Tren Baru: Perhiasan Mulai Ungguli Tas Mewah di Pasar Fashion Global

Industri barang mewah global yang nilainya diperkirakan mencapai US$400 miliar tengah menghadapi tantangan baru. Setelah mengalami penurunan penjualan selama dua tahun berturut-turut, pemulihan yang sempat diharapkan pada 2026 berjalan lebih lambat akibat konsumen yang semakin berhati-hati dalam berbelanja, ditambah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Di tengah perlambatan tersebut, kategori tas mewah dan produk kulit menjadi salah satu yang paling terdampak. Sebaliknya, bisnis perhiasan mewah justru menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat, mendorong banyak analis melihat adanya pergeseran preferensi konsumen di pasar luxury.

Perhiasan Menjadi Motor Pertumbuhan Baru Industri Luxury

Sejumlah grup barang mewah terbesar di dunia mencatat bahwa divisi perhiasan menjadi kontributor utama pertumbuhan pada awal 2026.

Grup Richemont, yang menaungi merek seperti Cartier dan Van Cleef & Arpels, melaporkan kenaikan penjualan sebesar 24% pada kuartal pertama 2026, didorong oleh tingginya permintaan terhadap koleksi perhiasan di berbagai pasar utama.

Sementara itu, analis Barclays memperkirakan divisi jam tangan dan perhiasan milik LVMH—yang membawahi Tiffany & Co., Bvlgari, TAG Heuer, hingga Hublot—akan mencatat pertumbuhan sekitar 8% tahun ini, meningkat dibanding sekitar 3% pada periode sebelumnya.

Grup Kering, pemilik Pomellato dan Boucheron, juga membukukan pertumbuhan sekitar 22% pada divisi perhiasannya, meski bisnis fashion dan produk kulit mengalami tekanan.

Data tersebut menunjukkan bahwa perhiasan kini menjadi salah satu kategori dengan performa paling stabil di tengah perlambatan industri barang mewah.

Mengapa Perhiasan Semakin Diminati?

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan perhiasan adalah kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir.

Berbeda dengan tas mewah yang nilainya lebih dipengaruhi tren fashion dan permintaan pasar, perhiasan berbahan emas dan berlian semakin dipandang sebagai aset bernilai (value asset). Selain memiliki fungsi estetika, perhiasan juga menyimpan nilai intrinsik dari material yang digunakan.

Kondisi ini membuat banyak konsumen memilih mengalokasikan anggaran luxury mereka ke kategori yang dinilai memiliki daya tahan nilai lebih baik dalam jangka panjang.

Tas Mewah Menghadapi Tantangan Baru

Di sisi lain, pasar tas mewah menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Salah satu sorotan datang dari Hermès, yang sahamnya sempat turun sekitar 10% setelah laporan kinerja kuartal pertama tidak memenuhi ekspektasi analis. Meskipun permintaan terhadap model ikonik seperti Birkin dan Kelly masih tinggi, investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan jangka panjang perusahaan dapat terus bergantung pada kategori tas kulit premium.

Fenomena ini tidak berarti tas mewah kehilangan daya tariknya. Namun, pasar kini menunjukkan bahwa konsumen menjadi lebih selektif dalam membeli produk fashion bernilai tinggi, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Apa Artinya bagi Pemilik Tas dan Perhiasan Mewah?

Pergeseran tren pasar bukan berarti tas mewah kehilangan nilainya. Sebaliknya, baik tas branded, emas, maupun perhiasan mewah tetap termasuk kategori aset fisik yang memiliki likuiditas relatif tinggi dibanding banyak barang konsumsi lainnya.

Bagi pemilik koleksi luxury, kondisi ini menjadi pengingat bahwa nilai sebuah aset tidak hanya ditentukan oleh tren sesaat, tetapi juga oleh kualitas, kelangkaan, reputasi merek, dan permintaan pasar.

Karena itu, tas branded maupun perhiasan berkualitas tetap dapat dimanfaatkan sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi, termasuk ketika dibutuhkan untuk memperoleh dana cepat melalui layanan gadai.

Pergeseran Tren, Bukan Pergeseran Nilai

Kinerja industri luxury pada 2026 menunjukkan adanya perubahan fokus konsumen. Jika sebelumnya tas mewah menjadi motor utama pertumbuhan, kini perhiasan mulai mengambil peran tersebut berkat kombinasi nilai material, daya tahan investasi, dan permintaan yang tetap kuat.

Meski demikian, tas dari merek-merek ternama seperti Hermès, Chanel, atau Louis Vuitton masih memiliki posisi penting di pasar luxury. Perubahan tren ini lebih mencerminkan diversifikasi minat konsumen daripada hilangnya daya tarik kategori tas mewah.

Bagi kolektor maupun pemilik barang mewah, baik tas maupun perhiasan tetap merupakan aset bernilai yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Punya Tas atau Perhiasan Mewah dan Butuh Dana Cepat?

Memiliki koleksi luxury bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga kepemilikan aset bernilai.

Di deGadai, Anda dapat menggadaikan berbagai tas branded, emas, maupun perhiasan mewah melalui proses yang aman, transparan, dan ditangani oleh tim appraisal berpengalaman. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh dana cepat tanpa harus menjual koleksi berharga yang dimiliki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *