Louis Vuitton Rilis Proyek Otomotif Pertamanya, Dua Porsche 911 Hasil Kolaborasi dengan Singer

Louis Vuitton memasuki dunia otomotif secara penuh melalui proyek khusus bersama Singer, menghadirkan dua Porsche 911 berbasis platform 964 yang diperkenalkan di Monterey Car Week 2026. Berawal dari ide sederhana untuk menciptakan sebuah jam dashboard, proyek ini berkembang menjadi perpaduan antara otomotif, haute horlogerie, fashion, dan Art of Travel Louis Vuitton.

Dua Livery Berbeda, Dua Cerita Berbeda

The front compartment of a Singer-reimagined Porsche 911, an orange car with blue trim, is open and holds two Louis Vuitton bags.

Elevated rear three-quarter view of a white Porsche 911 Reimagined by Singer with a lowered roof, showing a wooden luggage cover with leather straps.

Dua Porsche 911 ini memiliki karakter visual yang berbeda, tetapi sama-sama menerjemahkan identitas Louis Vuitton melalui material, warna, dan craftsmanship.

Mobil pertama, Porsche 911 Reimagined by Singer – Classic, menggunakan kombinasi saffron dan cobalt blue yang terinspirasi dari palet khas Louis Vuitton. Eksteriornya dilengkapi roof rack khusus yang dapat membawa berbagai perlengkapan perjalanan, mulai dari trunk Louis Vuitton hingga papan selancar dan perlengkapan ski.

Interpretasi kedua hadir sebagai Classic Turbo Cabriolet, yang dirancang oleh Nicolas Ghesquière, Direktur Artistik Koleksi Wanita Louis Vuitton. Mobil ini menggunakan warna putih Calcaire Lutétien dengan detail kayu yang mengambil inspirasi dari kemewahan motorboat klasik.

Perbedaan tersebut membuat kedua mobil tidak terasa seperti sekadar dua versi dari proyek yang sama. Masing-masing membawa narasi perjalanan yang berbeda, tetapi tetap berada dalam dunia visual Louis Vuitton.

Jantung Mekanis — Jam Tambour Dashboard Fungsional

The brown leather interior of a Porsche 911 Reimagined by Singer.

Elemen paling unik dari proyek ini adalah jam mekanis Tambour yang benar-benar berfungsi dan ditempatkan pada dashboard kedua Porsche 911.

Jam tersebut bukan sekadar ornamen untuk mempercantik interior. Menggunakan mekanisme hand-wound, jam memiliki power reserve hingga delapan hari dan beroperasi pada frekuensi 18.000 vph.

Pada bagian movement terdapat ukiran bertuliskan “Louis Vuitton Paris, Fab. En Suisse”, lengkap dengan tanda tangan ganda yang menegaskan keterlibatan Louis Vuitton dalam desain sekaligus pembuatan jam tersebut.

Jam juga dapat dilepas dari dudukannya di dashboard dan digunakan sebagai desk clock. Dengan demikian, komponen horologi tersebut dapat tetap menjadi bagian dari kehidupan pemilik ketika mobil sedang tidak digunakan.

Detail Mesin dan Craftsmanship Singer

Kedua mobil dibangun di atas platform Porsche 911 generasi awal 1990-an yang direstorasi dan direkayasa ulang oleh Singer, dengan Classic Turbo Cabriolet mendapatkan mesin flat-six twin-turbo 3,8 liter.

Classic Turbo Cabriolet menggunakan konfigurasi flat-six twin-turbo 3.8L dengan air-to-water intercooling, dipadukan dengan transmisi manual enam percepatan dan penggerak roda belakang.

Seperti proyek Singer lainnya, perhatian terhadap detail tidak hanya terlihat pada bodywork. Platform 911 berbasis 964 tersebut direstorasi secara menyeluruh dan kemudian direkayasa kembali dengan pendekatan modern, menciptakan perpaduan antara karakter klasik Porsche dan standar engineering kontemporer.

