digunakan adalah 18K rose gold, dengan finishing polished pada case dan stepped curved lugs yang membantu memberikan kesan lebih halus pada pergelangan meskipun dimensinya tergolong besar.
Crown di posisi 3 juga mengambil inspirasi dari jam saku. Bentuknya fluted onion crown dan dihiasi emblem bintang Montblanc.
Sementara itu, monopusher chronograph ditempatkan secara tidak biasa di posisi 8 o’clock.
Satu tombol tersebut mengendalikan fungsi start, stop, dan reset chronograph—sebuah konfigurasi yang menjadi bagian dari karakter Nicolas Rieussec sejak awal koleksi ini.
Untuk penggunaan sehari-hari, jam ini memiliki water resistance 50 meter dan menggunakan domed sapphire crystal dengan double anti-reflective coating.
Kaliber MB R200 — Monopusher Chronograph dengan 72 Jam Power Reserve

Di balik caseback terdapat MB R200, manufacture movement Montblanc yang menjadi jantung dari Nicolas Rieussec Chronograph.
Movement ini merupakan automatic integrated monopusher chronograph dengan column wheel dan vertical coupling, dua konstruksi yang lazim ditemukan pada chronograph mekanis kelas atas.
MB R200 menggunakan twin barrels dan memiliki power reserve hingga 72 jam, sehingga jam dapat tetap berjalan selama tiga hari ketika dilepas dari pergelangan.
Balance wheel berukuran besar, sekitar 10mm, berdetak pada frekuensi 4Hz atau 28.800 vph.
Movement ini terdiri dari 319 komponen dan 40 jewels, sekaligus menangani sejumlah fungsi: hours, minutes, second time zone, day/night indicator, date, serta chronograph 60 detik dan 30 menit.
Yang juga penting untuk collector adalah sertifikasi Montblanc Laboratory Test 500. Ini merupakan pengujian internal Montblanc yang menjadi bagian dari pendekatan maison terhadap presisi dan performa movement.
Di balik sapphire caseback, openworked rotor mendapat dekorasi grain d’orge serta siluet emblem bintang Montblanc.
Dengan kata lain, hubungan antara dunia watchmaking dan writing instruments tidak berhenti di dial.
Strap yang Terinspirasi dari Nib Pulpen

Montblanc kemudian membawa tema handwriting tersebut ke bagian strap.
Strap menggunakan black calfskin dengan bentuk yang meruncing ke arah ujung, menyerupai siluet nib fountain pen.
Detail paling menarik justru berada di bagian yang hampir tidak terlihat. Bagian lining strap menampilkan reproduksi peta Paris tahun 1821, menghubungkan kembali jam dengan lokasi awal eksperimen Nicolas Rieussec.
Ini merupakan pendekatan yang cukup khas Montblanc: elemen sejarah tidak selalu ditempatkan sebagai dekorasi besar, tetapi tersebar dari dial hingga bagian belakang strap.
Limited Edition 100 — Harga Sekitar EUR 25.000
Montblanc Star Legacy Nicolas Rieussec Chronograph Limited Edition 100 memiliki referensi 137545 dan dibatasi hanya 100 unit di seluruh dunia.
Untuk harga, Montblanc belum mengonfirmasi angka final pada saat model ini diperkenalkan. Monochrome memperkirakan harganya berada di sekitar EUR 25.000. Karena itu, angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai estimasi, bukan harga resmi final.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Model | Star Legacy Nicolas Rieussec Chronograph Limited Edition 100 |
| Referensi | 137545 |
| Case | 18K Rose Gold |
| Diameter | 43mm |
| Ketebalan | 15,01mm |
| Water Resistance | 50m |
| Movement | MB R200 |
| Tipe | Automatic Monopusher Chronograph |
| Frekuensi | 4Hz / 28.800 vph |
| Power Reserve | 72 jam |
| Chronograph | 60 detik & 30 menit |
| Fungsi tambahan | Dual Time, Day/Night, Date |
| Sertifikasi | Montblanc Laboratory Test 500 |
| Strap | Black Calfskin |
| Jumlah | 100 pieces |
| Referensi | 137545 |
| Harga | Sekitar EUR 25.000* |
*Harga final belum dikonfirmasi oleh Montblanc saat diperkenalkan.
Kesimpulan
Montblanc Star Legacy Nicolas Rieussec Chronograph Limited Edition 100 bukan sekadar versi baru dari sebuah chronograph.
Jam ini mencoba menerjemahkan sejarah lahirnya kata “chronograph” ke dalam sebuah objek mekanis. Dua rotating counters mempertahankan hubungan langsung dengan alat Nicolas Rieussec pada 1821, sementara dial membawa reproduksi dokumen, blueprint, siluet Academy of Sciences, hingga tanda tangan sang penemu.
Yang membuatnya semakin menarik adalah cara Montblanc menghubungkan semuanya dengan identitas maison sendiri. Strap mengambil bentuk nib, bagian dalamnya membawa peta Paris 1821, sementara movement MB R200 mewakili kemampuan watchmaking Montblanc modern.
Pada akhirnya, ini adalah kolaborasi konseptual antara dua dunia yang memang sudah lama hidup berdampingan di Montblanc: menulis dan mengukur waktu.
Dan dalam edisi hanya 100 unit, keduanya tidak sekadar diceritakan melalui sejarah—tetapi benar-benar “ditulis” ke dalam jam.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Siapa Nicolas Rieussec?
Nicolas Rieussec adalah watchmaker asal Prancis yang pada 1821 menciptakan alat pencatat waktu berbasis tinta untuk balapan kuda di Champ de Mars, Paris. Penemuannya menjadi dasar istilah chronograph.
Apa yang membuat Montblanc Nicolas Rieussec berbeda dari chronograph biasa?
Jam ini menggunakan dua rotating domed discs sebagai counter 60 detik dan 30 menit, mengikuti konsep visual perangkat pencatat waktu Rieussec pada 1821.
Movement apa yang digunakan?
Jam ini menggunakan Montblanc MB R200, automatic monopusher chronograph dengan column wheel, vertical coupling, twin barrels, frekuensi 4Hz, dan power reserve 72 jam.
Berapa jumlah produksinya?
Model ini merupakan limited edition 100 pieces dengan referensi 137545.
Berapa harga Montblanc Star Legacy Nicolas Rieussec Chronograph Limited Edition 100?
Harga final belum dikonfirmasi. Monochrome memperkirakan harganya sekitar EUR 25.000.
Apa hubungan jam ini dengan fountain pen Montblanc?
Hubungannya terlihat melalui desain strap yang menyerupai nib fountain pen dan berbagai referensi terhadap handwriting pada dial serta movement. Konsep tersebut mempertemukan sejarah writing instruments Montblanc dengan sejarah watchmaking melalui Nicolas Rieussec.
Sumber:
https://monochrome-watches.com/montblanc-star-legacy-nicolas-rieussec-chronograph-limited-edition-100-gold-review-price/
