Rolex Deepsea Challenge Milik James Cameron Dipamerkan ke Publik, Jam yang Pernah Menyentuh Dasar Palung Mariana

Bagi para kolektor jam tangan, Rolex identik dengan presisi dan ketangguhan. Namun, ada satu model yang memiliki kisah jauh melampaui dunia horologi, yaitu Rolex Deepsea Challenge eksperimental yang menemani sutradara James Cameron dalam ekspedisi solo ke titik terdalam Bumi. Kini, jam bersejarah tersebut dipamerkan di Australian National Maritime Museum di Sydney sebagai bagian dari pameran...

Tudor Black Bay Chrono 39 vs Rolex Cosmograph Daytona: Mana Chronograph Sport Terbaik di 2026?

Selama bertahun-tahun, Rolex Cosmograph Daytona menjadi tolok ukur chronograph sport mewah. Namun, kehadiran Tudor Black Bay Chrono 39 membuat persaingan semakin menarik. Dengan diameter 39 mm yang lebih ringkas, desain yang lebih tipis, serta proporsi yang lebih elegan dibanding generasi Black Bay Chrono sebelumnya, banyak kolektor mulai mempertanyakan: apakah Daytona masih layak menjadi pilihan utama,...

Review Rolex Oyster Perpetual 36 Jubilee Dial: Detail Rumit di Balik Jam “Termurah” Rolex

Di tengah semakin banyaknya jam mewah yang mengandalkan nama besar dan harga tinggi, Rolex justru menunjukkan sesuatu yang menarik lewat Oyster Perpetual 36 dengan dial Jubilee terbaru. Model ini memang berada di salah satu titik masuk paling rendah dalam katalog Rolex, tetapi detail produksinya jauh dari sederhana. Dial Jubilee yang menjadi daya tarik utama bukan...

5 Momen Langka Ketika Desainer Perhiasan Ikut Mendesain Jam Tangan Mewah

Dunia perhiasan dan watchmaking sebenarnya sudah lama berjalan beriringan. Namun, ketika sebuah jam tangan dibuat, desain biasanya tetap berada di tangan tim internal manufaktur. Karena itu, kolaborasi langsung dengan desainer perhiasan ternama menjadi sesuatu yang relatif langka. Menariknya, beberapa kolaborasi paling unik justru lahir dari era ketika batas antara jewelry, sculpture, dan watchmaking belum seketat...

5 Jam Tangan Omega Terbaik dari Era 1990-an yang Masih Layak Dipakai Harian

Era 1990-an mungkin tidak selalu dianggap sebagai periode paling glamor dalam sejarah Omega. Namun, justru dekade ini melahirkan sejumlah model yang hari ini terasa semakin menarik: desainnya sudah modern, teknologi produksinya lebih matang, tetapi karakter vintage-nya belum sepenuhnya hilang. Bagi kolektor yang mencari jam tangan mekanis untuk benar-benar dipakai, bukan sekadar disimpan, era tersebut menawarkan...

Longines Hadirkan Chrono Monopusher Pertama di Master Collection, Warisan 115 Tahun yang Akhirnya Kembali

Longines kembali menggali salah satu bab paling penting dalam sejarah chronograph-nya. Setelah melakukan pembaruan besar pada Master Collection sepanjang 2026, manufaktur asal Saint-Imier tersebut kini memperkenalkan Chrono Monopusher—sebuah chronograph dengan seluruh fungsi start, stop, dan reset yang dikendalikan melalui satu tombol di crown. Konsep tersebut bukan sekadar eksperimen desain. Longines memiliki sejarah panjang dengan monopusher...

Frederique Constant Buktikan Kemampuan Kustomisasi Lewat Tourbillon Platinum “Julie” yang Sangat Personal

Kustomisasi jam tangan biasanya identik dengan nama-nama haute horlogerie atau atelier independen yang memang sejak awal membangun bisnis dari personal commission. Karena itu, ketika brand yang lebih dikenal lewat luxury watchmaking dengan harga relatif terjangkau menghadirkan sebuah unique piece yang dibuat khusus untuk seorang kolektor, hasilnya menjadi cukup menarik untuk diperhatikan. Frederique Constant kini memperlihatkan...

Dari Pin Buckle Hingga Butterfly Clasp, Ini Sejarah Evolusi Kunci Pengait Jam Tangan

Ketika membahas jam tangan, perhatian biasanya tertuju pada dial, movement, case, atau bracelet. Namun ada satu komponen yang hampir selalu luput dari sorotan: clasp, atau mekanisme pengunci yang menjaga jam tetap berada di pergelangan. Padahal, clasp modern sudah berkembang jauh dari sekadar pengait sederhana. Beberapa desain saat ini menggunakan puluhan komponen kecil dengan toleransi manufaktur...

ArtyA Genève Hadirkan Complexity Métiers d’Art, Dua Tourbillon Miring yang Dibalut Kerajinan Tangan Penuh Warna

Dunia haute horlogerie semakin sulit dipisahkan dari seni, terutama ketika sebuah movement yang sudah ekstrem secara teknis kemudian dijadikan kanvas untuk métiers d’art. ArtyA Genève mengambil pendekatan tersebut lewat Complexity Métiers d’Art, versi artistik dari Complexity yang sebelumnya diperkenalkan sebagai jam dengan dua tourbillon miring yang terhubung melalui differential sentral. Jika versi awalnya sudah menarik...

MING Rayakan 9 Tahun Lewat 57.05 Comet, Worldtimer Pertama yang Atasi Masalah Daylight Saving Time

Salah satu komplikasi jam tangan yang terlihat sederhana tetapi sebenarnya penuh kompromi adalah worldtimer. Menampilkan banyak zona waktu dalam satu dial bukan lagi tantangan baru, tetapi ada satu masalah yang selama puluhan tahun sulit ditangani secara elegan: daylight saving time (DST). Untuk merayakan ulang tahun ke-9, MING mencoba memberikan solusi melalui 57.05 Comet. Worldtimer terbaru...