Hermès kembali membuktikan bahwa dunia watchmaking dapat menjadi kanvas bagi warisan craftsmanship maison lewat Arceau Cheval Natté. Kali ini, bukan enamel, engraving, atau miniature painting yang menjadi pusat perhatian, melainkan tekstil. Hampir 400 helai benang sutra dirangkai satu per satu untuk membentuk siluet geometris kepala kuda pada dial. Motif tersebut awalnya dirancang oleh Tong Ren...
Gagà Laboratorio Hadirkan Labormatic Superleggero, Titanium Terinspirasi Mobil Balap Klasik Italia
Gagà Laboratorio membawa sisi baru dari desain flamboyan khas Italia melalui Labormatic Superleggero. Diperkenalkan di Geneva Watch Days, model ini menjadi pertama kalinya brand menggunakan titanium grade 5 sekaligus membawa filosofi konstruksi ringan yang terinspirasi dunia coachbuilding dan mobil balap Italia. Nama “Superleggero” sendiri secara harfiah berarti “super ringan”, sebuah konsep yang tercermin dalam penggunaan...
Parmigiani Fleurier Padukan Emas Rose dan Warna Milano Blue di Tonda PF Skeleton Terbaru
Parmigiani Fleurier kembali mengeksplorasi konsep skeleton dalam salah satu interpretasi paling mewah dari Tonda PF. Kali ini, Tonda PF Skeleton hadir dalam kombinasi case dan bracelet rose gold dengan treatment Milano Blue pada struktur openworked movement. Alih-alih menggunakan warna kontras yang mencolok, Parmigiani Fleurier memilih saturasi biru pekat yang memberikan kedalaman visual terhadap warna emas...
Vacheron Constantin Hidupkan Kembali “Everest” Lewat Overseas Dual Time Cardinal Points
Vacheron Constantin kembali membawa semangat ekspedisi ke koleksi Overseas melalui Overseas Dual Time Cardinal Points. Empat varian terbaru ini mengingatkan kembali pada prototipe “Everest” yang digunakan penjelajah Cory Richards dalam ekspedisinya ke Gunung Everest pada 2019. Namun kali ini, semangat tersebut hadir dalam bentuk yang lebih luas. Alih-alih dibuat sebagai jam untuk satu ekspedisi tertentu,...
Frederique Constant Hadirkan Moneta Handwinding, Kini dengan Movement Mekanis Sepenuhnya
Frederique Constant memperluas keluarga Moneta dengan menghadirkan versi yang sepenuhnya mekanis. Setelah Classics Moneta Moonphase debut pada 2024 dengan movement quartz, Moneta Handwinding hadir sebagai reinterpretasi yang lebih serius bagi penggemar jam mekanis: sebuah dress watch bergaya vintage dengan movement manual-winding dan proporsi yang tetap ringkas. Daya tarik utama Moneta justru datang dari detail yang...
L.Leroy Hadirkan Vox Temporis, Tourbillon Minute Repeater dengan Satu Jarum Terinspirasi Jam Saku 1810
Bayangkan sebuah jam tangan seharga lebih dari seperempat juta Swiss franc yang hanya memiliki satu jarum. Tidak ada jarum menit, tidak ada subdial konvensional, bahkan tidak ada tampilan waktu yang langsung terlihat seperti jam mekanis pada umumnya. Namun ketika waktunya ingin diketahui, Anda cukup melihat posisi satu jarum tersebut terhadap dial yang bergerak. Dan jika...
Hanhart Perkecil Preventor HD12 jadi 36mm Berkat Kolaborasi dengan Kolektor Inggris “MAD”
Ukuran 36mm mungkin terdengar biasa di dunia jam tangan vintage, tetapi untuk sebuah tool watch modern dengan tingkat ketahanan ekstrem, angka tersebut menjadi cukup menarik. Hanhart Preventor HD12 yang sebelumnya hadir dengan karakter tangguh kini diperkecil menjadi hanya 36mm, sekaligus menjadi versi yang lebih mudah dipakai sehari-hari. Menariknya, perubahan tersebut bukan sekadar keputusan desain dari...
Christophe Claret Resmi Bangkit Kembali, Siap Melangkah Lebih Jauh dari Sebelumnya
Selama lebih dari tiga dekade, nama Christophe Claret identik dengan salah satu sisi paling eksperimental dalam dunia independent watchmaking: display yang tidak biasa, animasi mekanikal, suara, serta komplikasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman lebih dari sekadar membaca waktu. Setelah melewati periode sulit hingga brand sebelumnya masuk proses insolvensi, sang watchmaker kini resmi membuka babak baru...
Tutima Padukan Titanium dan Emas 18K di Patria Small Seconds Terbaru
Tutima selama ini lebih dikenal lewat jam tangan pilot dan chronograph tangguh yang menonjolkan karakter tool watch khas Jerman. Namun, koleksi Patria mengambil pendekatan berbeda dengan membawa tradisi watchmaking klasik ala Glashütte ke dalam desain yang lebih elegan. Kini, Tutima memperkenalkan Patria Small Seconds terbaru, yang memadukan case titanium Grade 5 dengan aksen emas 18K...
Panerai Rayakan 100 Tahun Butik Florence Lewat Luminor Firenze 8 Giorni
Panerai merayakan satu abad butik legendarisnya di Piazza San Giovanni, Florence, melalui dua edisi terbatas Luminor Firenze 8 Giorni. Butik tersebut pertama kali dibuka pada 1926 dengan nama “Orologeria Svizzera” dan menjadi bagian penting dari sejarah Panerai di Florence. Untuk memperingati momen tersebut, Panerai kembali melihat ke masa lalu melalui desain yang terinspirasi dari prototipe...
