5 Jam Tangan Omega Terbaik dari Era 1990-an yang Masih Layak Dipakai Harian

Era 1990-an mungkin tidak selalu dianggap sebagai periode paling glamor dalam sejarah Omega. Namun, justru dekade ini melahirkan sejumlah model yang hari ini terasa semakin menarik: desainnya sudah modern, teknologi produksinya lebih matang, tetapi karakter vintage-nya belum sepenuhnya hilang. Bagi kolektor yang mencari jam tangan mekanis untuk benar-benar dipakai, bukan sekadar disimpan, era tersebut menawarkan...

Review Rolex Oyster Perpetual 36 Jubilee Dial: Detail Rumit di Balik Jam “Termurah” Rolex

Di tengah semakin banyaknya jam mewah yang mengandalkan nama besar dan harga tinggi, Rolex justru menunjukkan sesuatu yang menarik lewat Oyster Perpetual 36 dengan dial Jubilee terbaru. Model ini memang berada di salah satu titik masuk paling rendah dalam katalog Rolex, tetapi detail produksinya jauh dari sederhana. Dial Jubilee yang menjadi daya tarik utama bukan...

Menangkap “Kupu-Kupu Ungu” di Dalam Girard-Perregaux Neo Constant Escapement

Di dalam sebuah jam mekanis, tenaga bukanlah sesuatu yang bisa begitu saja dilepaskan secara bebas. Pegas utama menyimpan energi dalam jumlah besar, tetapi energi tersebut berkurang seiring movement berjalan. Tantangan bagi watchmaker adalah memastikan balance wheel tetap menerima impuls yang stabil meskipun tenaga dari mainspring terus berubah. Girard-Perregaux mencoba menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan yang...

Longines Hidupkan Kembali Majetek, Jam Pilot Legendaris Angkatan Udara Cekoslowakia era 1935

Longines punya hubungan panjang dengan dunia penerbangan. Jauh sebelum pilot watch menjadi kategori populer seperti sekarang, manufaktur asal Saint-Imier ini sudah terlibat dalam perkembangan navigasi udara, termasuk melalui kolaborasinya dengan Charles Lindbergh dan ahli astronavigasi Philip Van Horn Weems pada era 1920-an dan 1930-an. Salah satu chapter paling menarik dari sejarah tersebut adalah Majetek, jam...

Minase Kembali ke Akar Lewat Mastercraft J3, Titik Masuk Baru dengan Harga Paling Terjangkau

Di tengah industri jam tangan yang semakin ramai dengan desain kompleks dan spesifikasi teknis tinggi, Minase justru memilih kembali ke bentuk yang lebih sederhana. Manufaktur asal Jepang ini memperkenalkan Mastercraft J3, sebuah reinterpretasi modern dari salah satu referensi awal mereka, M3. Menariknya, J3 bukan hanya membawa kembali bahasa desain klasik Minase. Model ini juga menjadi...

Sylvain Pinaud Perkenalkan Tourbillon Perdana, Berputar Lebih Cepat dari Kebanyakan Tourbillon Lain

Di dunia independent watchmaking, tourbillon bukan lagi sekadar komplikasi untuk menunjukkan kemampuan teknis. Ketika hampir setiap manufaktur besar sudah memiliki interpretasinya sendiri, tantangannya justru bagaimana membuat tourbillon yang terasa benar-benar berbeda. Sylvain Pinaud menjawab tantangan tersebut dengan tourbillon pertamanya yang memiliki satu keunikan langsung terlihat: cage-nya berputar setiap 30 detik, dua kali lebih cepat dari...

Omega Rombak Speedmaster 38mm, Kini Makin Mirip Moonwatch Lewat Tujuh Referensi Baru

Selama bertahun-tahun, Omega Speedmaster 38mm berada dalam posisi yang agak unik. Ukurannya membuatnya menarik bagi mereka yang menginginkan Speedmaster lebih ringkas, tetapi desainnya justru terasa cukup jauh dari karakter Moonwatch yang membuat nama Speedmaster begitu ikonik. Sejak diperkenalkan pada 2017 sebagai penerus Speedmaster Reduced, generasi tersebut bahkan sempat mendapat kritik karena sejumlah elemen desainnya terasa...

Longines Hadirkan Chrono Monopusher Pertama di Master Collection, Warisan 115 Tahun yang Akhirnya Kembali

Longines kembali menggali salah satu bab paling penting dalam sejarah chronograph-nya. Setelah melakukan pembaruan besar pada Master Collection sepanjang 2026, manufaktur asal Saint-Imier tersebut kini memperkenalkan Chrono Monopusher—sebuah chronograph dengan seluruh fungsi start, stop, dan reset yang dikendalikan melalui satu tombol di crown. Konsep tersebut bukan sekadar eksperimen desain. Longines memiliki sejarah panjang dengan monopusher...

ArtyA Genève Hadirkan Complexity Métiers d’Art, Dua Tourbillon Miring yang Dibalut Kerajinan Tangan Penuh Warna

Dunia haute horlogerie semakin sulit dipisahkan dari seni, terutama ketika sebuah movement yang sudah ekstrem secara teknis kemudian dijadikan kanvas untuk métiers d’art. ArtyA Genève mengambil pendekatan tersebut lewat Complexity Métiers d’Art, versi artistik dari Complexity yang sebelumnya diperkenalkan sebagai jam dengan dua tourbillon miring yang terhubung melalui differential sentral. Jika versi awalnya sudah menarik...

5 Momen Langka Ketika Desainer Perhiasan Ikut Mendesain Jam Tangan Mewah

Dunia perhiasan dan watchmaking sebenarnya sudah lama berjalan beriringan. Namun, ketika sebuah jam tangan dibuat, desain biasanya tetap berada di tangan tim internal manufaktur. Karena itu, kolaborasi langsung dengan desainer perhiasan ternama menjadi sesuatu yang relatif langka. Menariknya, beberapa kolaborasi paling unik justru lahir dari era ketika batas antara jewelry, sculpture, dan watchmaking belum seketat...