Pequignet memperkenalkan Royale Paris Chrono BPM, chronograph mekanis yang menggabungkan watchmaking Prancis dengan budaya musik elektronik French Touch. Model ini mengganti skala tachymeter konvensional dengan graduasi BPM (beats per minute), memungkinkan pemakainya membaca tempo musik melalui pengukuran 30 ketukan.
Didirikan pada 1973 di Morteau, wilayah Jura yang memiliki sejarah panjang dalam industri jam tangan Prancis, Pequignet dikenal melalui pengembangan movement in-house Calibre Royal pada 2011. Royale Paris Chrono BPM membawa identitas tersebut ke arah yang lebih playful: sebuah jam tangan sporty dengan dial biru elektrik, subdial hitam, dan fungsi chronograph yang terinspirasi dari ritme musik dance.
Skala BPM: Seperti Pulsometer, tetapi untuk Musik

Pequignet Royale Paris Chrono BPM menggunakan skala 35–180 BPM untuk mengukur tempo musik, menggantikan skala tachymeter yang biasanya digunakan pada chronograph.
Cara kerjanya terinspirasi dari pulsometer medis, yang mengukur denyut jantung melalui interval waktu tertentu. Bedanya, pada jam ini yang dihitung adalah ketukan musik, bukan detak jantung.
Pengguna cukup mengaktifkan chronograph, menghitung 30 ketukan, kemudian menghentikannya. Skala pada tepi dial dapat digunakan untuk membaca tempo dalam beats per minute.
Rentang tersebut mencakup beragam karakter musik. Tempo sekitar 60 BPM dapat ditemukan pada sejumlah lagu reggae yang santai, sementara musik house dan French Touch umumnya bergerak di kisaran 110–130 BPM. Musik trance, techno, dan drum & bass dapat mencapai tempo yang lebih tinggi, termasuk di atas 140 BPM.
French Touch sendiri merupakan aliran musik elektronik yang berkembang di Prancis pada era 1990-an. Nama seperti Daft Punk menjadi salah satu representasi paling dikenal dari gerakan musik tersebut, yang menggabungkan house, sampling, filter elektronik, dan ritme repetitif.
Pequignet menerjemahkan inspirasi itu melalui detail visual di antara posisi pukul 12 dan 2. Batang-batang grafis menyerupai indikator equalizer atau VU meter pada perangkat audio, menciptakan hubungan langsung antara dial dan dunia musik elektronik.
Dial Gradasi Biru Elektrik ke Hitam

Dial Royale Paris Chrono BPM menampilkan gradasi horizontal dari biru elektrik di bagian atas menuju hitam di bagian bawah, dipadukan dengan dua subdial hitam bertekstur snailed.
Perubahan warna tersebut membentuk karakter visual yang dinamis. Biru elektrik mengingatkan pada cahaya klub malam, sedangkan bagian hitam memberikan kontras sekaligus menjaga keterbacaan elemen chronograph.
Kedua subdial memiliki tekstur melingkar atau snailed yang menyerupai pola pada piringan vinyl. Subdial di posisi pukul 3 menampilkan running seconds, sementara counter di posisi pukul 9 mencatat hingga 30 menit waktu chronograph.
Indeks jam dengan permukaan bersegi dan jarum berfinishing polished memberikan sentuhan yang lebih formal di tengah tema musik elektronik yang ekspresif. Material luminous pada jarum jam dan menit juga membantu keterbacaan dalam kondisi cahaya rendah.
Bagian depan dilindungi kristal sapphire berbentuk domed dengan konstruksi glassbox. Bentuknya memberikan kedalaman visual pada dial sekaligus mempertahankan karakter klasik yang sering ditemukan pada chronograph bergaya vintage.
Hasilnya bukan sekadar dial bertema musik. Pequignet menggabungkan warna, tekstur, dan instrumen pengukuran tempo menjadi satu desain yang tetap mengikuti bahasa visual koleksi Royale Paris.
Case Stainless Steel 39,5mm dengan Finishing Sporty

Royale Paris Chrono BPM menggunakan case stainless steel 316L berdiameter 39,5mm, ketebalan 12,7mm, dan ketahanan air hingga 50 meter.
Dimensi tersebut menempatkannya dalam ukuran yang relatif moderat untuk sebuah chronograph mekanis. Diameter di bawah 40mm membuatnya tidak terlalu dominan di pergelangan, sedangkan ketebalan 12,7mm masih memberikan ruang untuk konstruksi movement dan kristal sapphire domed.
Permukaan case menggabungkan satin-brushed finishing dengan bevel polished. Kontras antara permukaan matte dan bagian yang mengilap memberikan definisi pada siluet jam tanpa membutuhkan ornamen berlebihan.
Salah satu detail khas koleksi Royale Paris adalah lekukan cekung atau concave gouge yang mengelilingi area dial. Lug dibuat sebagai komponen terpisah dan dipasang pada case, menghasilkan bentuk yang lebih tegas dibandingkan konstruksi case dengan lug yang menyatu secara visual.
Di sisi case terdapat pusher bergaya piston untuk mengoperasikan chronograph. Posisi crown dan pusher dirancang sejajar, mempertahankan tampilan yang rapi sekaligus memberikan identitas mekanis pada profil jam.
Caseback menggunakan konstruksi sekrup dengan jendela sapphire yang memungkinkan movement terlihat dari belakang. Dengan water resistance 50 meter, jam ini sesuai untuk penggunaan sehari-hari, tetapi bukan pengganti diver watch yang dirancang untuk penyelaman serius.
Calibre Initial Chronograph: Movement Manufacture di Balik Jam

Royale Paris Chrono BPM ditenagai Calibre Initial Chronograph, movement otomatis tipis yang dikembangkan Pequignet dengan modul chronograph dari Dubois-Depraz.
Movement ini memiliki ketebalan sekitar 4,2mm, frekuensi 28.800 getaran per jam atau 4 Hz, serta power reserve hingga 65 jam. Kombinasi tersebut memungkinkan Pequignet mempertahankan profil jam yang relatif ramping sekaligus menyediakan cadangan energi yang memadai.
Arsitektur dasarnya berasal dari Calibre Initial, movement otomatis yang dikembangkan untuk koleksi Pequignet. Untuk fungsi chronograph, movement ini dipadukan dengan modul mekanis cam-actuated yang dikembangkan bersama spesialis komplikasi Swiss, Dubois-Depraz.
Sistem pengoperasian berbasis cam berbeda dari konstruksi chronograph column-wheel. Keduanya dapat memberikan pengalaman penggunaan yang berbeda, tetapi sistem cam umumnya dikenal karena arsitekturnya yang praktis dan konstruksinya yang relatif robust.
Penting untuk membedakan Calibre Initial Chronograph dari Calibre Royal. Walaupun sama-sama berada di bawah identitas Pequignet, Royale Paris Chrono BPM tidak menggunakan Calibre Royal yang lebih kompleks. Nama Royale Paris merujuk pada koleksi jamnya, sedangkan movement yang digunakan adalah Calibre Initial Chronograph.
Pequignet menyebutnya sebagai movement manufacture kelima yang dikembangkan brand. Pengembangannya dilakukan bersama mitra spesialis watchmaking Swiss, sementara komponen movement bersumber dari pemasok dalam radius kurang dari 80 kilometer dari manufaktur Pequignet di Morteau. Pendekatan ini mencerminkan upaya brand mempertahankan ekosistem produksi regional sekaligus menggabungkan keahlian teknis lintas negara.
Harga dan Ketersediaan Pequignet Royale Paris Chrono BPM

Pequignet Royale Paris Chrono BPM Ref. 9120343 dibanderol €6.950 atau sekitar US$7.950 dan menjadi bagian dari koleksi permanen brand.
Model ini hadir dengan strap Cordura hitam dan buckle ardillon berbahan stainless steel. Material strap memberikan nuansa sporty yang sesuai dengan tema musik elektronik dan karakter dial berwarna kontras.
Pequignet menjadwalkan ketersediaan model ini mulai 15 Oktober 2026 melalui kanal penjualan brand dan retailer terkait. Walaupun fungsi BPM menjadi pembeda utamanya, jam ini tidak diposisikan sebagai edisi terbatas, melainkan sebagai tambahan pada koleksi permanen Royale Paris Chrono.
Dengan harga tersebut, daya tariknya terletak pada kombinasi desain yang spesifik, movement manufacture, serta komplikasi chronograph yang memiliki fungsi tematik berbeda dari skala tachymeter biasa.
Kesimpulan: Identitas Watchmaking Prancis Bertemu French Touch
Pequignet Royale Paris Chrono BPM memperlihatkan cara sebuah brand jam tangan menghubungkan warisan watchmaking dengan budaya populer tanpa menjadikan inspirasi tersebut sekadar dekorasi.
Skala BPM memberikan fungsi yang benar-benar berhubungan dengan musik, sementara gradasi biru elektrik, subdial hitam bertekstur vinyl, dan grafis menyerupai equalizer memperkuat tema French Touch. Di balik tampilannya, Calibre Initial Chronograph dengan power reserve 65 jam dan konstruksi case 39,5mm mempertahankan karakter sebuah chronograph mekanis untuk penggunaan sehari-hari.
Model ini juga menunjukkan bahwa identitas manufacture tidak harus selalu diwujudkan melalui komplikasi paling rumit. Pequignet memilih ide yang mudah dipahami, tetapi cukup berbeda untuk membuat Royale Paris Chrono BPM menonjol di antara chronograph konvensional.
Bagi penggemar jam tangan yang tertarik pada watchmaking independen Prancis maupun musik elektronik, Royale Paris Chrono BPM menjadi contoh menarik bagaimana dua bidang yang berbeda dapat bertemu melalui satu objek mekanis.