Kolaborasi ini juga memperlihatkan mengapa Singer menjadi partner yang relevan bagi Louis Vuitton. Keduanya sama-sama memiliki pendekatan yang sangat detail terhadap benda yang sudah memiliki sejarah, kemudian menginterpretasikannya kembali melalui craftsmanship modern.

Ekosistem Lengkap Gaya Hidup — Bukan Sekadar Merchandise

Interior of a Porsche 911 Reimagined by Singer, with a driving helmet and luggage on the passenger seat.

Louis Vuitton tidak berhenti pada dua mobil, tetapi membangun keseluruhan ekosistem lifestyle yang dirancang untuk melengkapi pengalaman perjalanan.

Koleksi tersebut mencakup berbagai perlengkapan seperti setelan sutra parasut, driving gloves, sneakers, helm, dan jam Tambour Automatic. Berbagai tas Louis Vuitton seperti Alma, Express, Noé, Cruiser, dan Petite Malle juga menjadi bagian dari dunia visual proyek.

Pendekatan tersebut mencerminkan konsep “Art of Travel” yang telah menjadi bagian penting dari identitas Louis Vuitton sejak berdirinya maison. Mobil diperlakukan bukan sebagai produk terpisah, melainkan sebagai pusat dari sebuah pengalaman perjalanan yang mencakup fashion, luggage, accessories, dan horology.

Dengan demikian, proyek ini lebih dekat dengan sebuah bespoke lifestyle experience daripada kolaborasi otomotif konvensional.

Harga dan Konteks Kemitraan LVMH-Porsche

A Porsche 911 with a surfboard made of wood marquetry on its roof rack.

Menurut laporan The Times, harga proyek ini diperkirakan mencapai sekitar £2,5 juta atau sekitar US$3,4 juta per unit, menempatkannya jauh di luar kategori luxury car biasa.

Nilai tersebut mencerminkan tingkat personalisasi, pengerjaan Singer, eksklusivitas proyek, serta keterlibatan Louis Vuitton di berbagai aspek kendaraan. Karena proyek ini dibuat dalam skala yang sangat terbatas, nilainya juga lebih dekat dengan kategori ultra-luxury collectible daripada mobil produksi reguler.

Kolaborasi ini sekaligus memperdalam hubungan antara ekosistem LVMH dan Porsche, yang telah memiliki sejumlah titik temu melalui dunia motorsport dan luxury watchmaking, termasuk hubungan TAG Heuer dengan Formula 1.

Proyek ini juga hadir menjelang Louis Vuitton Dolomites Classic Run, yang kembali digelar setelah jeda 14 tahun, semakin memperkuat hubungan maison dengan dunia perjalanan, mobil klasik, dan lifestyle otomotif.

Ketika “Art of Travel” Bertemu Restomod

Detail of the roof rack of a Porsche 911 Reimagined by Singer, with Louis Vuitton luggage attached.

Dua Porsche 911 ini menjadi salah satu interpretasi paling ambisius dari filosofi Louis Vuitton “Art of Travel”, karena craftsmanship diterapkan secara menyeluruh dari dashboard hingga luggage.

Yang membuat proyek ini menarik bukan hanya penggunaan logo Louis Vuitton pada Porsche. Kolaborasi tersebut justru dibangun melalui detail yang lebih dalam: desain livery, material interior, luggage, perlengkapan perjalanan, hingga jam mekanis Tambour yang menjadi bagian fungsional dari dashboard.

Bersama Singer, Louis Vuitton berhasil mengubah sebuah ide sederhana tentang jam dashboard menjadi proyek otomotif ultra-luxury yang menggabungkan sejarah Porsche 911, restorasi California, haute horlogerie Swiss, dan warisan perjalanan maison Prancis.

Hasil akhirnya terasa lebih seperti sebuah dunia Louis Vuitton yang kebetulan memiliki empat roda, bukan sekadar Porsche yang diberi sentuhan fashion.

Sumber: https://www.thetimes.com/life-style/luxury/article/louis-vuitton-porsche-times-luxury-zjl8mrrs6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *