Kolaborasi telah menjadi salah satu strategi paling menarik di industri jam tangan mewah. Tidak hanya mempertemukan dua nama besar, kolaborasi yang sukses mampu menghadirkan desain baru, menjangkau kolektor generasi muda, hingga menciptakan nilai koleksi yang terus meningkat di pasar sekunder.
Menurut Man of Many, tahun 2026 menjadi salah satu periode paling menarik bagi dunia horologi berkat hadirnya berbagai kolaborasi inovatif yang memadukan warisan, kreativitas, dan teknologi. Berikut tujuh kolaborasi jam tangan terbaik yang paling berpengaruh.
1. Omega x Swatch MoonSwatch

Sulit membahas kolaborasi jam tangan tanpa menyebut MoonSwatch. Diluncurkan pada 2022, kolaborasi antara Omega dan Swatch berhasil membawa desain ikonis Speedmaster Moonwatch ke segmen yang jauh lebih terjangkau melalui material Bioceramic khas Swatch.
MoonSwatch menjadi fenomena global dengan antrean panjang di berbagai butik dan membuka jalan bagi tren kolaborasi luxury watch yang lebih mudah diakses.
Harga resmi:
- US$270
- Sekitar Rp4,4 juta (kurs ±Rp16.300/US$)
2. Blancpain x Swatch Bioceramic Scuba Fifty Fathoms

Setelah kesuksesan MoonSwatch, Swatch kembali menggandeng Blancpain melalui koleksi Bioceramic Scuba Fifty Fathoms. Jam tangan ini mengadaptasi desain diver legendaris Fifty Fathoms dengan material Bioceramic dan movement mekanis Sistem51.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa jam tangan mekanis premium dapat diperkenalkan kepada audiens yang lebih luas tanpa menghilangkan identitas desain aslinya.
Harga resmi:
- US$400
- Sekitar Rp6,5 juta
3. Louis Vuitton × Akrivia LVRR-01 Chronographe à Sonnerie

Kolaborasi antara Louis Vuitton dan watchmaker independen Akrivia yang dipimpin Rexhep Rexhepi menjadi salah satu proyek haute horlogerie paling prestisius dalam beberapa tahun terakhir.
LVRR-01 menghadirkan chronograph dengan chiming mechanism yang diproduksi sangat terbatas, memadukan craftsmanship independen dengan sentuhan desain Louis Vuitton.
Harga resmi:
- Tidak diumumkan secara publik (price on request).
4. Audemars Piguet x KAWS Royal Oak Concept Tourbillon Companion

Audemars Piguet bekerja sama dengan seniman kontemporer KAWS untuk menciptakan Royal Oak Concept Tourbillon “Companion”. Figur Companion khas KAWS ditempatkan di tengah dial tanpa mengganggu fungsi movement tourbillon.
Kolaborasi ini menjadi salah satu jam tangan artistik paling ikonis dan langsung menjadi incaran para kolektor di seluruh dunia.
Harga resmi:
- CHF 200.000
- Sekitar Rp4 miliar
5. Hublot x Takashi Murakami

Hublot dan seniman Jepang Takashi Murakami menghadirkan koleksi jam tangan dengan motif bunga ikonis Murakami yang dipadukan dengan berlian, safir berwarna, dan mekanisme berputar.
Setiap edisi diproduksi dalam jumlah terbatas dan sering kali habis terjual hanya dalam hitungan menit.
Harga resmi:
- Mulai sekitar US$25.000
- Sekitar Rp407 juta
6. Zenith x Time+Tide Night Surfer

Zenith menggandeng media horologi asal Australia, Time+Tide, untuk menciptakan Defy Skyline Night Surfer. Jam tangan ini tampil dengan dial biru gelap bertekstur yang terinspirasi dari ombak laut pada malam hari.
Kolaborasi tersebut mendapat banyak pujian karena menghadirkan interpretasi baru terhadap koleksi Defy Skyline tanpa menghilangkan identitas Zenith.
Harga resmi:
- Sekitar US$11.800
- Sekitar Rp192 juta
7. TAG Heuer x Porsche

Kemitraan antara TAG Heuer dan Porsche menghasilkan sejumlah edisi khusus Carrera yang mengambil inspirasi dari dunia motorsport.
Perpaduan sejarah balap kedua merek tersebut menghasilkan jam tangan sport chronograph dengan detail desain yang terinspirasi dari mobil Porsche, menjadikannya salah satu kolaborasi otomotif paling sukses di industri jam tangan.
Harga resmi:
- Mulai sekitar US$7.350
- Sekitar Rp120 juta
Kolaborasi Semakin Menjadi Bagian Penting Dunia Horologi
Kolaborasi tidak lagi sekadar menjadi strategi pemasaran, tetapi telah berkembang menjadi sarana bagi berbagai merek untuk mengeksplorasi desain baru, menjangkau audiens yang lebih luas, dan menciptakan jam tangan yang memiliki nilai koleksi tinggi. Dari MoonSwatch yang fenomenal hingga karya haute horlogerie seperti Louis Vuitton x Akrivia, kolaborasi membuktikan bahwa inovasi dapat lahir ketika dua dunia berbeda bertemu dalam satu karya.
Sumber:
